MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
jatuh cinta pada malaikat


__ADS_3

Carmel's flower sudah dua hari ini sangat ramai karena adanya promosi kudapan dan minuman yang diberikan secara gratis. Apalagi jika membeli bunga, maka akan mendapatkan dua kali lebih banyak kue gratis dibandingkan yang tidak membeli. Hari ini pun terlihat di depan, dan didalam toko bunga milik Kate ini sudah dipenuhi beberapa pelanggan yang mengantre ingin mendapatkan kue yang menurut mereka sangat enak dengan citarasa lain daripada yang lain.


Tapi ada sedikit yang special di pagi ini, karena ada pria tampan yang mengenakan setelan jas, terlihat menunggu kedatangan pemilik Carmel's Flower untuk mengambil pesanannya berupa kue. Pria ini duduk di dalam toko bunga, tengah menikmati kopi yang disajikan oleh pegawai toko bunga. Menurut pria ini, kopi di toko ini rasanya memang enak, entah apa yang dicampurkan di dalamnya tapi jelas rasanya beda dari kopi yang lain.


" Apakah bos kalian masih lama? " tanya pria itu.


" Sebentar lagi tuan.. Beberapa waktu yang lalu, bos mengatakan sudah dalam perjalanan. Tidak sampai lima menit pasti bos akan datang.. " ujar Calosa yang bertugas menjamu tamu kehormatan ini.


Kenapa tamu kehormatan, itu karena pria berpakaian jas warna hitam dengan kemeja warna abu itu adalah bos dari perusahaan percetakan yang ada di depan Carmel' flower. Sekaligus sebagai pelanggan yang memesan kue buatan Kate dengan jumlah yang fantastis karena diperuntukkan semua pegawai nya.


" Baiklah... Bisa tolong buatkan saya kopi lagi.. Tapi kali ini saya akan meminumnya di kantor saja.. Jadi tolong dibungkus saja.. " pinta pria itu dan langsung diangguki oleh Calosa.


Belum Calosa beranjak dari posisinya berdiri, terlihat mobil Kate berhenti di depan toko bunga. Beberapa pegawai toko bunga nampak keluar membantu Kate untuk menurunkan kue-kue baik itu kue yang dipesan ataupun yang akan dibagikan gratis.


Kate turun paling akhir setelah semua kue yang dia buat dibawa masuk ke toko bunga oleh pegawainya. Dan saat itulah, ketika Kate turun dari mobil dan tiba-tiba saja angin berhembus kencang. Rambut Kate berterbangan, dan itu tidak luput dari tatapan pria yang sedang berada di dalam toko bunga Kate.


Mendadak di sekitarnya begitu sunyi, dan hanya terlihat Kate yang tengah merapikan rambutnya dan berjalan masuk ke cafe. Pria ini baru pertama kali melihat ada wanita secantik dan seanggun wanita di depannya ini. Jantungnya langsung berdebar, oh tidak,, sepertinya pria ini tengah jatuh cinta.

__ADS_1


" Tuan... Tuan... " asisten pria itu menyenggol tubuh bosnya karena terlihat malah melamun, padahal pemilik Carmel's flower sudah berdiri di depannya.


" Oh... Iya... Aahh... maaf.. " pria itu gelagapan karena ketahuan tidak fokus.


" Maaf ini,, ini adalah nona Kate, pemilik Carmel' flower.. " Calosa mengenalkan Kate pada pria itu.


" Dan bos, tuan ini adalah pemilik perusahaan percetakan di depan, sekaligus yang memesan kue bos.. "


" Oh ya... Maaf atas ketidaksopanan saya karena tidak menyapa anda.. " Kate membungkuk.


" Sepertinya bertambah sagu lagi, pria yang tergila-gila dengan bos nih... " batin Calosa yang berusaha menyembunyikan senyumnya.


" Bos.... " asisten pria itu menyenggol sekali lagi bosnya agar tersadar dari lamunannya.


" Ah... Maafkan saya... Perkenalkan saya, Brionden Willalmus.. Anda bisa memanggil saya Iden.. " pria bernama Iden itu mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Kate,


" Iya tuan,, saya Kate Keyleigh.. " Kate kembali tersenyum yang lantas membuat pria itu kembali terpesona.

__ADS_1


Dunia terasa sangat indah, dengan kelopak bunga berjatuhan mengiringi senyum Kate yang nampak di mata Iden. Inikah yang namanya jatuh cinta, karena jujur Iden tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya ketika bersama dengan wanita lain. Padahal tidak sedikit dia bertemu dengan wanita. Hanya dengan Kate, wanita cantik berambut panjang dan wajah yang imut itu.


" Bos... Itu sudah, lepas tangannya... " asisten Iden kembali menyenggol lengan bosnya yang sejak. tadi tidak kunjung melepaskan jabatan tangannya dengan Kate.


" Ah.... Iya,, maafkan saya nona Kate.. " Iden tersenyum menutupi rasa malunya.


Setelah berbincang ini dan itu, Iden pun pamit untuk kembali ke perusahaannya yang hanya menyebrang jalan besar saja. Tapi sejak pulang dari Carmel's flower, bos perusahaan percetakan ini tidak kunjung berhenti menyunggingkan senyuman nya. Asisten dan Sekretaris pribadi Iden sampai geleng kepala melihat bos mereka sedang masa puber itu. Yah, meski masa pubernya sudah terlambat karena usianya sudah diatas kepala tiga.


" Bos benar-benar sedang jatuh cinta rupanya... Apakah wanita pemilik toko bunga di depan benar-benar cantik? " tanya sekretaris Iden.


" Beuh... Bukan cuma cantik, tapi sangat amat cantik sekali.. Selama ini wanita yang mendekati bos pun, kalau di depan nona Kate ini langsung,, lewat... " ujar asisten Iden mengebu-gebu.


" Iya sudah bicaranya juga jangan seperti itu.. Air liur mu terlontar ke wajah ku ini.. " kedua anak buah Iden ini menatap saling sinis.


Iden yang juga berada di ruangan yang sama dengan kedua orang ini sama sekali tidak peduli dengan pertengkaran keduanya. Dia sudah terbiasa dengan itu karena memang kedua anak manusia ini tidak pernah akur sejak pertama kali sama-sama bertemu. Mungkin keduanya adalah jodoh yang tertunda, jadi statusnya musuh bebuyutan dulu, baru nanti gantian menjadi suami istri.


Iden sibuk dengan pikiran dia sendiri, membiarkan layar laptopnya menyala tapi dia sama sekali tidak ada keinginan untuk memeriksa pekerjaannya. Iden hanya ingin mengenang kejadian saat dia bertemu dengan Kate, kemudian berkenalan hingga berjabatan tangan. Rasanya ini seperti sebuah takdir yang memang diperuntukan padanya. Iden benar-benar tidak sabar, dengan pertemuan mereka berikutnya. Sepertinya dia akan dengan segera. melepas masa lajangnya.

__ADS_1


__ADS_2