MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
mencabut gugatan


__ADS_3

Matahari bersinar begitu terang di pagi hari yang cerah ini. Kate merentangkan tangannya di balkon kamarnya menghirup udara pagi, juga merasakan panas matahari pagi yang mengenai kulitnya. Rasanya begitu menyegarkan sekali, seperti memberi sebuah semangat baru bagi Kate untuk memulai hari ini dengan baik.


Agenda Kate hari ini adalah bertemu dengan pengacaranya untuk membantunya mencabut gugatan cerainya pada Gaffi di pengadilan agama. Keputusan Kate sudah bulat, dan dia juga sudah merapat dapatkan dukungan dari kedua orang tuanya. Akhirnya Gaffi berhasil meyakinkan kedua orang tua Kate untuk mau memberinya satu kesempatan lagi.


Alasan kedua orang tua Kate mau menerima Gaffi tentunya mereka memiliki syarat yang harus Gaffi lakukan. Salah satunya adalah membiarkan Kate berobat tanpa ada kesempatan untuk bertemu. Sampai dimana Kate dinyatakan sembuh barulah Gaffi boleh menemui Kate, dan itu semua diawasi oleh Galen.


Gaffi menerima syarat itu karena memang dirinya tidak memiliki niat menganggu pengobatan yang Kate jalani. Gaffi mendukung penuh keinginan Kate untuk sembuh dari penyakit mentalnya. Kate berhak memiliki hidup tanpa rasa takut dan tertekan seperti sekarang ini. Menurut Gaffi, ini adalah saat yang penting untuk menjemput kebahagiaan dari Kate, karena itu Gaffi tidak kan menjadi penghalang kebahagiaan dari sang istri.


Kembali pada Kate, istri Gaffi ini langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena sebentar lagi pengacaranya akan datang berkunjung untuk membicarakan pencabutan gugatan cerai Kate. Dia harus segera bersiap agar pengacaranya tidak perlu menunggu lama. Setelah semua persiapan selesai, disinilah Kate sekarang, pengadilan agama di kota Milan.


" Selamat pagi Mr.. Kami kemari dengan tujuan untuk mencabut gugatan cerai yang klien saya layangkan kepada suaminya... Bisakah anda memprosesnya? " tanya pengacara Kate bernama Melda.


" Bisa saya lihat nomor registrasi dan juga nomor yang tertera di surat gugatan? " petugas di pengadilan agama itu bertanya.


Ibu Melda selaku pengacara Kate memberikan beberapa berkas yang dikeluarkan pengadilan agama beberapa waktu yang lalu. Meminta untuk pencabutan gugatan tersebut. Biasanya nanti akan ditanya alasan apa yang digunakan untuk melakukan pencabutan. Barulah semuanya diproses oleh pengadilan agama.


" Mohon tunggu sebentar.. Nanti kami akan kembali panggil.. " ujar petugas.

__ADS_1


" Baik... Terima kasih.. " Melda menunduk kemudian mengajak Kate untuk duduk di tempat tunggu.


" Maaf, harus membuat Anda mengantre... " ujar Melda merasa tidak enak pada Kate.


" Tidak apa bu Melda... Sekarang saya jadi ada kegiatan. Biasanya di rumah, saya hanya duduk saja dan melamun, sekarang saya jadi bisa keluar dan melihat ini semua... Tapi perlu saya bertanya, apakah setiap hari sebanyak ini orang yang datang kemari? Apa sangat banyak orang yang menginginkan perceraian? " tanya Kate yang sedikit takjub melihat pengadilan agama ramai orang.


" Tidak ada yang bisa dilakukan ketika seseorang sudah tidak lagi saling mencintai dalam sebuah hubungan rumah tangga. Tidak sejalan dan sepemikiran, terkadang bisa membuat rasa cinta menghilang begitu saja. Karena itulah banyak orang yang memilih bercerai daripada harus hidup dalam sebuah pernikahan yang bagi mereka seperti neraka.. " terang Melda,


Hati Kate terasa tersentil dengan ucapan pengacara pribadinya itu. Benar apa yang pengacaranya katakan bahwa dalam sebuah rumah tangga tanpa cinta saja sudah sangat berantakan, apalagi tidak sejalan dan tidak sepemikiran. Kate percaya bahwa tanpa itu semua pernikahan yang dijalani hanya sebuah neraka di kehidupan manusia. Kate pernah merasakannya saat itu, dan itu sangat menyakitkan.


Kate menatap satu persatu orang yang ada di pengadilan agama ini. Raut wajah mereka semua berbeda-beda. Ada yang senang, sendu, sedih, kecewa dan masih banyak lagi. Rasanya Kate bisa merasakan kesedihan mereka ketika menatap orang-orang ini. Siapa yang menginginkan perceraian dan kehancuran dalam sebuah hubungan pernikahan? Tentu saja tidak ada.


" Bukti itu sangat penting untuk proses pengajuan gugatan cerai. Tapi mediasi juga perlu, jika keduanya menolak mediasi dan memilih kekeh bercerai maka dengan begitu proses perceraian di mulai.. " Kate menganggu kan kepalanya mengerti.


Beberapa hari yang lalu dalam pikirannya sudah memikirkan apa saja yang mungkin terjadi ketika proses perceraian berlangsung. Jujur saja itu membuat Kate tertekan, tapi setelah sekarang dia mengubah keputusannya hatinya pun berubah menjadi lebih baik. Hatinya pun ikut membaik, ikut tenang, ikut merasakan kelegaan.


Sekitar lima belas menit menunggu, nama Kate dipanggil oleh petugas tadi dan diarahkan menuju ke sebuah ruangan yang ada di lantai empat. Di ruangan yang tertulis ruang mediasi itu, nantinya Kate akan ditanya -tanya perihal alasan pencabutan gugatan cerainya.

__ADS_1


Ditemani Melda, pengacara pribadinya, Kate langsung menuju ke lantai empat. Dia berusaha menenangkan hatinya agar semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada masalah yang berarti nantinya. Begitu sampai di ruangan itu, terlihat seorang wanita yang usianya lebih tua dari Kate tengah duduk di kursi tengah menatap Kate tersenyum.


" Selamat pagi nyonya de Niels.. Perkenalkan saya Soraya, disini saya bertugas sekedar untuk bertanya mengenai alasan Anda melakukan pencabutan gugatan perceraian.. Apakah anda keberatan dengan hal tersebut? " tanya wanita bernama Soraya itu.


" Tentu saja tidak ibu Soraya.. Saya Kate Keyleigh de Niels.. Salam kenal.. " Kate menjabat tangan Soraya kemudian duduk berhadapan dengan Soraya.


" Baik... Langsung saja ya, apa alasan Anda mencabut gugatan cerai Anda ini? " tanya Soraya tidak ingin basa basi.


" Saya masih mencintainya,, saya belum siap kehilangan dia dan suami saya juga sudah mengatakan penyesalan nya. saya berniat ingin sekali lagi memberikan kesempatan bukan hanya untuknya, tapi juga untuk saya sendiri. Saya ingin hidup bahagia bersama dengan suami saya. Kami memiliki mimpi bersama yang ingin digapai bersama karena itu saya mencabut gugatan cerai ini.. " cerita Kate.


" Apakah anda mendapatkan paksaan atau tekanan dari pihak kedua atau ketiga? " tanya Soraya.


" Tidak ibu Soraya.. Saya mengatakan ini semua dengan kondisi sadar tanpa ada tekanan dari siapa pun. Ini murni keinginan saya untuk kembali bersama suami saya. " jawab Kate.


" Pertanyaan terakhir nyonya de Niels... Apakah anda yakin dengan keputusan anda? " tanya Soraya


" Sangat yakin... " Kate menjawab dengan tegas dan yakin.

__ADS_1


Soraya bisa melihat kesungguhan Kate pun langsung mengangguk dan tersenyum pada Kate. Sungguh seorang wanita yang berhati besar karang berpikir untuk memberi kesempatan suaminya untuk berubah. Padahal dari yang Soraya tahu, kasus Kate ini juga mengatakan mengenai KDRT yang Kate alami. Tapi lihat sekarang, Kata tidak mempermasalahkan hal itu, fokusnya pada membangun kembali bahtera cinta mereka.


Kate begitu lega semuanya berjalan dengan lancar. Dia dan Melda pun memutuskan untuk pulang kembali ke rumah. Kate ingin beristirahat karena lelah yang menderanya. Hingga di tengah jalan, Kate melihat sosok orang yang dia kenal, tapi kenapa menjalani hidup ini dangan pilihan seperti itu...


__ADS_2