MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Tidak memerlukan alasan


__ADS_3

Kondisi Gaffi masih lemah ditambah dengan kabar berita tentang Kate yang dia dengar dari Galen. Hal itu semakin membuat fisik dan hati Gaffi lemah dari hari ke hari. Kepalanya sering sakit dan hatinya sangat sesak karena itu semua, dia sudah seperti pasien yang memiliki riwayat penyakit parah dan susah sembuh, padahal masalahnya hanya ada di dalam hatinya saja.


Pagi ini dia ditemani oleh dokter yang selama bertahun-tahun dia abaikan hanya karena menjaga hati dari Kate. Tapi kini Gaffi bahkan tidak lagi menghindar, ketika dokter Thalia berada di jarak kurang dari satu meter dengannya.


Thalia selama ini sudah mendengar banyak cerita tentang Gaffi, termasuk Gaffi yang berselingkuh ketika menikah dengan istri keduanya. Tapi alasan seorang Gaffi sampai berselingkuh tidak ada yang tahu. Thalia juga tidak percaya Gaffi bisa berselingkuh tanpa sebab, dilihat dari Gaffi yang menghindarinya selama ini, pasti ada alasan kenapa Gaffi memilih selingkuh dari istrinya.


Begitu Thalia mendengar bahwa Gaffi masuk rumah sakit karena OD obat anti depresan, membuat Thalia terkejut setengah mati dan mulai memahami situasi yang tengah dijalani oleh Gaffi saat ini. Thalia merasa kasian, juga marah pada wanita yang menjadi istri Gaffi. Kenapa menempatkan Gaffi pada posisi yang sulit seperti ini jika masih ada kata cinta untuk Gaffi.


" Beruntung sekali efek samping obat itu tidak sampai menyebabkan fungsi organ tubuh anda bermasalah.. Lebih baik jangan lagi dilanjutkan, pergi saja untuk healing, itu jauh terasa lebih baik.. " ucap Thalia yang mengupas apel untuk Gaffi. Dia sudah selesai kerja, memilih tinggal sebentar untuk melihat kondisi Gaffi.


" Akan lebih baik jika itu berakibat buruk untuk ku dan aku lekas pergi menyusulnya.. " ucap Gaffi acuh duduk bersandar di ranjang dengan mata kosong menatap lurus ke depan.

__ADS_1


" Apakah ucapan itu pantas diucapkan oleh seorang dokter? " sentak Thalia yang geram melihat tingkah Gaffi.


" Saya akan pergi dengan bangga jika wanita itu benar-benar bisa melebihi saya dalam mencintai anda.. Tapi kalau ternyata cintanya pada anda hanya bisa diukur dengan benda di dunia ini, maka saya tidak akan pergi karena itu hanya membuat harga diri saya terluka.. " ucap dokter Thalia menatap Gaffi dengan raut wajah tidak terbaca.


Gaffi tentu saja kaget mendengar ucapan dari dokter yang dia tahu dengan terang-terangan mengucapkan cinta padanya di depan semua staf di rumah sakit. Bahkan dengan tidak tahu malunya, wanita ini mengucapkan hal tersebut padahal dia tahu tentang status Gaffi. Sekarang ini mendengar ucapan wanita ini, semakin membuat Gaffi merasa dirinya tidak pantas untuk dicintai setelah apa yang dia lakukan dulu.


" Anda pasti sudah dengar kisah saya kan, kenapa masih bersikeras tetap berada di tempat anda dan berakhir anda terluka.? Banyak pria yang lebih baik dari saya di dunia ini.. " ucap Gaffi mulai menatap wajah dokter Thalia yang memang sangat cantik. Berbeda dari wajah Kate yang cantik imut, Thalia memiliki wajah yang cantik dewasa. Pria normal pasti akan tertarik padanya.


" Nah... Itu yang paling membuat Anda terlihat begitu menawan, senyum dan tawa Anda.. Tapi apa anda tahu bahwa kedua hal itu hanya beberapa kali saya lihat sejak saya bekerja disini. Apakah mahal sekali harganya? Berapa katakan pada saya, akan saya bayar.. " Thalia menantang Gaffi dengan mengeluarkan kredit cardnya.


" Hahahaha... Anda bisa saja.. Saya tidak tertawa dan tidak tersenyum karena tidak memiliki alasan untuk itu.. Jangan berlebihan.. "

__ADS_1


" Tapi asal anda tahu, untuk tertawa dan tersenyum, kita tidak membutuhkan banyak alasan.. Terlalu banyak memikirkan alasan justru membuat Anda kehilangan arti dari sebuah tawan dan senyum.. "


Gaffi menatap Thalia yang langsung acuh setelah mengatakan kalimat yang sebenar nya sukses membuat Gaffi tertampar. Tawa dan senyum bukan ada karena sebuah alasan, tapi ada karena kita tengah merasa senang atas apa yang kita jalani, dan bersyukur atas apa yang kita Terima. Lalu kenapa hal sesederhana ini Gaffi bisa tidak menyadarinya dan terpuruk dalam kubangan penyesalan dan tidak bisa begitu saja pergi dari sana.


Gaffi tersenyum, setidaknya Thalia bukan orang jahat yang memanfaatkan keterpurukan orang lain demi kepentingannya. Wanita ini bahkan menghiburnya dan menguatkannya. Gaffi berhutang budi pada wanita dia anggap menyebalkan itu.


" Terima kasih dokter Thalia.. Anda cocok sekali menjadi pelawak jika seperti ini. " ujar Gaffi sangat tulus sekali.


" Anda berterima kasih atau menghina? Tapi jika ucapan saya bisa mengubah saja sedikit pandangan anda tentang hidup yang anda jalani, saya benar-benar bersyukur untuk itu. Setidaknya sekali saja anda akan menganggap saya berarti di hidup anda.. Yah,, walau hanya sebagai teman saja."


Gaffi mengangguk, syukur jika Thalia menyadari bagaimana Gaffi menempatkan nya di dalam hidup Gaffi. Karena setelah apa yang Gaffi alami, dia tidak bisa begitu saja memberikan harapan yang hanya akan membuat seseorang justru merasa sakit karena hal itu. Cinta dan kasih sayang, seharusnya membuat orang bahagia, bukan bersedih dan terluka. Begitulah menurut apa yang Gaffi selama ini pelajari dari istrinya, Bellvania.

__ADS_1


__ADS_2