
Beberapa hari telah berlalu sejak daddy Joaquin masuk rumah sakit. Geya mulai tinggal di mansion utama dengan keluarga kecilnya. Carmel pun begitu senang karena memiliki teman bermain yang usianya tidak terlampau jauh berbeda darinya. Sejak ada Quella, Carmel jadi bisa bersikap manja, centil dan juga cerewet karena seperti itulah putri Geya dan Claude.
Gaffi sangat suka dengan Carmel yang sekarang lebih ekspresif dan juga mulai banyak bicara. Biasanya Carml akan diam dan mengerjakan tugas sekolahnya, sekarang ia lebih sering untuk sekedar sharing dengan grandny nya tentang sekolahnya. Tidak jarang Carmel juga sharing banyak hal dengan Gaffi.
Pengalaman mengajarkan pada Gaffi banyak hal. Kini dia lebih sering bertanya ada sang putri tentang sekolah, kegiatan belajar di rumah dan bermain, semuanya Gaffi pantau agar kejadian yang lalu tidak terulang. Beruntung mental Carmel tidak kea meski dia sering di bully oleh teman-temannya. Karena alasan inilah Gaffi ingin anak yang membully Carmel dihukum.
Sore hari ketika Gaffi pulang dari rumah sakit. Dia melihat Galen sedang berbincang dengan serius dengan seseorang melalui sambungan telepon. Entah siapa yang menghubungi atau dia hubungi yang jelas wajahnya terlihat sangat serius. Tumbangnya daddy Joaquin menjadi ajang tunjuk bakat orang-orang yang selama ini mengincar posisi daddy Joaquin.Terdengar lucu memang, disaat daddy Joaquin bahkan punya empat pewaris, orang lain justru berlomba-lomba menginginkan kedudukan daddy Joaquin.
" Sudah pulanag Ga..." Geya menyapanya.
" Hm... Sedang apa kau?" Gaffi berjalan ke arah di mana Geya berada, mengabaikan apa yang sejak tadi membuatnya penasaran dari apa yang tengah Galen kerjakan saat ini.
" Anak-anak ingin dibuatkan salad buah, jadi aku sedang ingin membuatkan mereka salad itu.. Kenapa kau berdiri di sana tadi?" tanya Geya yang memang sudah melihat Gaffi berdiri di sana tadi cukup lama.
" Aku penasaran siapa yang menghubungi Galen? Dia terlihat sangat serius tadi.." ucap Gaffi jujur.
" Ada masalah di perusahaan, menurut dari yang aku dengar semuanya mulai tidak menyetujui Galen yang meneruskan posisi daddy dengan alasan visi dan misi keduanya berbeda." ucap Geya menjelaskan yang dia tahu, karena suaminya juga turut ambil bagian dalam membantu mengurus masalah ini.
" Sepertinya aku sudah tidak bisa berdiam diri dan acuh dengan keadaan.. Aku harus mengambil bagian ku juga,, ya... harus membantunya.. " gumam Gaffi.
" Tidak perlu... Urusan disini ada aku dan yang lain.. Kau pergilah ke wilayah Rio de Janeiro... Salah satu rumah sakit di sana membutuhkan mu.. Detailnya tanya saja dengan presdir.. " ucap Galen entah sejak kapan berdiri di belakang Gaffi.
__ADS_1
" Sejak kapan kau di situ? " tanya Gaffi terkejut.
" Beberapa detik yang lalu... Gaffi, kau adalah dokter bukan, jadi jawab panggilan untuk ke sana karena kau adalah dokter terbaik yang JN hospital miliki.. "
" Kapan? "
" Tiga hari lagi.. Siapkan semuanya.. " Galen pun pergi setelah mengatakan itu.
Rasanya cukup aneh kenapa dia yang diperintahkan ke Rio de Janeiro, padahal dia kan tidak lama lagi harus mengambil posisi sebagai presdir lagi. Tapi ketika melihat wajah Galen sangat serius saat mengatakan itu, dia pun akhirnya menurut saja tanpa ada niatan untuk menyanggah atau menolak. Toh jika tujuannya untuk kemanusiaan, tentu Gaffi tidak akan menolaknya.
***********
Kate tersenyum ketika telepon dari seseorang baru saja dia matikan. Kate telah memutuskan dan itu semua sudah yakin. Tinggal menunggu waktu maka semuanya akan membaik seiring berjalannya waktu. Kate pun langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan sakit mentalnya. Dan betapa bahagianya Kate karena dia akan bertemu dengan dokter yang dulu pernah merawatnya.
" Kate... " panggil seseorang ketika Kate baru saja sampai di lobby rumah sakit.
" Hai... Apa kabar dokter Marcello? Dan ini? " Kate menatap wanita cantik yang tengah mengandung di samping dokter Mercello.
" My wife... Baby,, kenalkan dia adalah Kate Keyleigh atau Kate de Niels.. " Marcello mengenalkan istrinya pada Kate.
" Ehm... Kalau tidak salah, apakah ini pasien yang mampu menggetarkan jiwa dan raga mu tapi sayang dia sudah bersuami.. Bukan begitu.. " ucap istri Marcello membongkar rahasia dari suaminya.
__ADS_1
" Ya... Jangan biasa begitu... " Marcello terlihat panik.
" Hahahahahaha... Kenapa dokter lucu sekali kalau salah tingkah? Hai, nyonya Natos apa kabar..? Senang mengenal anda.. " Kate menyapa istri Marcello.
" Bisa tolong panggil saya Mega saja.. Saya Mega Bimantara.. " ucap istri Marcello mengulurkan tangannya yang juga disambut dengan baik oleh Kate.
" Kita berpisah di sini dulu ya, nanti kita sambung lagi.. Istri ku harus check up dulu.. " ucap Marcello.
" Oke.. Aku juga harus menemui dokter Anastasya, ingat ya dok habis ini kita makan siang sama-sama.. " ucap Kate lalu pamit.
" Pantas kau pernah jatuh cinta dengannya, ternyata dia selain cantik, juga memiliki sesuatu yang bisa menarik siapa saja untuk memperhatikannya.. " ucap Mega menyenggol lengan suaminya.
" Hahahaha... Kau membuat ku malu, baby.. "
Kembali pada Kate, sekarang ini istri Gaffi sudah bertemu dengan dokter Anastasya untuk mendengarkan evaluasi yang akan disampaikan psikolog Kate ini. Kate tahu semuanya akan baik-baik saja tapi ada satu bagian yang belum Kate tahu bagaimana hasilnya. Bertemu dengan Gaffi.
Sejak hari dimana Kate keguguran anaknya dengan Gaffi, sejak saat itu pula hingga kini mereka tidak pernah bertatap muka barang sedetik saja. Meski pernah saling menghubungi via telepon dan surat, tapi tetap saja tidak bertemu langsung dengan suaminya. Gaffi adalah salah satu trauma dalam diri Kate, dan untuk menyelesaikannya mereka harus bertemu. Apakah Kate siap untuk itu?
" Semuanya sudah bisa dikatakan baik nona Kate.. Trauma anda sedikit demi sedikit membaik karena anda yang mulai bisa menikmati hidup anda.. Anda menjalani hidup anda yang sekarang tanpa penyesalan dan berjuang untuk lebih baik.. Hal itu sedikit demi sedikit telan menghapus trauma Anda.. Tapi nona, anda memang harus bertemu dengan beliau.. Karena beliau adalah bagian dari dalam diri anda yang juga menyebabkan trauma tersendiri untuk anda.. " ucap dokter Anastasya.
" Apakah saya sanggup dok bertemu dengannya? Sungguh saya tidak yakin.. " ucap Kate ragu.
__ADS_1
" Anda harus bisa.. Toh selama ini Anda baik-baik saja, tidak pernah kambuh lagi bahkan anda mampu berinteraksi dengan banyak orang tanpa takut penyakit anda kambuh.. Jika anda ingin sembuh, anda harus mulai dari beliau? " ucap dokter Anastasya menyemangati.
" Benarkah begitu dok? Benarkah saya bisa bertemu dengannya? "