MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Mereka yang tidak baik-baik saja


__ADS_3

Setelah kepergian Iden, Kate hanya termenung menatap jendela kamarnya lagi. Hal dia lakukan sejak tadi, sebelum Iden datang membawa bunga dan kue buatan omanya. Rasanya sungguh aneh sekali hati Kate saat ini, dia seperti memiliki keraguan pada hubungan dengan Gaffi dan Iden. Tapi bisa Kate rasakan ketakutannya saat mendengar Gaffi tidak baik-baik saja. Tapi saat melihat Iden seperti itu, entah kenapa hati Kate juga tidak baik-baik saja.


Kate menatap ke arah pintu kamar rawat inap nya ketika melihat pintu itu terbuka dan masuk kedua orang tuanya. Meski suasana hatinya buruk, Kate tetap memaksakan tersenyum di depan orang tuanya. Kate tidak ingin kedua orang tuanya terbebani dengan masalah yang Kate buat sendiri saat ini.


" Kate,, itu bunga dari siapa? " tanya Katharina karena dia ingat betul tadi sebelum meninggalkan tempat ini dia tidak melihat ada bunga di kamar putrinya.


" Teman Kate, ma.. Tapi sudah pulang.. " jawab Kate masih dengan tersenyum.


" Kata dokter besok kamu sudah boleh pulang, soalnya nanti malam masih harus mendapatkan pemeriksaan terakhir dari dokter. Beruntung demam kamu hanya karena kelelahan dan banyak pikiran, bukan gejala penyakit serius lainnya.. " terang Katharina seperti yang dokter tadi sampaikan padanya dan suami.


" Iya ma.. Soalnya Kate udah bosen di rumah sakit terus.. Mana bau obat sama desinfektan, lagi.. " Kate mencebik.


" Makanya jangan sampai sakit nak.. Ini mending kamu juga dua malam saja, coba itu si Gaffi kemarin sampai hampir seminggu lamanya dia di..... rawat.. " Katharina langsung memerankan suaranya ketika melihat Kate tertunduk sedih.


" Aduh keceplosan mama.. " bisiknya ke telinga sang suami. Lionel tidak bisa berbuat banyak jika mulut ember istrinya sudah mendominasi. Karena mau bagaimana pun tidak akan bisa dihentikan, satu kejelekan tapi juga keistimewaan dari sang istri.


" Kamu istirahat aja Kate, biar cepet sembuh.. " Kate mengangguk menanggapi ucapan papa Lionel.


**********

__ADS_1


Di sebuah apartemen mewah, seorang pria terus meracau tidak karuan sambil menikmati minuman beralkohol yang sudah kesekian botol dia tenggak. Pria ini dalam kondisi hati yang tidak baik karena baru saja mendapati kenyataan bahwa wanita yang selama beberapa tahun ini dia kejar, nyatanya adalah istri orang. Hati pria ini hancur sekali, merasa sia-sia perjuangannya selama ini.


" Heh... Rebut saja toh hubungan mereka tidak baik.. Hikkk... Jangan nyerah... Hikk.. " ucap Iden menatap sebuah cermin besar di apartemennya.


Pria yang tengah patah hati ini adalah Iden. Sepulang dari rumah sakit dia sudah langsung mengunci diri di apartemennya dan minum beralkohol untuk melepaskannya rasa sakit hatinya ini. Bukannya membaik, suasana hati Iden semakin buruk saja, sehingga membuat dirinya mabuk berat seperti ini.


" Tidak bisa.. mereka sudah punya anak... Hikk" ucap Iden dengan raut wajah sedihnya.


" Hei,, tak apa.. Bisa kau anggap anak mu juga nanti.. Hikk.. " ucapnya Iden kini menampilkan raut wajah orang marah. Sejak tadi seperti ini, Iden menatap cermin dengan berbagai ekspresi sambil berbicara tidak jelas. Seperti orang yang tengah berbicara ini adalah beberapa Iden, nyatanya hanya satu pria mabuk saja.


" Kalian ini bicara apa... Hikkk.. Tentu saja Iden harus berjuang untuk mendapatkan Kate... Hikk.. Kan selama ini... selama ini Kate mau dekat dengan Iden.. Hikk..Hikk... "


" Huuuaaaaaaaa..... Aku patah hati,, huaaaaaa.... Tolong aku... Aku patah hati..... "


Iden sudah tepar sekarang, tepat saat pintu apartemennya terbuka dan masuklah asisten laknatnya. Rasanya ingin ketawa melihat penampilan bos nya saat ini, tapi juga merasa kasia melihat untuk pertama kalinya tampilan si bos yang tengah patah hati. Dunia memang tidak adil untuk bosnya. Mengejar cinta satu wanita yang nyatanya sejak awal sudah dimiliki pria lain.


" Bos... Hoek... Kenapa bau alkohol sampai separah ini... Hoek... " asisten Iden sampai mual mencium aroma neraka dari tubuh bosnya.


" Patah hati... ya patah hati bos.. Tapi jangan begini juga... Ya ampun.. " gerutu asisten Iden yang kini memapah bosnya masuk ke kamar.

__ADS_1


" Kate... Kamu Kate ya,, untung kamu ke sini Kate... Tolong aku Kate... Mmmmmmuuuuuu.... "


" Bos..... "


BRUK..


Asisten Iden langsung mendorong bosnya hingga terjungkal ke lantai saat dengan gilanya bosnya ini menganggapnya Kate dan hendak menciumnya.


" Hiiiii... Gini amat ya, kalau jomblo sejati patah hati.. " asisten Iden langsung kembali membopong tubuh Iden dan melemparnya ke ranjang.


" Coba kalau tadi aku rekam ya,, pasti seru tuh.. Gimana bos nanti lihat kalau dia hampir nyosor aku.. Hahahahahaha... Alamat.. pecat lah.. " celoteh asisten Iden tidak jelas.


Setelahnya dia segera keluar dari kamar bosnya sebelum ada tindakan pelecehan lainnya yang pastinya akan keduanya sesali seumur hidup mereka nanti. Asisten Iden pun membersihkan kekacauan yang dibuat oleh bosnya. Dari sudut ke sudut semuanya dia bersihkan karena sebenarnya Iden itu pecinta kebersihan. Hanya di momen tertentu saja Iden jadi jorok seperti saat ini.


**********


Di Milan, Gaffi tengah menemani Carmel tidur karena seharian ini dia terus bersama dengan Carmel. Hari ini dan besok dia izin cuti dari rumah sakit. Tentu saja boleh toh dia pemilik rumah sakit itu. Dan lagi ada banyak dokter yang bisa menggantikannya. Gaffi butuh waktu sejenak untuk membahagiakan putri kecilnya yang selalu dia abaikan sejak setiap masalah menghampiri hidupnya.


Kemarin Gaffi benar-benar meledak di sekolahan Carmel saat wali murid dari anak yang membully Carmel menyepelekan kejadian ini. Gaffi bahkan mengancam mereka sebagai anggota keluarga de Niels hingga mereka ketakutan dan akhirnya benar-benar menanggapi tuntutan Gaffi agar anak-anak mereka di didik dengan baik.

__ADS_1


" Tidak akan daddy biarkan lagi, Orang-orang menghina ataupun mengejek mu my Girl. Kamu adalah putri Gaffi de Niels, tidak akan ada yang berani menyakiti mu, daddy janji itu. Sekarang daddy akan fokus untuk membangun dunia dimana kamu bisa hidup baik di sana tanpa ada yang berani mengganggu mu ataupun berbuat yang tidak baik pada mu.. " gumam Gaffi kemudian mencium kening Carmel dan ikut terpejam masuk ke alam mimpi menyusul sang putri.


" Sorry Bell, aku membuat anak kita kesakitan dan kesepian.. "


__ADS_2