MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
jodoh yang telah usai


__ADS_3

Suasana di sebuah mansion yang selama beberapa hari ini terkesan sepi dan suram, kini berubah menjadi penuh dengan keceriaan. Kehadiran balita perempuan yang cantik, mampun membuat suasana di mansion ini berubah menjadi lebih baik dan hangat.


Hari ini Galen dan mommy Noura membawa Carmel untuk bertemu dengan Kate. Sesuai janji Gaffi semalam, hanya Carmel saja yang akan bertemu dengan Kate. Baik Carmel maupun Kate, keduanya sama-sama bahagia ketika bisa bertemu kembali setelah hampir satu bulan keduanya terpisah.


" Dia merindukan mu sampai rewel terus seharian. Padahal mommy sudah memanggil Gaffi juga masih saja Carmel tetap tidak mau diam..." adu mommy Noura.


" Lihat, bersama dengan mu dia tertawa terus sejak tadi..." mommy Noura menambahkan.


" Iya mom... Ehmmm Mom... Apa Mas Gaffi baik-baik saja?" Kate malu-malu bertanya.


" Kamu masih aja mau perhatian sama anak nakal itu, Kate..."


" Dia baik... Selama ini dia tinggal di apartemen miliknya yang dekat dengan rumah sakit. Cuma sekarang ini badannya agak kurusan Kate. Mungkin karena pengaruh sering begadang kali ya. Kan sudah jadi dokter biasa layaknya pegawai lain, jadi kadang dapat shift malam." mommy Noura tersenyum.


Kate mengangguk dan tersenyum, meski begitu di dalam hatinya yang terdalam dia teramat merindukan suaminya itu. Meski Kate ingin berpisah, namun sebenarnya Kate masihlah amat mencintai sosok Gaffi. Hanya saja keduanya tidak lagi bisa bersama karena sama-sama akan saling menyakiti nantinya. Jadi lebih baik tidak bersama..


Kate melampiaskan rasa rindunya pada Gaffi dengan melihat wajah Carmel sepuas-puasnya. Carmel sangat mirip sekali dengan Gaffi ketika masih kecil, perbedaannya hanyalah jenis kelamin mereka. Mata Carmel juga biru cemerlang sama seperti daddy nya. Senyumnya dan yang paling mirip adalah bentuk wajahnya.


Kate ingat saat itu Bellvania bercerita padanya tentang wajah putrinya yang sama sekali tidak mirip dengannya. Dia yang mengandung selama sembilan bulan sepuluh hari, dan juga mengalami sakitnya melahirkan, namun putrinya justru mirip dengan suaminya.Kate terkekeh mengingat kejadian itu.


" Carmel jangan nakal ya... Kasian daddy kalau Carmel rewel.. Mama nggak bisa nemenin Carmel lagi, tapi mama sangat sayang sama Carmel..." putri Gaffi itu melihat dengan seksama wajah sang mam. tatapan Carmel begitu intens seolah dia tahu bahwa dalam masa depannya mungkin tidak akan sosok mama ini lagi.


Kate meneteskan air matanya karena sedih yang teramat. Berpisah dengan Gaffi berati juga berpisah dengan putrinya, dan itu teramat berat bagi kate yang memang sudah jatuh hati pada baby carmel sejak pertama kali bertemu. Tapi apa boleh dikata, semuanya sudah terencana dengan baik dan dirinya hanya perlu menjalankannya saja.

__ADS_1


" Mom, maaf tadi aku nggak masak. Mommy mau aku pesankan makanan untuk makan siang?" tanya Kate merasa tidak enak.


" Carmel sudah tidur Kate?" mommy Noura balik bertanya... Kate mengangguk.


" Nggak usah pesen makanan sayang.. Mommy tadi sudah bawa makanan dari mansion.." mommy Noura menambahkan.


" Emangnya mommy masak apa? Ada nggak mom yang masakan dari Indonesia, apa itu ya namanya yang jadi makanan favoritnya Gege itu mom?" Kate lupa apa nama makanan Indonesia yang biasa dimasak mommy Noura untuk Geya.


" Maksud kamu sambal goreng?"


" Iya mom... Sambal goreng kentang ditambah sama tahu, bener kan mom?"


" Kebetulan banget mommy memang bawa sambal goreng sama opor ayam sayang... Yuk kita makan, mumpung baby Carmel nya sudah tidur..." ajak mommy Noura yang langsung dengan sigap menyiapkan peralatan makan.


Satu hal yang paling disyukuri Kate bisa masuk ke dalam keluarga de Niels adalah bisa mengenal yang namanya masakan Indonesia karena mommy Noura memang lahir dan besar di Indonesia. Kate berasa beruntung bisa menikmati sesuatu yang luar biasa lezatnya.


" Hmmmm.... Masakan mommy memang yang paling the best pokoknya..." Kate memuji dengan mulut yang penuh dengan makanan.


" Kalau kamu suka berarti harus makan yang banyak ya... Biar nggak kurusan, tuh kamu kelihatan kurus banget Kate.." mommy Noura menuangkan nasi lagi ke piring Kate.


" Makasih mom, tapi ini sudah cukup...Nanti nggak habis mom.." Kate berusaha menolak.


" Nggak habis apanya, lihat saja nanti pasti kamu nambah lagi.." mommy Noura terlihat bersemangat sekali siang ini.

__ADS_1


Kedua wanita dengan paras yang sangat cantik meski di rentan usia yang cukup banyak, begitu menikmati makan siang ala rumahan. Mommy Noura tidak berhentinya menyodorkan lauk dan sayur pada menantunya, atau bisa dibilang mungkin sebentar lagi mereka bukanlah mertua dan menantu lagi.


Mommy Noura menyayangkan apa yang terjadi di dalam rumah tangga putranya yang nomor tiga. Tidak tahu bagaimana mommy Noura seharusnya berucap pada keduanya untuk tidak berpisah. Namun mommy Noura sadar seberapa dalam luka yang diberikan Gaffi pada Kate dan juga seberapa besar pengaruh itu semua pada penyakit mental Kate.


" Mom.. Terima kasih atas makanannya yang lezat ini ya... Kalau nggak merepotkan boleh nggak mom kalau aku minta mommy masakin aku nasi goreng yang sama seperti biasanya mommy buatin Gaffi untuk makan malam aku?" Kate nyengir kuda karena malu meminta pada mertuanya.


" Tentu... Kalau kamu pengen makan apa aja yang sekira kamu lagi pengen banget, kamu bisa hubungi mommy sayang. Kamu simpen nomor ponsel mommy kan?" Kate mengangguk mantap.


Malam harinya sebelum mommy Noura pulang, dia masih menyempatkan diri memasak nasi goreng untuk Kate yang sama seperti biasanya Gaffi minta. Kate sedang bermain dengan Carmel di ruang tengah, membiarkan mommy Noura memasak seorang di dapur. Namun karena sendiri inilah, mommy Noura akhirnya bisa meluapkan emosinya.


Sambil memasak, terlihat beberapa kali mommy Noura menghapus air mata yang mengalir tanpa bisa ditahan. Sebagai seorang ibu, hatinya hancur karena putranya kan kehilangan seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. Sebagai seorang mertua, mommy Noura kan kehilangan menantu yang luar biasa baik dan sempurna dimatanya untuk yang kedua kalinya.


Mommy Noura akan kembali ditempatkan di posisi yang melihat cucunya kan tumbuh besar tanpa adanya ibu di sampingnya. Malangnya nasib cucunya yang satu ini. Cucu pertamanya, yang ketika lahirnya sama sekali mommy Noura tidak ada di sana.


" Benarkan jodoh mereka hanya akan sampai disini Tuhan? Kenapa rasanya begitu menyesakkan?" batin mommy Noura tidak sanggup menerima takdir yang menurutnya kejam ini.


Tidak pernah bisa dibayangkan oleh siapapun bagaimana perasaan dari Kate dan Gaffi yang menjalani pernikahan yang tidak bisa dikatakan sempurna itu. Apalagi ketika keduanya menyadari perasaan masing-masing, keduanya harus merelakan untuk saling melepaskan satu sama lain.


Di sebuah ruangan yang gelap, hanya ada secercah cahaya dari layar laptop yang masih menyala. Di depan laptop itu, terlihat seorang pria tengah menangis ketika melihat wajah dari wanitanya yang telah dia rindukan beberapa waktu belakangan ini.


Terlihat wanitanya tengah bermain bersama dengan putri kecilnya. Tertawa, ekspresi yang dia rindukan ingin dia lihat kembali. Kini, akankah benar bahwa wanitanya ini akan meninggalkannya. Kini benarkah dia harus rela melepaskan wanitanya agar wanita itu bahagia.


" Apakah kau akan bahagia jika pergi dari ku?"

__ADS_1


__ADS_2