MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
akhir dari kenangan


__ADS_3

Seorang pria terlihat tengah menunggu seorang wanita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan infus di lengannya. Dokter mengatakan bahwa wanita ini tengah berada dibawah tekanan yang besar sehingga membuat tubuhnya drop. Si pria ini terus menantikan si wanita terbangun, dia bahkan meninggalkan semua pekerjaannya ketika mendengar si wanita pingsan.


Wajah pucat, kantung mata yang tebal, pipi yang terlihat tirus, si pria membayangkan bagaimana selama satu bulan ini si wanita bisa berubah menjadi seperti ini. Beberapa si pria terlihat menghembuskan nafas karena sedang banyak pikiran tentang si wanita.


" Kenapa juga kau bebankan sebanyak itu di pundak mu yang kecil ini? Lihat sekarang kau terbaring tidak berdaya karena kebodohan mu... " gumam si pria terlihat khawatir tapi masih saja mulutnya bicara hal yang kejam.


" Bangunlah... Aku ingin mengatakan suatu yang penting!! Jika kau tidak bangun juga maka aku akan pergi jauh dan tidak kembali.. " ujar Gaffi lagi.


Malam berganti pagi, tapi si wanita tak kunjung juga terbangun membuat si pria semakin frustasi. Beberapa kali dia meminta dokter jaga untuk memeriksa kondisi si wanita tapi kata-kata dokter itu tetap selalu sama. Pasien baik-baik saja hanya karena kelelahan jadi belum terbangun.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, terlihat mulai ada pergerakan dari si wanita membuat si pria langsung berdiri melihat kondisi si wanita.


" Kau akhirnya bangun... Kenapa lama sekali kau itu baru sadar? Aku sudah menunggu mu sejak semalam.. " gerutu si pria itu membuat si wanita yang baru bangun langsung jadi emosi.


" Siapa juga yang menyuruh mu untuk menunggu ki sadar? Aku tidak menyuruh mu... " si wanita tak kalah sewot. Baru juga bangun dari tidur malah langsung mendapatkan semprotan dari orang yang ada di sampingnya ini


Perdebatan tak bermutu mereka langsung terhenti ketika dokter dan dua perawat masuk untuk memeriksa kondisi pasien. Sedikit memberi saran dan juga menyarankan untuk lebih banyak beristirahat dan tidak boleh stress.


" Anda pasti sudah tahu kondisi Anda ini mengarah pada apa, jadi saya tidak perlu jelaskan. Yang terpenting jaga suasana hati anda agar tidak mempengaruhinya.. " pesan dokter itu sambil tersenyum.


Begitu dokter keluar, baik Gaffi maupun Bellvania sama-sama terdiam. Ya,, si pria dan si wanita di sini adalah Gaffi dan Bellvania. Kemarin setelah menelepon Gaffi, Bellvania ternyata pingsan. Gaffi langsung menuju ke rumah sakit tempatnya bekerja karena Bellvania dirawat disana.

__ADS_1


Dari diagnosis yang dikatakan oleh dokter semalam, membuat Gaffi tidak beranjak satu centi pun dari samping Bellvania karena ingin mendengarkan penjelasan dan juga ingin membicarakan kedepannya mereka akan seperti apa. Disini sesuatu yang baru akan dimulai karena telah hadir dari antara mereka sebuah nyawa yang tidak berdosa.


" Kita akan menikah..." ujar Gaffi setelah terdiam cukup lama.


" Apa?? Kau tidak bercanda kan? " tanya Bellvania terkejut.


" Hm... Bukankah aku sudah katakan saat itu jika sampai kau hamil makan aku akan bertanggung jawab dengan menikahi mu... " Bellvania teringat ucapan Gaffi yang memang mengatakan seperti itu.


" Kau yakin ini anak mu? Bukankah bisa saja aku melakukannya dengan pria lain dan ini anak pria lain? " tanya Bellvania mengetes Gaffi.


" Memangnya kau tipe wanita seperti itu? Jika iya seharusnya bukan aku yang mendapatkan darah perawan mu... Sudahlah jangan banyak bicara yang penting kita segera menikah. Tidak baik membiarkan anak ini dicap sebagai anak haram karena orang tuanya tidak menikah. " ujar Gaffi panjang lebar tidak suka mendengar Bellvania yang berputar-putar.


" Sudah ada anak masih membicarakan cinta. Kita menikah juga lama-lama akan timbul cinta. Aku yakin itu... "


Bellvania menatap Gaffi tidak percaya, semudah itukah mereka akan saling jatuh cinta. Menikah bukan hanya perkara mereka yang sekarang akan memiliki anak, tapi juga tentang perasaan mereka berdua. Jika tidak ada cinta, bagaimana mereka bisa bertahan untuk selamanya. Karena hubungan tanpa cinta itu sangatlah menyakitkan.


" Percaya pada ku.. Aku akan membuat kau jatuh cinta pada ku... " ujar Gaffi penuh percaya diri. Bellvania ingin menertawakan tapi begitu melihat raut wajah Gaffi, dia pun terdiam.


" Kau mau kan menikah dengan ku? " tanya Gaffi.


Bellvania terdiam sejenak sebelum memberikan jawaban tentang ajakan Gaffi untuk menikah. Benarkah dia harus menikah dengan pria menyebabkan yang ada di hadapannya ini. Atau kan dia akan membesarkan anaknya sendiri tapi jika begitu maka dia akan membuat anaknya menderita tanpa adanya seorang ayah.

__ADS_1


Bellvania yang tidak memiliki orang tua jelas paham betul bagaimana tumbuh kembang seorang anak tanpa orang tua. Dan dia sangat tidak menginginkan jika anak-anaknya kelak harus mengalami nasib seperti dirinya.


Berbekalkan keyakinan bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja, Bellvania pun menerima ajakan Gaffi menikah. Namun siapa sangka, ketika mereka memulai semuanya tanpa cinta tapi pernikahan mereka berkembang menjadi sebuah pernikahan yang dipenuhi dengan cinta. Baik Bellvania maupun Gaffi sama bersyukur mereka pernah saling menemukan satu sama lain.


...****************...


Gaffi tersadar dari lamunannya ketika mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Gaffi yang sejak tadi mengenang masa lalunya pun akhirnya beranjak menuju ke pintu untuk mencari tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


" Mommy... " Gaffi sedikit terkejut melihat mommy Noura berdiri di depan pintu kamarnya.


" Gaffi sibuk? Itu dibawah ada tamu soalnya... " ujar mommy Noura menyampaikan maksudnya mengetuk pintu kamar Gaffi.


" Oh.... Gaffi nggak sibuk mom... Cuma ada beberapa hal yang musti dipikirkan... Gaffi ganti baju dulu baru turun ya.. " Gaffi pun kembali ke dalam kamar. Meninggalkan mommy Noura yang menatapnya sendu.


Hati orang tua mana yang tidak hancur ketika anaknya mengalami peristiwa menyakitkan hati dan pikiran. Mommy Noura melihat dengan jelas bahwa mata Gaffi terlihat sembab, sudah barang tentu sangat putra baru saja tengah menangis. Mommy Noura ingin menghibur, namun jelas Gaffi tidak akan bisa menerima hal itu karena bagi Gaffi dukanya kali ini begitu mendalam dan semua itu kesalahannya.


Menuruni anak tangga satu persatu, mata Gaffi menyapu ruangan di lantai satu, namun matanya belum juga menemukan siapa orang yang mencarinya. Gaffi pun berjalan ke halaman belakang, karena disana ada teras yang memang biasanya akan digunakan untuk menjamu tamu yang adalah anggota keluarga.


Gaffi menyimpulkan pasti yang datang mencarinya adalah seseorang yang berasal dari keluarganya. Dia pun berpikir kira-kira siapa yang mencarinya tapi tidak menghampiri nya ke kamar. Ketika sampai di teras, Gaffi melihat kedua orang tuanya tengah duduk bersama dengan dua orang tamu yang membelakanginya. Kedua mata Gaffi memicing guna memperjelas siapa yang kiranya datang mencarinya.


Kedua matanya membola ketika melihat dua orang yang datang mencarinya. Gaffi langsung bergegas menuju ke teras yang hanya kurang beberapa langkah saja dari posisinya saat ini. Gaffi tidak tahu ada maksud apa orang itu mencarinya, tapi jujur hatinya sangat berdebar saat ini.

__ADS_1


__ADS_2