MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
kekacauan di IGD


__ADS_3

Gaffi langsung memeluk tubuh mungil si bungsu, sekaligus satu-satunya saudara kandungnya yang memiliki jenis kelamin wanita. Hari ini, Geya mengajak keluarga kecilnya untuk kembali ke Milan melihat kondisi daddy Joaquin yang tengah sakit. Geya dan suaminya pun juga memilih untuk Geya melahirkan di Milan. Mungkin saja dengan begitu daddy Joaquin akan dalam kondisi yang bisa lebih baik lagi. Anggap saja pengobatan secara mental, karena biasanya suasana hati seseorang juga berpengaruh dengan kesehatan nya.


Setelah puas melepas rindu, Gaffi pun kembali bekerja karena memang satu minggu ini di memiliki jadwal masuk siang. Kalau sudah begini, terkadang malamnya dia akan menginap di rumah sakit menemani daddy Joaquin, terkadang juga bergantian dengan saudara kembarnya yang lain. Sebisa mungkin pokoknya jangan sampai mommy Noura yang menginap di rumah sakit karena takut mommy Noura kelelahan dan berujung sakit.


" Kenapa kau jadi kurusan Gaf? " tanya Geya.


" Dia juga baru keluar dari rumah sakit karena OD.. Gila kan? Dokter bisa OD obat anti depresan.. " jawab Gafar yang juga mengejek Gaffi.


" Dokter juga manusia, Far.. " ujat Gaffi menanggapi.


" Alasan saja.. Kau tahu, Ge, kami hampir saja mati berdiri karena dia.. Mau berangkat kerja tahu-tahu mommy teriak karena Gaffi pingsan dengan mulut berbusa.. " Gafar melanjutkan ceritanya.


" Ck.. Terserah... Aku mau kembali kerja dulu.. " Gaffi langsung memilih kabur sebelum mulut menyebalkan Gafar kembali menghujatnya.


Sepeninggal Gaffi, saudara-saudaranya masih membahas tentang apa yang terjadi pada Gaffi, terutama Geya yang ingin tahu detail ceritanya. Empat tahun di LA membuat Geya kudet dengan situasi di rumahnya.


" Kenapa kau tidak juga mempertemukan mereka? Jika kau berada di posisi Gaffi, bagaimana perasaan mu? Jangan terlalu kejam, Galen.. Dia adalah saudara mu sendiri. " Geya memarahi Galen.


" Bukan salah ku... Mereka belum bertemu bukan karena aku yang melarang Gaffi menemui Kate, tapi kondisi Kate memang saat ini belum sembuh dari penyakit mental nya... " Galen langsung menyanggah ucapan Geya karena memang betul bukan karena dirinya hingga kini Kate dan Gaffi belum bertemu.

__ADS_1


" Aku tidak bisa ikut campur lebih dalam lagi pada hubungan mereka. Karena itu aku diam saja ketika mengetahui Kate mulai tidak menjalani pengobatannya setelah satu tahun berada di sana.. " Geya langsung kaget.


" Kenapa tidak menjalani pengobatan? Apa ada masalah? " tanya Geya terlihat sedikit panik.


" Dia sibuk dengan usaha yang dia rintis di sana.. Dan menurut anak buah ku, akhir-akhir ini Kate..... Ehmmmm... Dia dekat dengan seorang pria.. " Geya tercengang. Bagaimana bisa Kate bersikap seperti itu. Pantas saja Gaffi sampai nekat mengkonsumsi obat anti depresan, itu pasti karena Gaffi tidak lagi mampu menahan semuanya.


" Jika kau jadi aku, bisakah kau menyalahkan Kate atas apa yang terjadi pada dirinya? " tanya Galen.


Geya menghela nafas karena memang posisi Galen disini tidak bisa ikut campur dalam urusan Gaffi dan Kate. Sekarang ini memang harus Gaffi dan Kate lah yang memutuskan semuanya dan menjalani apa yang mereka rencanakan. Galen, hanya bisa mengawasi semuanya dari jauh, berusaha agar tidak ada masalah ke depannya.


Begitu memasuki ruangan kerjanya, Gaffi langsung disibukan untuk memeriksa laporan pengobatan pasien yang berada di bawah pengawasannya. Ada sekitar dua puluh orang yang menjadi pasien Gaffi, dari pasien yang berada di kelas 1 sampai ke kelas VVIP. Ada beberapa dari pasien Gaffi yang baru saja menjalani operasi, dan sisanya adalah mereka yang menjalani pengobatan tanpa operasi dan beberapa yang lain adalah yang menantikan waktu mereka untuk menjalani operasi.


" Ada apa ini? " tanya Gaffi begitu kaget ketika IGD sudah tidak berbentuk IGD lagi. Beberapa barang tampak berserakan. Ada beberapa pasien berada di pojokan terlihat menyaksikan kejadian mengejutkan di IGD.


" Dokter Gaffi? " seorang suster mendekati Gaffi kemudian membisikan sesuatu pada Gaffi.


" Dok,, ini ada pasien yang sepertinya anggota kelompok orang jahat.. Mereka memaksa untuk diperiksa lebih dahulu karena bos mereka mengalami cedera di bagian otaknya.. Ketika kami meminta mengantri mereka langsung marah dan membuat onar... " ucap suster itu.


" Dimana pasiennya? " tanya Gaffi. Karena sepanjang mata memandang, tidak ada pasien seperti yang dijelaskan oleh suster tadi.

__ADS_1


" Pasien sudah masuk ruang operasi, dokter Gaffi.. Hanya saja kami meminta anda disini karena mereka ingin bertemu dengan pemilik rumah sakit.. " ucap dokter Reno yang juga ada di sana.


" Pindahkan pasien yang ada di IGD ini ke ruang darurat lainnya. Jangan Terima pasien di tempat ini untuk setengah hari ini.. Kalian semua paham? "


" Baik dokter... "


Mendengar perintah dari pemilik rumah sakit, dokter dan suster jaga yang berjaga di IGD langsung memindahkan semua pasien ke ruang darurat lainnya. Tempat ini juga ditutup dan tidak diperkenankan siapa pun masuk ke dalamnya sampai Gaffi memerintah untuk masuk.


Gaffi mendekat ke arah kelompok orang yang sudah bertindak kelewat batas dengan memporak-porandakan IGD ini. Jika pasien, mungkin Gaffi akan memaklumi dan tidak akan meminta ganti rugi. Tapi ini, justru anak buah pasien yang merusak fasilitas rumah sakit dan Gaffi tidak akan membiarkan mereka lepas tanggung jawab apapun yang terjadi.


" Siapa yang akan bertanggung jawab dengan kerusakan yang ada di ruangan ini? Kenapa tidak bicara baik-baik, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah apapun.. " tanya Gaffi yang melangkah maju ke depan sambil membuka jas dokternya.


" Kenapa tidak jawab? Siapa yang akan bertanggung jawab? " tanya Gaffi sekali lagi.


" Ini karena tenaga medis di rumah sakit anda sangat lambat.. Bos kami hampir saja meregang nyawa karena kinerja kalian yang lambat.. " seorang dari mereka menjawab pertanyaan Gaffi.


" Mata kalian sepertinya perlu dibawa ke dokter mata.. Keadaan IGD sangat ramai otomatis semua pasien diwajibkan mengantri. Kami akan menangani pasien dengan kondisi paling parah terlebih dahulu baru yang lainnya.. Apa kalian tahu, bebarengan dengan bos kalian yang masuk ke IGD, ada seorang anak yang membutuhkan pertolongan karena tertabrak? " semuanya diam tidak berani menjawab ucapan Gaffi.


" Lain kali jangan melakukan tindakan tidak tahu aturan kalian di rumah sakit.. Pikirkan bagaimana jika kalian berada di posisi pasien? Atau kalian adalah keluarga pasien..Dan sebagai bentuk pertanggung jawaban kalian, tolong bersihkan tempat ini!!!! "

__ADS_1


__ADS_2