
Carmel's Flower, sejak tadi pagi terus menerus dipenuhi oleh pengunjung yang sekedar untuk minum kopi ditemani dessert lezat, maupun membeli bunga. Cafe kudapan yang Kate rencanakan waktu itu sudah dibuka dua hari ini. Respon dari pengunjung juga baik dan Kate merasa dirinya telah berhasil melakukan apa yang dia rencanakan, meski dia tidak boleh berbangga diri agar dia bisa berkembang.
Setiap harinya Kate selalu membuat roti dan cemilan lainnya yang berbeda-beda. Tidak hanya kue basah saja, kue kering pun ada disini. Kate mempelajari semua kue yang ada di dunia ini dan mencoba membuatnya. Dirasa jika itu enak dan sesuai lidah masyarakat di kota ini, maka Kate akan memasukan kue itu dalam daftar kue buatan Kate.
Pasaran Kate tidak hanya fokus pada pekerjaan kantoran dan anak sekolahan, dia juga mengincar pasaran ibu-ibu dan Kate juga membuat kue yang bisa dimakan oleh anak dibawah dia tahun juga. Semua lingkup Kate dalami sehingga dua hari ini Carmel's Flower bahkan penuh sesak dengan pelanggan yang datang.
Toko bunga dan cafe kecil ini saling memberi pelanggan satu sama lain. Jika ada pembeli bunga, kadang mereka juga akan membeli kue atau minuman, begitu pula sebaliknya. Pendapatan Carmel's Flower juga naik hampir tujuh puluh persen. Kate bersyukur untuk itu dan mencoba untuk mempertahankan itu semua. Biasanya masyarakat mudah bosan dan Kate mengantisipasi agar tokonya tidak terkena dampak rasa bosan pelanggannya
" Kak ini kue nya... Dan tolong ini quisioner ini ya kak. Kami membutuhkan saran dari kakak untuk ke depannya bisa lebih baik dari sebelumnya.. Saran dan kritik kakak sangat membantu kami nantinya.. " ujar pegawai Kate. Semenjak cafe dibuka, Kate menambah pekerja sekitar empat orang untuk menangani masalah cafe.
" Kami nanti akan mengisinya kak.. " si pelanggan menyanggupi.
" Terima kasih kak... Selamat menikmati.. "
__ADS_1
Mengisi pertanyaan seperti ini memang sengaja Kate rencanakan agar dia bisa melihat yang menjadi favorit para pelanggan itu yang seperti apa. Kate juga lebih bisa mengolah dengan baik jika ada yang mengkritiknya, tentu saja harus kritik yang bersifat positif, bukan hujatan atau hinaan. Karena ini semua demi kemajuan dari toko kue Kate, agar bisa bertahan dalam persaingan dengan toko kue lainnya.
" Sudah dua hari dibuka, makin banyak aja yang datang ya.. Jadi seneng lihat toko ini ramai pengunjung.. " ujar Calosa yang berdiri di pintu pembatas cafe dengan toko bunga.
" Hm... Seneng jadinya lihat Kate nggak lagi ada waktu buat melamun. Sebelumnya kan, sering banget dia itu melamun. " Kanaya ikut mengomentari.
" Bener kak.. Tapi kalau boleh tahu..... " Calosa menatap sekeliling sebelum melanjutkan ucapannya, " Kak Kate itu sering melamun karena apa sih kak? " tanya Calosa sambil berbisik.
" Suaminya lah.. Kan mereka LDR entah untuk berapa lama. " Calosa terkejut kalau mendengar Kate ternyata sudah menikah.
" Salah mereka sendiri tidak bertanya dulu pada wanita yang mereka sukai, apakah sudah memiliki suami atau masih single." ucap Kanaya acuh.
Kanaya sendiri memang sudah tahu tentang kehidupan Aerith karena dia adalah seseorang yang oleh kedua orang tua Kate minta dengan khusus menjadi asisten pribadi Kate selama di negera ini. Karena itu, sebagai seseorang yang memang akan menjadi orang terdekat Kate disini, Kanaya wajib mengetahui tentang kehidupan Kate guna membantu Kate bisa ada masalah berkaitan dengan masa lalu Kate.
__ADS_1
Terkadang Kate sendiri sering bercerita pada Kanaya tentang kehidupannya. Termasuk tentang nama Carmel yang diambil Kate sebagai nama toko bunganya. Kanaya tahu bahwa nama itu merupakan nama anak perempuan dari suami Kate. Kanaya pun tahu bahwa Kate menikahi duda yang memiliki anak satu.
" Kak,, kenapa suami kak Kate tidak pernah datang kemari? Apa hubungan mereka tidak akur?" tanya Calosa penasaran. Tidak salah juga jika ada yang bertanya perihal itu. Seorang wanita yang menikah tapi tidak pernah dikunjungi oleh suaminya pasti memunculkan bermacam-macam pertanyaan di dalam benak mereka. Jadi sama sekali bukan salah seseorang yang penasaran itu, karena Kate memberikan kesempatan mereka untuk penasaran dengan sosok suaminya.
" Singkat cerita, kau tahu kan Kate kemari untuk berobat, dan suami Kate termasuk salah satu orang yang membuat Kate memiliki riwayat penyakit mental.." ujar Kanaya.
" Lalu, apa keduanya sekarang ini berpisah?" Calosa semakin penasaran dengan cerita dari Kanaya yang setengah-setengah itu.
" Tidak... Karena menurut cerita Kate, yang membuat suaminya begitu juga karena Kate yang telah membuat suaminya kehilangan sesuatu yang dianggap berharga oleh suaminya. Dan ketika mereka hendak berpisah, keduanya sama-sama menyadari bahwa mereka berdua sama-sama saling mencintai. Sehingga, perpisahan jarak dan waktu ini, untuk keduanya sama-sama instrospeksi diri, agar ke depannya jauh lebih baik.." keduanya langsung diam ketika melihat Kate akan segera melewati tubuh mereka.Jelas mereka pasti tidak ingin jika mereka ketahuan sedang menggosipkan orang yang bersangkutan.
" Sungguh malang sekali, saling mencintai juga saling menyakiti. Hubungan yang aneh untuk ukuran seorang keluarga." ujar Calosa.
Kanaya membenarkan ucapan Calosa. Gaffi dan Kate memang seperti landak, mereka saling menyayangi tapi jika dekat mereka akan saling menyakiti dengan duri mereka. Entah apa yang dilakukan Gaffi sampai membuat Kate sesakit itu, Kanaya tidak tahu karena Kate dan kedua orang tuanya hanya menceritakan garis besarnya saja.
__ADS_1
Kanaya sebenarnya iba para Kate, usia masih muda, cantik, bertalenta, dari keluarga terpandang, dan memiliki latar belakang pendidikan yang bagus. Kurang apa sebagai perempuan, jelas kriteria Kate akan menjadikan dirinya sebagai menantu idaman dan istri idaman. Mungkin dasar suami Kate saja yang buta jadi tidak nampak banyaknya kelebihan dari seorang Kate Keyleigh.