MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
kesepian ku


__ADS_3

Berada di dalam situasi yang tidak menyenangkan adalah hal yang paling dihindari siapa pun orangnya. Apalagi jika situasi itu terjadi di tengah sebuah keluarga, jelas pasti siapa pun akan memilih untuk menghindari situasi tersebut. Namun lain agaknya dengan Kate Keyleigh yang harus bertahan dengan keadaan yang tidak mengenakan ini demi menanti sebuah jawaban dari kedua orang tuanya.


Sejak beberapa menit yang lalu, Kate masih menunggu tanggapan dari kedua orang tuanya mengenai keputusan yang sudah dia buat. Tapi baik Lionel maupun Katharina seolah belum mau menanggapi hal tersebut. Bagaimana pun juga, keputusan yang akan diambil setelah saat ini tidak akan bisa disesali dikemudian harinya. Karena itu dalam memutuskan tidaklah mudah.


Lionel menatap dalam mata milik sang putri, mencoba untuk memahami, mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga keputusan sang putri kini berubah. Lionel terus terang tidak menyukai jalan yang kini hendak di pilih oleh putri kecil yang dia cintai, tapi apakah Lionel akan kembali mengabaikan perasaan sang putri demi dirinya..


Lionel melihat sebuah ketulusan dari sang putri yang tergambar jelas di kedua bola matanya. Ketulusan untuk rela melakoni apapun yang terjadi di depannya nanti. Lionel pun melihat kepercayaan diri yang tinggi dari mata sang putri, seolah ada sebuah keyakinan bahwa tidak akan ada yang buruk terjadi di masa depan. Apakah Lionel bisa mempercayai keyakinan putrinya?


" Kate... Kau tahu seberapa hancurnya perasaan kami ketika mengetahui apa yang kau alami selama satu tahun belakangan ini? Kenapa kau tiba-tiba mengubah keputusan mu? Apa keluarga de Niels mempengaruhi mu? " tanya Lionel mencoba mencari tahu seberapa yakinnya sang putri pada keputusan yang diambilnya.


" Aku tahu pa.. Hati orang tua mana yang tidak terluka karena anaknya disakiti oleh orang lain. Tapi, apa yang dialami kak Gaffi juga tidak mudah, kehilangan orang yang penting dalam hidup kita juga menyakitkan.. Kami berdua sama-sama terluka, sama-sama ingin memperbaiki apa yang pernah kami mulai. Karena sejujurnya meski kami berpisah ataupun tidak akan saling berusaha untuk mengenal, Kate akan tetap mencintai pria itu lebih dari apapun... " terang Kate mengutarakan isi hatinya.


" Jadi hanya karena cinta saja? Kau tahu apa yang kau alami kemarin juga karena cinta? " Lionel berujar sedikit tegas.


" Iya... Karena cinta yang begitu besar pada pasangan, membuat aku dan suami ku menderita. Tapi itu hanya sisi lain dari sebuah cinta, kami ingin menjalani sisi lain cinta yang tentunya lebih baik dari sebelumnya. Kami ingin memberikan kesempatan pada diri kami sendiri untuk tidak menyesali keputusan kami nantinya. Dan perpisahan jelas akan membuat kami berdua menyesalinya... " Kate tersenyum. Dia paham betul apa yang dirasakan oleh kedua orang tuanya. Tapi sekali lagi, dia tidak ingin menyesal di kemudian hari karena itu sekarang dia tengah memperjuangkan nya.


Lionel kembali terdiam. Sungguh jika pembahasan ini dilakukan sejak awal maka akan percuma saja jika mereka datang dan memesan makanan di restoran ini. Karena saat ini Lionel benar-benar tidak bernafsu untuk melakukan apapun. Dia ingin marah namun tetap tidak bisa dia lakukan karena yang dia hadapi adalah putrinya sendiri.


Kate menatap papanya sedikit takut, tapi dia tetap berusaha tegar agar tidak terlihat bahwa dia ragu dengan keputusannya. Kate sadar betul akan sulit meminta kedua orang tuanya untuk mengerti, tapi Kate tidak mau menyerah. Dia pernah merasakan sendiri tanpa adanya pria yang dia cintai, namun itu juga tidak membawanya pada kebahagiaan. Padahal sebelumnya meski tiap hari disakiti Gaffi, Kate masih bisa merasa bahagia karena bersama.

__ADS_1


" Papa akan bicara dengan Gaffi dan keluarga de Niels terlebih dahulu... Setelah itu akan papa katakan pada mu keputusan yang kami ambil... " ujar Lionel akhirnya.


mmmm


Huft....


Kate bernafas sedikit frustasi karena tujuannya belum bisa dia capai di hari ini. Tapi melihat kedua orang tuanya yang masih mau mempertimbangkan, berarti masih ada kemungkinan kedua orang tuanya akan setuju dengannya. Kate pun masih bisa optimis bahwa apa yang tengah dia usahakan akan membuahkan hasil yang memuaskan.


...**********...


Di mansion keluarga de Niels, Gaffi terlihat termenung di balkon kamarnya menatap langit malam yang begitu indah namun tidak sesuai dengan perasaannya saat ini. Gaffi merasa begitu hampa, seperti tidak memiliki jiwa didalam dirinya. Entah sejak kapan dia merasakan hal semacam ini tapi baru dia sadar akhir-akhir ini bahwa apa yang tengah dia perjuangan sebenarnya tidaklah ada.


" Beginilah rasanya tidak memiliki apapun? Aku kaya, tampan, jenius, memiliki profesi yang keren, tapi lihat apa yang aku miliki saat ini.. Keluarga aku tidak punya, istri ku pergi meninggalkan ku, anak ku juga belum mengerti bagaimana menghibur daddy nya yang tengah sedih... " keluh Gaffi.


Gaffi menghembuskan asap cerutu yang dia hisap, melihat bagaimana langit malam menemani detail detik sepi dalam hidupnya. Jika harus seperti ini untuk waktu yang tidak bisa ditentukan demi menunggu Kate, apakah cukup sebagai bentuk penebusannya. Apakah masih bisa dia memiliki kesempatan sekali saja untuk bisa bersama dan berkumpul dengan keluarganya?


Gaffi kembali mengingat masa ketika dia dan juga Bellvania masih bersama beberapa tahun yang lalu. Bertemu sebagai sama-sama dokter di salah satu rumah sakit di Roma. Kemudian terlihat masalah bersama hingga akhirnya mengalami hal yang sangat tidak terduga sehingga menikah.


Flashback

__ADS_1


Pagi ini di rumah sakit X di kota Roma, tengah dihebohkan dengan kedatangan dokter yang memiliki julukan sebagai tangan dewa. Dokter bedah saraf jenius yang namanya sudah sangat terkenal di dunia kedokteran. Menurut desas desus yang beredar, dokter jenius ini akan mulai bekerja di rumah sakit X ini sebagai kepala bagian bedah saraf menggantikan pendahulunya yang pindah tugas.


Semua pegawai di rumah sakit baik bagian medis maupun non-medis begitu penasaran dengan wajah dari dokter jenius ini. Pasalnya bagaimana rupa, umur dan jenis kelamin dokter ini masih simpang siur belum jelas kepastian nya. Karena itu ketika mendengar bahwa dokter jenius ini sudah memasuki wilayah rumah sakit X, semuanya berlomba ingin melihat.


" Ini kenapa pada ramai begini? " tanya dokter Bellvania, dokter spesialis mata yang kini tengah memperdalam psikolog.


" Kau tidak dengar gosip yang beredar? Dokter jenius akan datang dan bekerja di rumah sakit ini... " ujar seorang dokter lain teman baik Bellvania.


" Dokter jenius? Kenapa aku kok nggak penasaran ya.. " beo Bellvania memang tidak pernah tertarik dengan hal seperti itu.


Karena terlalu cuek pada sekitar dan juga termasuk dokter yang memiliki predikat ceroboh, Bellvania yang tengah tidak fokus tiba-tiba saja menabrak seseorang yang tengah berjalan berlawanan arah dengannya.


" Aduh.... Hei kalau jalan hati-hati... " tegur Bellvania marah.


" Ck... Kau yang menabrak ku kenapa kau yang marah? Dasar sinting... " olok dari seseorang yang Bellvania tabrak tadi.


Mata Bellvania melotot mendengar sahutan dari seseorang yang baru saja ditabraknya. Hendaklah adu debat, tapi sosok yang berada di belakang orang yang dia tabrak tadi membuat nyali Bellvania menciut...


" Sial... " batinnya..

__ADS_1


__ADS_2