MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
kunjungan mertua


__ADS_3

Hidup dan menua bersama dengan orang yang kita kasihi adalah mimpi setiap pasangan. Tidak ada dari semua pasangan ini bercita-cita untuk berpisah ketika mereka mengucap janji suci pernikahan meski aral melintang, badai dari kecil hingga besar, tapi mereka selalu berjuang untuk tetap membuat perahu mereka tidak karam. Mungkin hal inilah saat ini sedang Gaffi perjuangkan. Meski dia harus terpisah jarak dan waktu, dia lakukan asal ketika sang istri sudah dinyatakan sembuh maka mereka akan kembali bersama.


Gaffi selalu meluangkan waktunya untuk bermain dengan buah hatinya meski sesibuk apapun pekerjaannya di rumah sakit. Gaffi juga selalu mengambil cuti di hari minggu meski tentunya banyak diantara teman sejawatnya yang menginginkan cuti di hari minggu. Biasanya hari minggu pasti lebih banyak terjadi hal tidak terduga membuat ruang IGD penuh pasien. Dan para dokter maupun suster selalu menjadikan hari minggu momok untuk bekerja.


Meski begitu jika memang dibutuhkan, meski Gaffi sedang cuti dia akan tetap ke rumah sakit jika dari rumah sakit meneleponnya meminta bantuan. Gaffi senang menjadi seorang dokter yang bisa menyembuhkan banyak orang. Jadi meski lelah, tapi dia tetap berjuang demi pasiennya.


Minggu ini Gaffi sengaja meminta kepada rumah sakit untuk tidak menghubunginya karena mertuanya akan datang untuk melihat Carmel. Gaffi sangat-sangat bersyukur karena kedua orang tua sang istri masih mau menerimanya sebagai menantu setelah apa yang dia perbuat dulu pada putri mereka. Meski terkadang sikap kedua orang tua Kate masih menjaga jarak padanya, tapi Gaffi tetap mensyukuri itu karena kedua orang tua Kate masih sering berkunjung ke mansion utama untuk menemui Carmel.


Kedatangan kedua orang tua sang istri yang sejak tadi ditunggu akhirnya sampai juga. Dengan membawa banyak mainan dan juga makanan, keluarga Keyleigh berkunjung ke mansion utama de Niels.


" Gimana kabar kak Noura, sehat selalu kan? " tanya Katharina, mama Kate.


" Sehat... Selalu sehat,, semoga saja kamu juga sehat ya, Kat? " ujar mommy Noura memeluk tubuh besannya.


" Tentu... Kita harus selalu sehat demi cucu... " keduanya terkekeh pelan.


Sama halnya dengan para grandny itu, para grandpa juga saling berpelukan dan saling menyapa menanyakan kabar masing-masing. Namun tentunya keduanya canggung tidak senatural istri mereka karena ternyata diam-diam mommy Noura dan mama Katharina selalu bertemu di luar ketika keduanya sedang tidak memiliki pekerjaan.

__ADS_1


Mommy Noura mempersilahkan besannya untuk masuk. Carmel pun langsung berceloteh ria melihat oma dan opanya datang membawa banyak hadiah. Gadis kecil yang berusia dua tahun itu berlari kencang menghampiri oma dan opanya.


" Oma,,, opa.... Amel anen... " ujar gadis kecil putri Gaffi.


" Oma sama opa juga kangen sama cucu cantik kami ini... Carmel sudah makan belum? Ini oma bawa sup daging dikasih telur kecil kesukaan Carmel... " Katharina langsung menggendong cucunya itu.


" Lum aem oma... Ugu any acak.... " Carmel menjawab pertanyaan omanya meski bahasa tidak begitu jelas didengar dan maksudnya pun terkadang orang belum paham.


" Kalau gitu maem disuapin sama oma mau? " Carmel mengangguk lucu dengan menunjukkan puppy eyes andalannya. Katharina dan Lionel terkekeh pelan melihat tingkah lucu cucu mereka.


Carmel memang bukan cucu kandung mereka karena princess kecil ini adalah putri sambung dari Kate. Tapi karena kelucuan Carmel dan juga kedua orang tua Kate yang memang sudah ingin menimang cucu, langsung saja akrab dan menyayangi Carmel tanpa lagi peduli siapa ibu kandung Carmel.


" Gimana keadaan Kate disana pa? Apa pengobatannya lancar? " tanya Gaffi. Dia tidak diperbolehkan menghubungi Kate sendiri jadi dia selalu menanyakan kabar Kate lewat ayah mertuanya ini. Beruntung Lionel selalu mengatakan bagaimana kondisi putrinya karena tidak tega melihat Gaffi terpuruk.


" Dia baik... Sekarang sudah punya toko bunga sendiri di sana.. Kamu jangan khawatir, saya sudah siapkan bodyguard untuk Kate selama berada di sana.. " Lionel menepuk pelan pundak Gaffi. Suami Kate ini hanya mengangguk saja sebagai tanggapannya.


Mommy Noura dan juga mama Katharina sedang senang-senangnya mendengar Carmel berceloteh ria setelah menghabiskan satu mangkok sup daging yang dimasak oleh Katharina. Carmel menceritakan bahwa dia nanti sore akan berjalan-jalan bersama dengan daddy nya untuk pergi melihat circus yang kebetulan sedang melakukan tour di Milan.

__ADS_1


Katharina manggut-manggut saja karena sejujurnya belum begitu mengerti maksud ucapan Carmel yang masih cadel itu. Tapi Katharina merekam setiap pola tingkah dari cucunya ini karena ingin mengirimkannya pada Kate. Biar putrinya disana bisa mengobati rindu pada putri kecilnya dengan melihat video itu.


" Ama... i ope yu.. " ucap Carmel dengan lantang membuat Katharina dan mommy Noura terkejut mendengar cucu mereka mengucapkan kata cinta untuk mamanya, mama disini adalah Kate.


" Wah... Carmel cinta sama mama ya? Mama juga cinta sama Carmel... " sambil menahan tangisnya Katharina berucap. Carmel mengangguk dan tersenyum sangat lebar sekali.


Sedang asyiknya terharu dengan tingkah cucunya, tapi kemudian Gaffi datang untuk mengganggu momen mengharukan itu. Pria ini duduk bersila di depan Carmel, dan memainkan beberapa mainan yang tadi Lionel dan Katharina bawakan untuk cucu mereka. Gaffi tengah bermain dengan putri kecilnya, tertawa bersama bahkan terkadang Gaffi harus pura-pura menangis agar Carmel mau membagi mainannya.


Pemandangan ini juga diabadikan oleh Katharina dan langsung mengirimkan pada putrinya. Namun setelah ditunggu beberapa saat, tidak ada respon dari sang putri, Katharina pun meletakan kembali ponselnya dalam berjalan ke dapur untuk meletakan mangkok kotor bekas Carmel makan.


Perlu diketahui, Katharina dan Lionel sudah sering masuk menjelajah ke semua sudut mansion utama ini karena pemiliknya meminta mereka untuk tidak sungkan ketika berada di mansion utama. Sekarang ini mereka adalah keluarga terlepas dari bagaimana kedua anak mereka bersikap.


Gaffi masih saja terus memperhatikan buah hatinya bermain bersama dengan boneka kelinci berwarna hijau. Sepertinya dari semua mainan yang ada di depannya, Carmel hanya terfokus dengan boneka kelinci itu. Padahal biasanya yang paling dia sukai adalah boneka princess seperti barbey dan kawan-kawan nya.


" Boneka kelincinya suka ya sweety? Gimana kalau nanti sore kita beli boneka kelinci yang lebih besar lagi buat ditaruh di kamar? " ujar Gaffi menawarkan.


" Ote.... Amel au ady... " seru Carmel kegirangan. Pasalnya selain jalan-jalan, mereka berdua akan pergi membeli boneka kelinci yang besar.

__ADS_1


Ketika masih asyik bercengkrama dengan putrinya. Gaffi tiba-tiba saja mendengar suara ponsel berbunyi. Dia segera mencari kemana arah dari ponsel yang berbunyi itu. Ketika menemukan ponselnya, Gaffi sengaja mengambil karena ingin diberikan pada mama Katharina. Tapi begitu melihat siapa yang menelfon, Gaffi langsung mengangkat nya dan berucap


" Halo.... "


__ADS_2