MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Kegagalan kedua


__ADS_3

Sejak malam lelang di Berliana Group semalam, Galen terus diliputi perasaan gelisah dan merasa bahwa akan ada hal besar terjadi pada kehidupan Gaffi. Niat hati ingin mengadakan rapat bulanan pun, terpaksa Galen tunda karena tidak bisa fokus pada jalanan rapat pagi ini.


Galen kembali ke ruangannya setelah mengakhiri rapat secara sepihak dengan semua jajaran dewan direksi dan petinggi di JN Group. Galen mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Gaffi. Setidaknya dia bisa tenang jika Gaffi mengangkat telefon darinya. Namun hingga panggilan kelima pun, Gaffi tak kunjung mengangkat telefonnya. Perasaan Galen semakin tidak enak karena hal itu pun memutuskan untuk mendatangi mansion Gaffi.


" Kau yakin Gaffi tidak di rumah sakit? " tanya Galen pada asistennya yang dia pinta mengecek keberadaan Gaffi di JN CS HOSPITALS.


" Yakin tuan... Sekarang ini tuan muda ketiga berada di mansion karena semalam ada pasien gawat darurat.. " ucap asisten Gaffi yakin.


" Ok... Terima kasih... " Galen memutuskan panggilan sepihak.


Mobil mewah sport terbaru berwarna hitam pekat itupun melaju menuju ke kawasan tempat tinggal keluarga de Niels yang berada di kawasan elite di Milan. Galen terus berpikir hal buruk apa yang mungkin bisa terjadi, tapi dari semua pemikiran itu, satu yang ditakuti Galen,, nasib Carmel, keponakannya.


Keadaan mansion sepi dari luar, semakin membuat perasaan Galen tidak karuan paniknya. Setengah berjalan cepat Galen pun sudah memasuki mansion Gaffi, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara teriakan Kate di lantai dua.


" The end.... " gumam Galen dalam hati.


Galen pun hendak ke atas untuk menemui adiknya dan adik iparnya, tapi raut wajah Galen langsung berubah tegang dan takut saat melihat tubuh seseorang yang dia kenal, terjatuh di tangga dan sampai menghantam lantai satu.


Degh... Degh... Degh...


Suara riuh di depan sana membuat Galen tersadar bahwa dia harus bertindak sekarang ini. Tapi, sekali lagi Galen dikejutkan karena melihat adik kembarnya, dalam keadaan polos dan juga seorang wanita yang juga dalam kondisi yang sama dengan Gaffi, terlihat di lantai dua. Mata Galen berkilat amarah yang tidak lagi mampu dia tahan. Tanpa dijelaskan pun, Galen sudah paham situasi saat ini di dalam rumah tangga adik kembarnya.


Bugh.... Bugh...

__ADS_1


" SINGKIRKAN TANGAN KOTORMU DARI NYA!!!! " sentak Galen menghajar Gaffi.


" Len.... " Gaffi bergetar, tubuhnya bergetar ketakutan karena.... karena rahasianya telah terbongkar.


" Bang****,,, apa yang sudah kau lakukan??!! Begini cara mu,,, begini niat mu,, begini ending yang kau inginkan ??? " bentakan Galen menggema di mansion mewah milik Gaffi ini.


" Kau breng****... "


" Tuan... Ayo kita selamatnya nyonya... " bibi Pamela datang menarik ringan lengan Galen. Hal ini sukses membuat Galen yang sempat kalap tadi kemudian tersadar.


" Kita ke rumah sakit... " dalam satu kali hentakan, Galen sudah menggendong Kate bridal, menuju ke mobilnya yang masih ada di depan.


Dalam perjalanan ke rumah sakit, Galen menghubungi keluarganya dan juga keluarga Keyleigh mengabarkan tentang kecelakaan yang dialami oleh Kate. Tentu semua keluarga akan terkejut mendengar itu semua karena dirasa saat terakhir bertemu Kate, wanita dengan paras cantik itu masih dalam keadaan baik-baik saja.


" Saya ingin meminta tuan muda ketiga untuk menandatangani surat untuk segera melakukan tindakan operasi pada nyonya muda karena benturan di kepalanya mengakibatkan pendarahan di otaknya... " ujar dokter tersebut.


" Gaffi belum datang.. Aku yang akan menandatanganinya.. Apa kau keberatan? " tantang Galen terlihat benar-benar menyeramkan. Wajahnya datar namun sedikit nampak emosi tertahan di kedua matanya, belum lagi suaranya tadi terdengar sangat dingin sekali. Dokter pun jadi bergetar saat harus menghadapi tuan muda pertamanya ini.


" Bo... boleh tuan muda... " dokter itu pun membantu Galen mengurusi semuanya agar operasi segera dilaksanakan.


Saat semua orang sudah berpindah ganti berdiri di depan ruang operasi Kate, semuanya menatap. Galen penuh tanda tanya. Namun pria satu ini mengabaikan semuanya, dia dalam kondisi sedang meredam segala emosinya. Jika Galen bercerita, sudah dipastikan dia akan menghancurkan apa saja yang ada di depannya.


" Kita tunggu Gaffi saja... Gaffi mungkin lebih berhak menceritakan semua yang terjadi daripada Galen... " celetuk Geya, saudara kembar Galen yang paling mengerti bagaimana pola pikir dan kebiasaan dari si sulung itu.

__ADS_1


" Kami harap... Gaffi bisa memberikan penjelasan yang terbaik,, atau kami tidak bisa memaafkannya.. " ujar Lionel menimpali ucapan Geya.


" Saya sangat berharap Gaffi tidak ada sangkut pautnya dengan ini tuan Keyleigh.. Saya juga tidak akan tinggal diam jika dia adalah pelakunya.. " daddy Joaquin angkat bicara.


Sudah tiga jam berlalu, tapi lampu di ruang operasi belum juga padam. Sejenak tadi ada beberapa suster yang keluar masuk ruangan operasi, membuat keluarga yang ada di depan pintu ruangan itu jadi semakin bertambah panik.


Gaffi yang sejak tadi berdiri di saja tapi mengambil jarak dari keluarganya sudah mulai tidak sabaran ingin mengetahui keadaan Kate. Pasalnya tadi dia melihat sesuai yang aneh pada tubuh Kate, darahnya terlalu banyak jika itu hanya luka di kepala. Pikiran Gaffi tidak tenang karena melihat darah keluar dari pangkal paha Kate,, semoga yang ditakutkannya tidak menjadi kenyataan.


Semua keluarga maju memenuhi depan pintu ruang operasi ketika lampunya sudah padam. Gaffi yang tadinya menjauh pun mendekat, ingin tahu juga kondisi Kate dan membuktikan bahwa ketakutannya itu salah.


" Nyonya muda sudah berhasil melewati masa kritis, namun kami masih harus mengawasi kondisi nyonya sampai waktu 24 jam ke depan. Nyonya muda akan berada di ruang ICU selama masa pengawasan kami. Hal ini kami lakukan untuk melihat adakah gejala susulan yang dialami nyonya muda setelah ini.... " ujar dokter sedikit membuat semua orang disana sedikit lega pula.


" Namun harus saya katakan beribu maaf karena saya tidak bisa menyelamatkan kandungan nyonya muda.. Nyonya muda keguguran,, mohon maaf... " dokter itu menunduk kemudian berpamitan pergi dari sana.


Galen menghela nafas kasar, menatap nyalang pada Gaffi yang berada tidak jauh dari posisinya berdiri. Galen sudah mengepalkan kedua tangannya karena emosinya sudah tidak mampu lagi dia tahan. Galen ingin sekali membunuh atau jika bisa melakukannya agar adiknya ini bisa merasakan bagaimana posisi Kate.


Gaffi sendiri merasakan tubuhnya bergetar hebat, air matanya berjatuhan tanpa Gaffi izinkan sekali pun. Dadanya sesak kalau mendengar dokter mengatakan bahwa Kate keguguran..


" Tidak... itu tidak benar... bagaimana dia bisa hamil... ini semua tidak benar,,, aku tidak kehilangan anak ku... tidak lagi... "


Bugh.... Bugh...


Mata Gaffi langsung berkunang, telinga berdengung saat merasakan dua pukulan mengenai rahangnya. Gaffi tersungkur di lantai tanpa perlawanan. Mungkinkah dia juga merasa bahwa dia bersalah karena ini semua. Seseorang datang, namun pandangan Gaffi tidak lagi bisa melihat siapa yang mendatanginya dan melancarkan beberapa pukulan ke wajahnya dan tubuhnya.

__ADS_1


" Kate.... " Gaffi langsung tidak sadarkan diri..


__ADS_2