
Pantai, adalah tempat paling cocok untuk melepas penat lelah di tubuh karena aktifitas padat disetiap harinya. Pantai juga bisa menjadi tempat healing terbaik, karena menatap deburan ombak menghantam karang, atau melihat sunset, membuat hari menjadi damai. Dan disinilah, Kate beserta seluruh pegawainya berada, di sebuah pantai yang sedikit jauh dari kota, tapi pemandangannya membuat siapa saja rela berkendara jauh demi sampai ke pantai ini.
Kate menutup toko bunga miliknya selama satu hari, dan ini adalah akhir pekan, begitu cocok untuk melakukan liburan. Karena sebatang kara tinggal di kota ini, Kate pun mengajak para pekerja nya, dan syukur sekali semuanya begitu antusias untuk liburan bersama. Menggunakan dua mobil milik Kate dan Kanaya, mereka bersepuluh berangkat ke pantai bersama.
" Yuuuhuuuu... Udaranya segar sekali... " Calosa berteriak di tepi pantai merasakan segarnya udara di pantai ini.
" Sepertinya kita bisa surving, ada yang mau surving? " tanya Kanaya yang memang pandai olahraga air satu ini.
" Aku pas... Diving saja.. " ujar Kate menolak.
" Oke... Yang ingin diving ikut Kate, yang ingin surving ikut dengan ku. Jam makan siang kita berkumpul di tempat ini lagi, bagaimana? " usul Kanaya, dan diangguki semua orang.
Empat orang melakukan surving yaitu Kanaya, Calosa dan dua pekerjaan kebun bunga Kate. Sedangkan enam yang lain, ikut bersama dengan Kate memiliki untuk diving. Surving terlalu memacu adrenalin membuat yang tidak suka olahraga ekstrim pasti lebih memilih diving saja.
" Tempat ini memiliki terumbu karang yang masih alami karena bentukan alam. Tidak pernah dijamah manusia karena bisa dihukum jika kedapatan merusak terumbu karang disini.. " terang seorang instruktur diving mereka.
" Dan kenalkan, Saya Matos.. " pria dengan tubuh kekar berkulit gelap tanpa memakai atasan itu memperkenalkan diri..
" Senang berkenalan dengan anda.. " Pinvilla berucap.
__ADS_1
" Silahkan mengganti pakaian kalian, setelah itu ikut saya ke tempat yang menjadi wilayah untuk diving. " ujar Matos pamit, memberikan waktu pada Kat edan kawan-kawan untuk berganti pakaian dengan pakaian selam.
Tidak ingin berlama-lama, semuanya dengan cepat segera mengganti pakaian mereka. Beruntung sebelumnya mereka sudah ada persiapan jadi tidak perlu menyewa perlengkapan untuk menyelam. Kate dengan baju selamat berwarna hitam dengan garis biru, terlihat begitu cocok dengan lekuk tubuh yang terlihat sangat,.... seksi.
Kini terlihat ada beberapa orang lainnya yang juga akan melakukan diving. Instrukturnya juga bukan hanya pria bernama Matos tadi, tapi masih ada sekitar lima orang lagi. Sebelum diving dimulai, semuanya mendapatkan pengarahan dan instruksi singkat dari Matos. Ini bertujuan menjaga keselamatan para wisatawan yang ikut dalam kegiatan ini.
" Baik sekian dari saya... Saya harap semua yang ikut dalam kegiatan ini bisa menikmatinya dan merasa senang. " ucap Matos diakhir penjelasannya.
Kate tidak bisa berhenti terkagum-kagum menatap keindahan bawah laut. Selama ini, dia hanya melihat semua yang ada di atas daratan. Jadi, saat melihat keindahan bawah laut, Kate selalu merasa kagum, tidak peduli berapa kali dia melihatnya. Indahnya dunia dimana bukan manusia yang tinggal di sana. Karena sudah bisa dipastikan keindahan ini akan hancur jika tangan manusia turut campur di dalamnya.
" Andai aku bisa melihat ini bersama kak Gaffi dan Carmel.. Mereka pasti akan senang sekali, terutama putri kecil ku.. Ah... Aku jadi merindukannya.. Nanti aku akan menghubungi nya.. " batin Kate terlihat senang.
Diving selesai, yang surfing juga sudah selesai, sekarang mereka semua sudah duduk di sebuah meja di salah satu restoran pinggir pantai yang menyediakan makanan laut. Kate tidak terlalu suka lebih tepatnya dia alergi, jadi Kate hanya memesan sup ayam saja. Beruntung ada makanan dengan bahan olahan selain laut.
Asyik menikmati makan siang bersama dengan para pegawainya. Suara seseorang tiba-tiba saja mengagetkan mereka semua. Seorang pria yang tinggi besar dan sangat tampan dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tepat berdiri di depan Kate menyapa mereka semua.
" Wah... Liburan tidak ajak-ajak.. " keluh Iden menyapa.
" Maaf tuan... Biasanya kan orang kaya liburannya ke tempat mewah... " celetuk Calosa yang langsung dihadiahi cubitan sayang dari Kate.
__ADS_1
" Orang sibuk biasanya jarang liburan tuan,, jadi kami tidak ada mengajak anda.. " Kate tersenyum. Aduh,, pria yang mendapatkan senyuman manis Kate ini langsung tersipu malu.
" Ehem... Justru orang sibuk itu paling butuh namanya liburan, nona Kate.. " Iden langsung duduk di depan Kate, diapit Calosa dan seorang lain pegawai Kate.
" Hahahaha... Berarti saat ini anda sedang melarikan diri dari semua kesibukan anda ya? " ledek Kate.
" Bingo... " semuanya tertawa.
Iden memang selalu bisa menjadi pria humoris jika di depan Kate. Lain jika itu di depan asisten pribadi, dan para pegawainya. Wajahnya selalu disetel mode jutek, dan menyebalkan. Jika ada vote di kantor tentang berapa nilai bos mereka berinteraksi dengan karyawan, yakin pasti 0.
Asisten pribadi Iden yang sekarang tengah duduk di sisi lain bosnya saja sampai heran, bagaimana bisa manusia kulkas enam belas pintu yang mulutnya tajam itu bisa tersenyum dan bercanda dengan para pegawai dari toko bunga milik wanita bernama Kate. Asisten Iden yakin dengan seyakin yakinnya jika orang kantor melihat ini semua, sudah pasti semuanya akan heboh melihat versi lain dari bosnya ini.
" Nona Kate.. Apakah anda keberatan jika saya mengajak anda untuk pergi ke suatu tempat? Hanya kita berdua saja? " tanya Iden ketika semua orang sudah berjalan di depannya meninggalkan dia dan Kate di belakang.
" Tapi tuan,, saya... " Kate sebenarnya ingin menolak karena dia kan sudah bersuami, tidak mungkin pergi berdua dengan seorang pria yang bukan suaminya.
" Seseorang ingin bertemu dengan anda, dan beliau adalah orang yang menjadi fans berat kue buatan anda. Saya mohon nona Kate, beliau sudah tidak memiliki banyak waktu dan ini permintaannya yang terakhir pada saya.. Ikutlah saya.. Janji saya akan membawa anda kembali dengan selamat.. " bujuk Iden sekali lagi.
Kate pun menimbang kembali penolakannya, apalagi ini adalah permintaan terakhir orang itu dan dia sudah tidak memiliki banyak waktu tersisa. Kate jadi iba pun akhirnya menyetujui ajalah Iden. Entah siapa orang itu, yang jelas Kate ingin menjadi kebahagiaan orang itu di akhir hidupnya.
__ADS_1