MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Tidak mungkin jatuh cinta


__ADS_3

Bellvania menatap datar pria yang ada di hadapannya. Sekarang ini dia dan seluruh jajaran dokter di rumah sakit X tengah berkumpul untuk dikenalkan pada dokter baru yang akan mulai bekerja di rumah sakit X. Dokter ini juga akan menjadi kepala departemen bedah saraf menggantikan kepala departemen yang lama.


Kedatangan dokter baru ini disambut sangat baik oleh semua dokter di rumah sakit X terutama dokter dan perawat perempuan. Mereka seperti mendapatkan angin segar ketika ada dokter baru yang masih muda, tampan dan pastinya memiliki kedudukan yang tinggi. Bellvania yakin, sebentar lagi akan ada banyak yang saling bersaing untuk mendapatkan perhatian dari dokter baru satu ini.


" Perkenalkan, nama saya Gaffi Aluvares... Mohon kerja samanya untuk ke depannya.. " ucap Gaffi menunduk memperkenalkan diri.


Aluvares adalah nama tengah Gaffi yang tidak sembarang diungkap saat masih berada di keluarga de Niels. Nama tengah itu, hanya kedua orang tuanya saja yang tahu, lainnya hanya tahu nama depan dan belakang saja.


" Semuanya harus bersikap ramah ya dengan dokter Gaffi, jangan sampai saya mendengar ada yang memiliki masalah dengan beliau.. Kita selalu mengedepankan yang namanya kekeluargaan, jadi semua tolong yang akur... " ujar direktur bedah saraf. Mata direktur ini menatap ke arah Bellvania yang dia tahu tadi sudah ada sedikit masalah dengan Gaffi.


" Baik, Sir... " ujar semua dokter serempak.


" Selamat siang dokter Gaffi. Saya adalah wakil kepala di departemen bedah saraf, nama saya Karina Stevany.. Mohon kerja samanya.. " dokter Karina yang merupakan teman dari Bellvania memperkenalkan dirinya.


" Mohon bantuannya untuk ke depannya... " dokter Gaffi hanya tersenyum sebentar saja, kemudian meninggalkan Karina dan juga Bellvania.


Bellvania ingin sekali melempari kepala Gaffi dengan high heels nya karena menurutnya sifat dan sikap Gaffi adalah tipe golongan menyebalkan. Rasanya begitu tidak mengenakan, bahwa dirinya akan bertemu dengan pria menyebalkan ini setiap harinya.


" Heh... Nggak usah segitunya kalau lihat... Nanti jatuh cinta tahu rasanya kau... " ledek Karina yang melihat Bellvania menatap Gaffi sinis.

__ADS_1


" Ck... Nggak bakal aku jatuh cinta sama pria macam menyebalkan begitu. Anti dalam kamus ku berkenalan apa lagi jatuh cinta pada pria menyebalkan... " Bellvania langsung melengos pergi meninggalkan Karina yang menatapnya heran.


Keesokan harinya, entah ini memang sudah nasih sial bagi Bellvania atau memang Gaffi sengaja untuk bertemu dengannya. Kedua dokter ini dipertemukan di ruangan operasi. Ada seorang pasien yang mengalami kecelakaan dimana bagian matanya yang terluka. Pada akhirnya Gaffi yang dokter bedah saraf otak dan Kate yang dokter mata harus bertemu di meja operasi untuk menangani pasien ini.


" Fokus... Operasi kali ini akan memakan waktu yang cukup lama. Pertahankan fokus kalian sampai dimana operasi selesai.. Kalian semua paham? " Gaffi melakukan breafing sebelum operasi dimulai.


" Baik dok... " jawab serempak yang akan masuk ruang operasi.


" Cih sombong sekali... " gumam Bellvania pelan.


" Saya mendengar ucapan anda dokter Bells... " ucap Gaffi membuat Bellvania terkejut.


" Sial... Telinganya sakti sekali.. " batin Bellvania. Dia tidak berani bergumam karena takut Gaffi kembali mendengarnya. Akhirnya Bellvania hanya bisa menggerutu dan menyumpahi Gaffi di dalam hati.


Sudah dua bulan Gaffi bekerja sebagai dokter di rumah sakit X dengan jabatan sebagai kepala departemen bedah saraf otak. Selama Gaffi bekerja di rumah sakit ini, secara finansial dan juga jumlah pengunjung di rumah sakit, meningkat cukup pesat. Nama Gaffi yang tenar disebut dokter jenius membuat banyak masyarakat datang berobat ke rumah sakit X. Pasien Gaffi pun membludak, jauh lebih banyak dari dokter saraf orang lainnya.


Hal ini sama sekali tidak membuat Gaffi merasa kesulitan, dia justru senang orang-orang menganggap bahwa dia adalah dokter yang hebat. Namun kesuksesannya mengundang iri dengki di hati dokter lain yang merasa pasiennya telah di rebut Gaffi.


Dokter ini bekerja sebagai dokter saraf satu bagian dengan Gaffi. Karena iri dengki nya, dokter ini membuat sebuah rencana untuk mempermalukan Gaffi ketika acara pesta dokter Karina yang kebetulan Gaffi diundang dan menyanggupi akan datang. Dokter ini telah mempersiapkan semuanya tinggal menunggu hari H datang.

__ADS_1


Ulang tahun dokter Karina diadakan di salah satu club terbaik di Roma. Beberapa teman yang bukan dokter dan teman sesama dokter semuanya datang memenuhi undangan Karina termasuk Bellvania yang merupakan teman dekat Karina sejak sekolah kedokteran. Gaffi datang seorang diri Karina menghormati Karina yang adalah wakilnya di rumah sakit.


Semua tamu hadir menikmati pesta yang diselenggarakan oleh Karina. Hingga sebuah peristiwa terjadi. Peristiwa yang tentunya adalah rekayasa dari seseorang yang diperuntukan untuk seseorang yang telah merebut sesuatu yang baginya begitu berharga.


Minuman yang diberikan pada Gaffi oleh seorang bartender adalah minuman yang telah dicampur dengan obat perangsang. Meski bukan dosis tinggi tapi jika dicampurkan ke dalam minuman beralkohol maka akan memiliki efek yang lebih lama. Gaffi yang awalnya sedang mengobrol dengan seseorang tiba-tiba merasakan dirinya sangat panas dan bergairah. Gaffi bisa menebak bahwa dirinya telah meminum sesuatu yang memicu gairahnya.


" Sial... Siapa yang melakukan ini pada ku...!? Aku harus segera pulang atau aku akan membuat masalah nantinya... " batin Gaffi segera beranjak dari tempatnya.


Satu hal yang tidak pernah Gaffi sangka akan dia alami adalah, seseorang melabraknya di depan semua orang. Seseorang ini tengah mabuk berat dan menghadangnya yang berniat ingin pulang. Tubuh Gaffi sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi, tapi seseorang yang melabraknya ini tidak kunjung selesai dengan ucapannya.


" Heh... Dasar dokter menyebalkan... Pria gila kerja kejam dan galak... Kau itu salah, kenapa tidak mau minta maaf... " orang mabuk itu mendorong tubuh Gaffi sehingga apa yang tengah Gaffi tahan saat ini terasa begitu menyiksa.


" Pergilah.. Aku harus segera pulang..!! " Gaffi menggeser tubuh orang mabuk itu. Tapi bukannya menjauh, orang mabuk ini malah menempel padanya.


" Kau itu sombong sekali sih.. Merasa tampan dan hebat gitu, merasa karena semua orang memujimu dokter jenius jadi kau sombong... Hei semuanya dengarkan aku,, pria ini adalah dokter kejam yang dengan teganya memaki dokter lain dengan sangat kasar.... " orang mabuk ini semakin menjadi. Berteriak-teriak mengolok Gaffi bahkan sampai memicu semua orang untuk berkumpul melihat mereka berdua.


" DIAM KAU... JIKA KAU MASIH SAJA TIDAK PERGI DARI SINI JANGAN SALAHKAN AKU JIKA SESUATU YANG BURUK TERJADI PADA MU... " bentak Gaffi karena tidak lagi bisa berpikir positif.


" Kau menantang ku? Jadi kau berani melawan ku? Tolong... Tolong... Pria ini adalah pria gila dan mesum... " teriak orang mabuk itu semakin menarik perhatian orang di parkiran club.

__ADS_1


Tidak tahan dengan ocehan dari orang mabuk ini, belum lagi malunya karena dilihat orang, ditambah dengan pengaruh obat sialan yang semakin menjadi, membuat Gaffi akhirnya menggendong orang mabuk itu ala bridal style, masuk ke dalam mobilnya. Gaffi segera membawa mobilnya menjauh dari club menuju ke apartemen pribadinya di daerah yang kebetulan dekat dengan club.


Gaffi semakin tidak mampu menahan gejolak di tubuhnya. Dia membutuhkan air dingin untuk mengembalikan kesadarannya karena kini dia semakin tergiur setelah melihat paha mulus orang mabuk ini karena bawahan yang dikenakannya terangkat.


__ADS_2