
Gaffi dan kedua orang tua Kate berada di dalam mansion utama menemani Carmel yang tidak boleh kena angin terlebih dahulu. Cacar airnya baru saja sembuh, jadi masih harus diperhatikan lagi agar cepat pulih dan tidak mengalami komplikasi lainnya. Gaffi senang karena orang tua Kate menerima putrinya bahkan menganggap Carmel seperti cucu mereka sendiri, perhatian yang diberikan oleh orang tuan Kate, sedikit menghibur hati Gaffi dari luka yang dialaminya kini.
Disaat sedang bermain dengan oma dan opanya, tiba-tiba saja Carmel menangis. Mama Kate pun meminta Gaffi memanggul Kate karena mungkin Carmel menangis karena haus atau lapar. Gaffi dengan sedikit dongkol karena harus bertemu Kate, terpaksa juga angkat kaki dari sofa dan keluar mansion mencari keberadaan Kate.
" Dia ini sudah punya anak tidak perhatian sekali. Seharusnya tahu jadwal Carmel minum susu. Benar-benar wanita tidak berguna... " Gaffi mengomel sendiri.
Ketika sampai di halaman belakang mansion tempat diadakannya pesta menyambut keluarnya Carmel dan Kate dari rumah sakit, mata biru cemerlang miliknya menelusuri setiap sudut halaman belakang mencari sosok Kate. Tangannya langsung terkepal erat hingga terlihat buku-buka jarinya memutih, rahangnya mengeras dengan wajah merah menahan emosinya. Mata Gaffi menatap ke arah Kate yang sedang menangis dalam pelukan daddy Joaquin. Emosinya membuncah langsung mendatangi Kate.
" Gaffi... " panggil Gafar membuat Gaffi langsung sadar dari pengaruh emosinya.
" Ck... Hampir saja aku kelepasan.... " batinnya. Jika sampai dia benar-benar marah dan melampiaskan nya pada Kate disini, bisa-bisa semua rencana yang dia buat akan gagal.
" Kenapa? " tanya Gaffi saat Gafar berhenti di depannya.
" Anak mu menangis kencang sekali... Cepat kau kesana... " ujar Gafar memberi tahu. Pria ini baru saja keluar dari mansion karena sebelumnya dia pergi ke kamar mandi.
" Ini aku juga sedang mencari pabrik susunya... Anaknya nangis dianya malah menikmati pesta tanpa beban... " omel Gaffi membuat Gafar tergelak kencang.
__ADS_1
" Ya.. ya... Pabrik susu milik mu ada di sana bersama daddy... " ledek Gafar.
" Ck... Dasar gila... " umpat Gaffi meninggalkan Gafar yang masih asyik dengan tawanya.
Gaffi berusaha menahan amarahnya lalu mendatangi Kate yang masih dalam pelukan daddy Joaquin. Gaffi berdehem sebentar dan hal itu langsung membuat Kate melepaskan pelukannya dari daddy Joaquin.
" Carmel kelihatannya haus... Kan kamu nggak punya stock asi di mansion utama. Jadi sana kamu temeni Carmel dulu!! " ujar Gaffi berusaha bersikap lemah lembut.
" Ah, iya... Maafkan aku sampai melupakan jam Carmel minum asi... " Kate seperti ketakutan langsung berlari menuju ke dalam mansion. Mata Gaffi berkilat marah mendengarkan jawaban dari sang istri.
" Jangan terlalu keras padanya Gaf... Seharusnya kamu berterima kasih karena dia mau jadi ibu pengganti untuk Carmel.. " daddy Joaquin menegur putranya.
Malam sudah semakin larut, Gaffi pun berniat pamit untuk kembali ke mansion pribadinya. Namun hal tersebut harus dibatalkan karena mommy Noura merengek ingin Carmel menginap di mansion utama, jadilah Gaffi terpaksa mengiyakan. Dia menyesalkan karena urusannya dengan Kate malam ini harus ditunda terlebih dahulu...
" Seneng kamu, karena tidak mendapatkan hukuman karena lalai menjaga Carmel. Kamu itu ibu penggantinya, seharusnya stand bu di sampingnya, bukannya malah pelukan sama daddy aku.. Sengaja menggoda daddy begitu, biar kelihatan kalau kami ini JAL***.. " sarkas Gaffi ketika Kate keluar dari kamar mandi.
" Maaf mas,, aku nggak bermaksud begitu... Maafin aku mas... " ucap Kate menyesal.. Namun sedikit bersyukur karena menginap di mansion utama membuatnya terjauh dari hukuman Gaffi.
__ADS_1
" Ck... Dasar murahan... " setelahnya Gaffi langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur.. Kate sendiri juga bersiap untuk tidur namun dia batalkan karena suara Gaffi memperingatinya...
" Ck... tidur di bawah!!!! Aku nggak sudi satu ranjang sama kamu!! " titah Gaffi menunjukkan lantai di bawahnya. Kate pun mengangguk dan mengambil bad cover untuk menjadi alasnya tidur.
Jika di mansion pribadi Gaffi, biasanya Kate akan tidur satu kamar dengan Carmel dan baby sitter putri Gaffi itu. Jika Gaffi sedang ingin melampiaskan hasratnya, Kate akan diajak ke kamar utama lalu setelahnya akan diusir pergi dari kamar utama, atau Gaffi yang pergi dari kamar itu. Namun kondisi di mansion utama berbeda karena ada orang tua Gaffi disini, jadi drama keluarga bahagia harus mereka jalankan dengan baik, dan ini resiko yang harus di Terima Kate.
Ketika Gaffi terbangun dari tidurnya, hari masih lah gelap dan saat hendak turun, kakinya tersandung tubuh Kate. Gaffi berdecak sebaliknya, ingin berlalu namun karena ingat bahwa Carmel sekarang sedang bersama mommy Noura dan nanti pasti akan datang ke kamarnya jika Carmel menangis. Akhirnya denah terpaksa Gaffi mengangkat tubuh Kate ke ranjang yang sama seperti yang dia tiduri.
" Aku terpaksa... Ingat itu... aku terpaksa... " Gaffi menekankan kata terpaksa karena memang itu kenyataannya.
Dan inilah menjadi malam pertama bagi Gaffi untuk tidur satu ranjang dengan Kate. Dan Kate pun tidur diranjang yang digunakan Gaffi juga ini pertama kalinya dia tidak pingsan.. Jika saja kisah mereka sama indahnya dengan kisah cinta lainnya, maka akan sangat bahagianya Kate..
Keesokan harinya seluruh keluarga berkumpul di meja makan. Hanya keluarga inti karena keluarga lainnya yang semalam hadir dalam pesta kecil khusus keluarga de Niels itu, memilih pulang ke mansion mereka masing-masing. Jadi yang sekarang berkumpul hanya keluarga Gaffi, itupun sudah memenuhi meja makan karena Gaffi memiliki saudara kembar lima.
Semaunya menikmati sarapan dengan hati yang riang, Kate pun begitu karena ketika terbangun tadi malam saat mommy Noura mengetuk pintu kamar mereka, Kate tidur di ranjang bersama dengan suaminya. Hal itu benar-benar menjadi mood booster untuknya pagi ini dan nanti beraktifitas nanti.
Kate pun melayani Gaffi karena tidak ingin membuat keluarga itu curiga, meski sudah ada satu orang yang tahu segalanya. Namun orang tersebut memilih untuk menyerahkan semuanya pada Kate. Dan Kate menghormati orang tersebut. Semua yang menatap Kate dan Gaffi pasti sangat senang karena terlihat keduanya begitu romantis.
__ADS_1
Kate langsung makan setelah mengurusi Gaffi dan Carmel putri sambungnya. Saat dia makan, dia memperhatikan keluarga Gaffi yang menurutnya sangat hangat. Kate baru kali ini merasakan suasana seperti ini karena sebelumnya dia hanya sendiri bersama orang tuanya. Kate anak tunggal, jadi dia begitu senang ketika berkumpul dengan keluarga Gaffi yang ramai.
Mata Kate terpaku sejenak ketika melihat saudara Gaffi. Semuanya memiliki kesamaan dibeberapa tempat di wajah mereka, terutama hidung, mulut dan mata. Mata mereka berlima secerah biru langit, dan begitu menenangkan ketika menatap saudara mereka penuh kasih sayang. Kate bertanya dalam hati, kapan Gaffi akan menatapnya penuh kasih sayang seperti itu....