MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Tengah dipermainkan.


__ADS_3

Hari ini Emily dan bayinya sudah boleh keluar dari rumah sakit. Suami Aerith pun ada di sana menjemput Aerith dan buah hati mereka. Keluarga kecil itu menjadi menarik perhatian seorang Gaffi. Dan berdasarkan atas alasan penasaran, Gaffi mengajak Emily dan Canos untuk bertemu dan berbincang sebentar. Disinilah mereka sekarang, di restoran yang ada di bawah apartemen Canos.


Gaffi menatap sepasang pengantin baru ini dengan tatapan tidak percaya. Bahkan Gaffi tidak percaya di antara kedua orang ini sudah memiliki buah hati. Apakah Gaffi dikhianati sejak awal oleh Emily? Pertanyaan itu berputar di pikiran Gaffi dan sangat memalukan jika diutarakan. Tapi Gaffi begitu penasaran kenapa bisa kedua orang ini bersama. tapi disaat itu Emily masih menjadi pemuas di ranjangnya.


" Can.. Kau gila ya? " tanya Gaffi secara tiba-tiba dan tidak terduga.


Canos yang ditanya langsung menelan ludahnya dengan kasar. Bingung dan tidak berani menyimpulkan apa yang tengah dipikirkan Gaffi ya h tengah memangku kepalanya dengan tangan kirinya menatap tajam Canos dan Emily bergantian. Suasana apa ini sampai begitu menyesakan sekali rasanya berada lama disini.


" Maksud tuan muda apa ya? " tanya Canos menampilkan wajah polosnya.


" Iya,, apa kau gila, disaat semua pria akan mengklaim wanita nya tapi kau justru diam saja saat wanita mu bersama ku.. Kau tahu hampir setiap hari kami melakukannya... " ujar Gaffi santai. Wajahnya Emily dan Canos sampai memerah karena ucapan tidak berfilter dari Gaffi.


" Kau dengar aku tidak? Hanya orang gila yang rela wanitanya dijamah oleh pria lain dan aku baru menemui diri mu yang gila ini.. Kenapa tidak mengatakan dari awal tentang kalian? Setidaknya aku tidak akan menyentuh Emily dan hanya memanfaatkan dirinya saja tidak dengan tubuhnya.. Dan bagaimana jika itu adalah anak ku bukan anak mu? "


Glugg..


Canos menelan ludahnya kasar, dia paham maksud Gaffi sekarang. Tapi saat itu dia tidak punya pilihan lain. Karena dia sudah masuk ke dalam lembah yang Emily miliki dan dia menerima Emily apa adanya saat itu. Alasan dia tidak mengatakan hal itu pada Gaffi karena Emily mengatakan jika Canos masih ingin bersama setelah semua ini berakhir maka itu berarti Canos tulus mencintai Emily. Dan Canos ingin membuktikan hal itu.


Gaffi yang mendengar alasan konyol keduanya ini sungguh tidak percaya. Dia merasa ditipu dan dikhianati, oh dia mengkhianati Kate tapi dikhianati oleh selingkuhan nya. Dunia sungguh adil kepadanya. Rasanya Gaffi ingin menertawakan dirinya sendiri yang mendadak bodoh karena cinta.

__ADS_1


" Kalian mempermainkan ku,, apa kalian tidak berpikir sampai ke sana? " tanya Gaffi lagi.


" Maaf kan kami kak.. Saat itu situasinya sama sekali tidak mendukung kami untuk mengatakan apapun pada mu. Tuan muda Galen juga melarang kami mengatakan pada mu dan hanya berkata dia yang akan mengurusi mu.. " ujar Emily kelepasan. Secepatnya dia menutup mulut tapi sudah keluar kata yang membuat Gaffi kebakaran jenggotnya.


" Hei katakan pada ku sejak kapan kau berhubungan dengan saudara sulung ku itu? " tanya Gaffi. Matanya memincing tajam menatap Kate dan Canos bergantian. Gaffi sungguh merasa terhina saat ini atau ingin Gaffi katakan dia merasa jika ini sama dengan mengatakan dirinya yang bodoh, karena dikendalikan dari jauh oleh Galen.


" Sejak tanpa sengaja beliau mengetahui aku dan kak Can di depan mansion kak Gaffi. Saat itu kak Galen ingin menemui kakak, tapi ternyata kakak sedang di rumah sakit. Dia pun bertanya siapa aku pada bibi Pamela dan beliau mengetahui semuanya dari bibi Pamela. Tapi karena saat itu aku dan kak Can jadi tuan muda mengatakan agar kami ikut rencananya memberi pelajaran pada anak nakal,, begitu katanya.. " cerita Emily. Canos yang mendengar itu meringis sendiri membayangkan kedua orang yang bergelar tuan muda itu pasti akan berselisih paham.


" Oke.. Thanks sudah mau menceritakan pada ku sesuatu yang terjadi diluar kuasa ku.. Ini hadiah untuk putra kalian, aku ingin kalian menerima. Jika tidak aku akan menyumpahi kalian masuk Neraka karena telah menipu ku.. " Gaffi menyerahkan sebuah card yang ternyata adalah ATM card yang dibuat khusus untuk anak Canos dan Emily.


" Tapi tuan... " Canos berdiri dan hendak mengembalikan pemberian Gaffi. Karena dirasa tidak pantas Canos dan Emily menerima itu semua karena apa yang mereka dapatkan dari Galen sudah sangat banyak sekali.


Sekarang Gaffi tahu harus kemana dia akan pergi. Tempat yang selama enam bulan ini bahkan lebih menjadi tempat yang paling dia kunjungi untuk mencari informasi tentang sang istri. Tangan Gaffi terkepal karena mengingat kejahatan yang sudah saudaranya lakukan padanya.


" Sialan,, jadi selama ini dia mempermainkan ku.. Apa coba maksudnya? " Gaffi mencengkeram setir mobilnya erat.


" Tidak mungkin kan dia menyukai Kate sampai segitunya? Tapi... itu bisa jadi.. " Gaffi mulai gila.


" Awas saja jika dia benar menyukai Kate,, aku tidak segan untuk mengumumkan perang padanya nanti... " tinju Gaffi terkepal di udara.

__ADS_1


Hal konyol apalagi ini, dia dipermainkan oleh saudaranya sendiri, ditinggal pergi istrinya untuk waktu yang lama, harus mengasuh anak perempuannya di tengah kesibukannya sebagai seorang dokter, apakah boleh jika Gaffi bunuh diri saja. Dia terlalu lelah ketika tahu bahwa ini ada campur tangan saudaranya sendiri.


" Dasar duda karatan... " geram Gaffi mengingat tentang Galen.


Begitu mobilnya sudah terparkir sembarangan, Gaffi lekas menuju ke kantor milik Galen. Masa bodoh dengan mobilnya dan tatapan para pekerja di JN Group ketika melihat tuan muda mereka masuk dengan tatapan marah. Biarlah jika semuanya tahu apa yang akan terjadi setelah ini, Gaffi sudah benar-benar kesal sampai ke ubun-ubun.


" Tuan... Tunggu tuan muda... Maaf tapi CEO sedang tidak ingin menerima......... "


BRAK....


Gaffi mengacuhkan teriakan sekretaris Galen yang melarangnya untuk masuk ke ruangan CEO. Tapi Gaffi sengaja menulikan pendengarannya karena rasa kesal pada Galen yang belum surut malah semakin besar ketika melihat saudaranya itu duduk di kursi kebesarannya dan menatap nya datar.


" Sialan,, ekspresi apa itu... " batin Gaffi dengan gigi semakin mengerat marah.


" Tidak punya sopan santun kau.. " hardik Galen tidak senang dengan perilaku Gaffi.


" Diam kau... Sekarang aku tanya pada mu,, apa kau jatuh cinta pada istri ku? Kau menyukai Kate kan? "


DUAAAARRRRRR....

__ADS_1


__ADS_2