
Langit malam ini begitu indah ketika dipandang di rooftop sebuah hotel yang terdapat restoran mewah di sana. Langit malam yang indah ditemani dengan musik yang merdu, menenangkan hati siapa saja yang datang ke tempat ini. Tak terkecuali keluarga Keyleigh yang datang ke restoran ini untuk makan malam bersama. Berkumpul bersama dengan putri mereka.
Kate mengenakan dress panjang berwarna hitam, begitu kontras dengan kulitnya tapi semakin menambah kata elegan padanya. Dia sengaja mengajak orang tuanya untuk berkumpul bersama guna membicarakan sesuatu yang begitu sensitif mengenai keputusan yang telah diambil olehnya.
Kate sengaja memilih restoran ini karena suasana dan juga makanan yang dihidangkan sangat sesuai dengan selera kedua orang tuanya. Dan lagi jika ditempat umum, maka baik papa atau mamanya tidak akan berani untuk marah besar ketika mendengar keputusannya nanti.
" Sudah lama sekali ya rasanya kita tidak berkumpul seperti ini. Iya kan pa?" ujar mama Katharina memulai pembicaraan.
" Iya... Rasanya sejak Kate sibuk di kantor kit jadi jarang kumpul seperti ini.." papa Lionel mendukung ucapan sang istri. Kate yang mendengar itu hanya tersenyum saja tanpa berniat menanggapi.
" Tapi Kate... Kenapa tiba-tiba kau ingin berbincang dengan kami di tempat seperti ini? Apakah ada suatu yang penting? Atau apakah suami mu sudah menandatangani surat gugatan cerai mu?" mama Katharina mencerca Kate.
" Mama kebiasaan ya... Nanya itu satu,satu ma. Kalau semua mama tanya, aku jawabnya gimana..." protes Kate melihat kebiasaan mamanya muncul.
" Mama lagi antusias banget soalnya.. Maaf ya sayang.." mama Katharina nyengir kuda.
" Kita pesan makan dulu ya, baru setelah itu bicara.." ujar Kate ketika seorang pelayan berjalan ke arah mejanya.
__ADS_1
Kate dan kedua orang tuanya memesan beberapa hidangan yang dirasa sesuai dengan selera mereka. Kate yang memang sangat menyukai masakan western pun memilih beberapa menu hidangan western. Lain dengan kedua orang tuanya yang memesan menu yang lain dengan Kate.
Papa Lionel memesan wine dengan harga fantastis malam ini. Dia ingin merayakan berkumpulnya keluarganya setelah sekian lama sama-sama sibuk di dunia bisnis hingga jarang untuk berkumpul bersama. Kate tentu mendukung keputusan papanya karena berkumpulnya mereka ini memang patut untuk dirayakan.
" Apa sekarang hati kamu sudah lega? Semua masalah kamu sudah ditangani dengan baik oleh Galen.. Kita satu keluarga berhutang budi padanya.." ujar Lionel membuka kembali pembicaraan mereka yang sempat terhenti karena pelayan yang datang tadi.
" Apa papa sudah tahu semua masalah yang terjadi antara aku dan kak Gaffi? Termasuk dengan perjanjian yang aku buat dengannya dan kenapa aku bisa berada di posisi ini, papa dan mama sudah tahu semuanya?" tanya Kate sebelum menjawab pertanyaan dari papa Lionel.
" Kami sudah tahu nak... Maaf karena tidak ada di samping mu saat itu. Kami tidak menyangka ternyata semuanya serumit ini.." Lionel tertunduk menyesal.
" Jika kalian sudah tahu maka aku tidak akan menutupi apapun sekarang. Perasaan ku saat ini bimbang.. Aku tidak tahu apakah yang aku perbuat ini benar atau justru akan membuat semua orang semakin terluka, terutama Carmel. " Kate tersenyum.
Hidangan telah tersaji di depan anggota keluarga Keyleigh ini. Terlihat begitu menggiurkan sehingga perut siapa yang kenyang akaan terasa lapar lagi. Sesuap mereka mencoba bagaimana rasanya, dan mereka begitu puas dengan rasa yang sangat enak dilidah ini. Setiap masakan memiliki keenakan sendiri, rempah yang begitu terasa, bahan yang segar dan penyajian yang menarik, maka nilai sempurna akan Kate berikan jika dia menjadi juri diajang memasak.
" Tolong dicatat ya ma, nama restoran ini karena ini restoran recommended banget nanti jika aku mau ketemu sama klien.." ujar papa Lionel ditengah makannya.
" Iya pa.. Nanti kalau mama mau adain acara sama istri kolega papa juga bakal ngajak mereka ke sini. Pasti semua pada suka.." mama Katharina juga terlihat sangat antusias.
__ADS_1
Kate pun hanya tersenyum. Tempat ini adalah rekomendasi dari Marcello. Katanya dokter psikolog Kate ini, restoran ini pastinya akan mampu membuat kedua orang tua Kate akan memahami keinginan putri mereka karena dalam pembicaraannya tidak akan ada emosi. Tempat yang tenang ini pasti mampu menghasilkan pembicaraan yang baik diantara mereka.
Kate pun merasa tidak akan ada yang salah jika mencoba hal ini sesuai saran dari Marcello. Apalagi jika benar nantinya hasil dari pembicaraan ini akan mengarah ke sesuatu yang lebih baik lagi. Karena itu disinilah Kate sekarang, restoran yang Marcello rekomendasikan. Kate sudah berjanji jika benar karena tempat ini maka pembicaraannya akan berhasil, maka Kate akan memberikan hadiah untuk Marcello.
Semua hidangan sudah habis tanpa sisa, karena enak dan bahkan lezat membuat ketiga anggota keluarga Keyleigh ini enggan untuk menyisakan nya. Akan sangat sayang sekali jika makanan yang enak berakhir di dalam tempat sampah.
Merasa sudah tepat waktunya, maka Kate pun memulai pembicaraan yang sejak tadi sudah ingin dia sampaikan. Berharap semoga saja kedua orang tuanya akan mengerti.
" Pa, Ma, apa yang akan aku katakan ini adalah keputusan yang sudah aku buat tanpa adanya campur tangan orang lain. Keputusan ini berasal dari hati ku sendiri karena ini yang aku inginkan..." Kate menjeda sejenak ucapannya. Lionel dan Katharina dengan sabar menantikan putri mereka sampai selesai bicara.
" Kate akan pergi ke luar negeri untuk berobat, tempatnya dimana masih belum Kate putuskan tapi memang Kate akan pergi lebih dulu untuk menyembuhkan sakit ini agar ke depannya Kate tidak akan mengalami hal buruk lagi karena penyakit ini..Tapi..." Kate terlihat ragu.
" Tapi Kate tidak akan meminta bercerai dari kak Gaffi. Artinya Kate akan mencabut gugatan cerai Kate pada kak Gaffi.. Kate ingin memberi kak Gaffi kesempatan terakhir dan juga memberi kesempatan pada Kate sendiri untuk bahagia. Kate mencintai kak Gaffi, pa ,ma.." Kate menunduk karena tidak berani melihat bagaimana wajah kedua orang tuanya saat ini setelah mendengar apa yang dia ucapkan.
Gugatan cerai yang dilayangkan Kate pada Gaffi adalah atas keinginan kedua orang tuanya. Menurut orang tua Kate, apa yang Gaffi lakukan adalah sesuatu yang sudah sangat keterlaluan. Jadi jika harus memberi kesempatan maka dengan jelas kedua orang tua Kate akan menolaknya.
Baik Lionel maupun Katharina terkejut mendengar ucapan putri mereka. Memberi kesempatan terakhir pada Gaffi kemudian membuat putri mereka menderita sekali lagi, jelas orang tua mana yang akan tega mengantarkan putri mereka pada sebuah kisah yang penuh derita itu.
__ADS_1
Kate menunggu dengan hati yang harap-harap cemas mengenai tanggapan dari kedua orang tuanya. Kate untuk pertama kalinya merasa takut berhadapan dengan kedua orang tuanya, seperti seorang anak yang tengah melakukan kesalahan dan kepergok oleh orang tuanya.