
Hari-hari di mansion utama keluarga de Niels sudah kembali seperti dulu lagi. Semua anak-anak daddy Joaquin dan mommy Noura berkumpul menjadi satu tertawa bersama, mengusili satu sama lain, ditambah lagi adanya Carmel semakin membuat suasana di mansion ini ceria. Namun seceria apapun hari-hari nya, Gaffi tetap merasa kesepian.
Baik Galen dan mommy Noura berulang kali mengatakan bahwa Kate baik-baik saja dan sedang mengobati penyakit mentalnya, namun tidak berjumpa secara langsung atau mendengar suaranya membuat Gaffi sedih. Dia berulang kali memutar video ketika mommy Noura berkunjung tempo hari untuk mengobati rasa rindunya, tapi tetap tidak bisa mengalahkan seperti ketika melihat orangnya secara langsung.
Oh ya,, hubungan Gaffi dengan daddy Joaquin berangsur baik, meski sering terlibat percekcokan, dan sering sekali mengambek karena olokan satu sama lain, tapi daddy Joaquin sudah mulai memaafkan kesalahan putranya ini. Yah meski gengsi untuk mengatakannya, tapi tiada orang tua yang tidak memiliki maaf untuk anak-anaknya.
Gaffi baru saja shift malam dan pagi ini jam sembilan dia baru sampai di rumah. Dilihat nya Carmel sedang bermain dengan grandpa nya, mereka tengah asyik main boneka beruang besar yang dibelikan oleh aunty Geya. Carmel begitu suka dengan boneka beruang besar berwarna pink itu.
Gaffi menyapa sebentar putrinya sebelum naik ke atas untuk istirahat barang satu atau dua jam melepas lelahnya semalaman bekerja. Beruntung semalam tidak ada operasi mendadak sehingga pekerjaan Gaffi tidak banyak.
" Morning my Princess... Lagi main apa sama grandpa? " sapa Gaffi mencium kening putrinya.
" Main boneka sama grandpa ya? " tanya Gaffi lagi.
" Heh.. Habis dari luar bersih-bersih dulu. Kamu itu bawa virus dari rumah sakit, jadi sebelum pegang cucu kesayangan aku, mandi dulu sana!! " tegur daddy Joaquin sewot.
" Aku sudah mandi di kantor ku daddy... " Gaffi bersungut kesal.
" Tapi tetap saja kau membawa virus, sana ke kamar nggak usah ganggu kami.. Iya kan my Princess... " ujar daddy Joaquin mengusir Gaffi.
__ADS_1
Dengan langkah yang dihentakan kasar ke lantai Gaffi pergi meninggalkan daddy dan putrinya. Wajahnya di tekuk masam, kentara sekali tidak Terima diusir oleh daddy Joaquin karena masih ingin menyapa putri kecilnya.
Mommy Noura yang melihat pertengkaran unfaedah dari anak dan suaminya hanya geleng kepala. Semakin tua bukannya semakin mengalah, tapi daddy Joaquin tetap tipe orang yang kekeh tidak mau diganggu gugat. Pernah ketika 5G masih kecil, mommy Noura terlalu sibuk mengurusi 5G yang akan berangkat sekolah, daddy Joaquin sampai ngambek karena tidak diurusi oleh mommy Noura.
Sekarang sudah ada ada Carmel, daddy Joaquin selalu memonopoli cucunya itu untuk bermain dengannya. Daddy Joaquin selalu mengatakan rindu masa-masa ketika 5G masih kecil, kerinduan itu terlampiaskan pada Carmel, sang cucu.
" Daddy pelit banget sih sama anak sendiri... " tegur mommy Noura mengambil duduk di samping daddy Joaquin.
" Any.... (grandny) " Carmel menyapa mommy Noura.
" Hai sayang... Lagi main ya sama grandpa,, sudah maem belum? " tanya mommy Noura dijawab gelengan oleh Carmel.
" Au any.... " (Mau grandny... ) Carmel tak kalah berseru senang karena akan makan makanan kesukaannya.
Di usia yang sudah satu tahun lebih, Carmel sudah mulai bisa bicara meski cadel dan tidak jelas. Tapi perkembangan anak ini sangat baik sekali. Sudah pandai berjalan meski masih harus diawasi oleh orang dewasa. Giginya sudah lengkap hanya tinggal geraham yang belum tumbuh. Daya tangkap dan daya ingat nya juga sangat bagus. Mewarisi kejeniusan sang daddy, hanya saja jangan mewarisi bandelnya sang daddy.
Biasanya jika Gaffi pulang dari kerja malam seperti ini, selama menunggu Gaffi istirahat sejenak, mommy Noura selalu menyetel kan tontonan untuk anak-anak yang memberikan edukasi. Melatih otak Carmel untuk mengingat berbagai macam pengajaran dasar untuk anak balita satu tahun. Warna, angka, buah dan sayur semuanya hampir Carmel tahu bentuknya. Belum bisa menyebut tapi jika ditanya dia bisa menunjukan benda yang ditanyakan dengan benar.
Sayangnya, meski Carmel adalah bayi cantik pintar namun kebahagiaannya belumlah lengkap. Sekali lagi Carmel harus besar tanpa pengawasan dari seorang mama. Apa boleh dikata, ini semua juga salah daddy nya yang memang sejak dulu selalu membuat masalah. Menikah dengan Bellvania dulu juga karena accident yang cukup memalukan. Beruntung saat itu Gaffi masih menjalani kehidupan pribadinya di luar sana tanpa embel-embel nama de Niels dibelakang namanya.
__ADS_1
Beralih ke daddy Carmel, sekarang ini Gaffi memilih kembali mandi, tapi bukan mandi biasa, Gaffi memilih berendam dengan tambahan aroma therapy yang bisa menyegarkan tubuhnya yang lelah karena pekerjaan dan juga karena aktifitasnya menjaga sang buah hati.
Seluruh otot Gaffi menjadi rileks hingga tidak sengaja Gaffi malah tertidur di dalam bath up. Sedangkan ponselnya di kamar sana tengah berbunyi menandakan ada seseorang yang meneleponnya. Gaffi yang ada di kamar mandi sama sekali tidak mendengarnya karena sudah terbang ke alam mimpi.
Beberapa kali ponselnya bergetar, baik itu pesan maupun panggilan. Entah siapa yang menghubungi Gaffi di pagi hari begini, menganggu nya yang sedang lelah karena kerja malam. Gaffi sendiri nyaman saja bekerja di malam hari, tidak serepot ketika bekerja di pagi hari. Tapi di malam hari bisanya ada pekerjaan dadakan yang kadang membuatnya lembur.
Sebagai dokter yang jaga malam, Gaffi tidak bisa memilih pasien seperti ketika di pagi hari. Biasanya dalam kondisi apapun dan jenis penyakit apapun Gaffi akan menangani itu semua. Jadinya setiap Gaffi mendapat shift malam, dia sangat jarang mendapat jatah tidur.
Entah berapa lama Gaffi tertidur di dalam bath up, dia terbangun dengan tubuh yang terasa segar. " Oh God.. Aku ketiduran di kamar mandi. Bisa-bisanya begini, nasib tidak ada istri yang membangunkan... " gumamnya meratapi nasib.
" Aku tidak punya istri juga karena salah ku sendiri, benar begitu kan. Bodohnya aku... " gumamnya lagi sambil tersenyum kecut.
Gaffi lekas membilas tubuhnya, lalu segera keluar dari kamar mandi. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, dia tertidur dua jam di dalam bath up. Gaffi berganti pakaian dan kemudian mengecek ponselnya, siapa tahu pihak rumah sakit ada yang menghubungi nya.
Alis Gaffi mengernyit bingung saat melihat nomor baru yang menghubunginya dan mengiriminya pesan. Gaffi ingin mengabaikan karena tidak ada di daftar nama yang dia simpan di ponsel. Namun ketika hendak meletakan ponselnya nomer itu kembali menghubungi.
Gaffi beranjak akan mengangkat, tapi telepon itu justru mati. Hendak keluar kamar dia kembali mendapati ponselnya berbunyi...
" Oh God,,, jika tidak penting aku benar-benar akan memakinya entah siapapun dia... " geram Gaffi kesal.
__ADS_1
" Halo ini siapa? " jawabnya ketus ketika mengangkat teleponnya. Namun suara yang dia dengar membuatnya terhenyak kaget. Suara yang sudah lama tidak dia dengar, hampir mirip seperti suara Bellvania.