MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Bertemu dengan orang jenius


__ADS_3

Suasana di clubs malam yang didatangi Gaffi dan teman dokternya cukup ramai bahkan tidak lagi cukup tapi sangat ramai. Awalnya teman-teman Gaffi terlihat canggung, tapi karena pembawaan Gaffi yang santai, membuka yang lain juga santai. Pesanan mereka datang, banyak makanan dan juga minuman serta jangan lupakan cemilan. Ini khusus karena ada adik dari pemilik clubs ini disini.


" Kenapa banyak sekali? " tanya Gaffi yang kini menatap pelayan yang ada di sampingnya tengah menyajikan makanan.


" Ini perintah dari Bos besar tuan.. " jawab pelayan itu menunduk memberi hormat.


" Galen disini? " Gaffi bertanya dengan sedikit terkejut. Pasalnya tadi siang saudara tengilnya itu mengatakan sedang ada rapat lalu sekarang sudah di Berlin.


" Hai.. " mata Gaffi langsung melotot hampir melompat keluar melihat benar ternyata siapa di depannya ini.


" Kau.... Kau... Bukankah tadi mengatakan akan ada rapat? Kau seharusnya di JN buiding kan, kenapa ada disini sekarang? " Gaffi terkejut bukan main meski sudah dikatakan oleh pelayan tadi.


" Silahkan nikmati hidangan kalian.. Aku yang menjamu kalian disini.. " Galen mengabaikan pertanyaan Gaffi dan malah mengapa ketiga teman Gaffi yang sama-sama berprofesi dokter itu.


" Ah... Kami jadi tidak enak tuan muda.. " dokter Fartur angkat bicara.


" Tidak jadi masalah.. Anggap saja saya teman.. Dan kalian bisa bicara santai saja dengan saya.. Bagaimana? " teman Gaffi serempak mengangguk.


" Terima kasih atas ini semua,, aku pastikan akan mentraktir kalian kalau datang ke Vatican.. Bibi ku adalah orang Indonesia yang membuka resto masakan Indonesia di sana.. Jadi jangan lupa untuk mampir ya.. " dokter Zeno menawarkan.

__ADS_1


" Pasti.. Kami rindu masakan Indonesia.. Dulu kami tinggal di sana sampai berumur enam atau delapan tahun.. " seru Gaffi semangat jika sudah berbicara tentang masakan Indonesia.


" Benarkah? " teman Gaffi itu semua serempak bertanya karena tidak percaya apa yang diucapkan Gaffi.


" Bahkan Galen ini, sejak usianya sembilan belas tahun tinggal di sana selama lima tahun. Begitu dia mendapatkan gelas master di usia yang dua puluh satu, dia menetap di sana sampai kembali pulang ketika usianya dua puluh empat tahun.. " cerita Gaffi.


Namun disini, yang menjadi perhatian ketiga teman Gaffi bukan masalah lamanya Galen tinggal di Indonesia. Tapi ketika umur baru dua puluh satu tahun, Galen sudah mendapatkan gelas master. Bukankah itu luar biasa sekali?


" Be-be-narkah,, di usia dua puluh satu tahun? " tanya dokter Fartur merasa dia yang jenius tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan pria yang duduk di depannya ini.


" Hahahahaha.... Kau terkejut ya.. Dia ini memang paling jenius di antara semua anak di keluarga ku.. Aku yang dijuluki dokter jenius saja masih kalah darinya. Kami sama-sama lompat kelas sejak masih kecil, tapi dia mendapatkan gelar masternya lebih dulu dari aku.. " ketiga teman Gaffi langsung pusing..


Mereka berlima kembali mengobrol, membicarakan banyak hal yang tidak disangka oleh ketiga dokter teman Gaffi ini, ternyata meski mereka keluarga de Niels, mereka bisa berbaur dengan orang lain yang mungkin status dan kedudukannya berbeda dari mereka. Ketiga dokter ini merasa nyaman berbincang dengan Gaffi dan Galen hingga obrolan pun mengalir seperti air sungai.


Galen yang mendengar itu langsung menginjak kaki Gaffi. Tentu saja tidak mungkin Gaffi berteriak disini, jadi dia hanya bisa meringis kesakitan dan terpaksa tersenyum ketika mendengar hal lucu lain yang dikatakan teman dokternya ini.


" Tidak ku sangka.. Dokter juga bisa bergosip.. Aduh mati aku... " batin Gaffi ditengah senyum bodoh yang ditampilkannya.


" Sepertinya sia-sia saja aku kemari mengantarkan surat Kate pada mu.. Ternyata kau sudah ada gebetan baru disini.. " bisik Galen, yang sukses membuat Gaffi langsung memelas dan memohon padanya.

__ADS_1


" Hei... Jangan simpulkan yang tidak-tidak dulu sebelum aku jelaskan. Sungguh aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dokter itu.. Aku saja terus menghindari nya dan baru ini keluar kamar.. " terang Gaffi yang mana wajahnya sudah merah karena menahan malu dan emosi.


" Menghindar di sini juga percuma kalau kalian akan satu tempat kerja nantinya.. Kalau aku tidak salah dengar, ada orang-orang kepercayaan papa mertua mu di rumah sakit yang mengawasi mu.. Hati-hati ya, jangan sampai Kate mendengar ini semua. " Galen tersenyum penuh kemenangan.


" Sial.. Hei siapa yang menerima dia bekerja di rumah sakit ku.. " ucap Gaffi keceplosan yang bisa didengar tiga teman dokternya.


" Bukankah, presdirnya sendiri yang memintanya bekerja di JN Hospitals.. Kalau aku tidak salah dengar, begitu.. Memangnya ada apa Gaffi? " sahut dokter Frans.


" Ha? Tidak ada apa-apa.. Iya,, hehe.. "


Galen tersenyum senang bisa menggoda Gaffi seperti ini. Hal ini termasuk ke dalam cara dia menilai apakah Gaffi layak atau tidak tetap menjadi suami Kate. Benar Galen lancang karena ikut campur. Tapi andai dari awal Gaffi tidak berbuat hal buruk seperti ini, Galen pun tidak akan ikut campur di dalamnya. Masalahnya adalah, sudah ada hati yang terluka dan ada korban dari semua itu. Anak Kate dan Gaffi.


Galen meminta izin sebentar membawa Gaffi untuk ikut dengannya ke ruangan lain yang adalah kantor pribadi milik Galen. Sengaja Galen meminta Gaffi ke sana karena dia harus segera kembali ke Milan. Besok pagi sekali dia harus pergi ke Roma untuk rapat dengan anak perusahaan JN yang ada di Roma.


" Kenapa mengajak ku kemari..? Sudah akun katakan aku tidak.... "


Plak...


" Ini surat dari Kate.. Aku percaya pada mu, tapi jangan kecewakan aku.. Dan tolong jaga perasaan Kate, dia sedang dalam masa pengobatan sekarang.. " Galen menepuk kepala Gaffi dengan surat yang Kate buat untuknya.

__ADS_1


" Aku harus kembali ke Milan sekarang, besok pagi aku berangkat ke Roma.. Hati-hati disini, dan ingat, jangan menciptakan situasi dimana wanita akan masuk ke dalam rumah tangga kalian lagi.. " Galen pun pamit.


Setelah kepergian Galen, Gaffi dan ketiga temannya itupun kembali lagi ke hotel. Disinilah Gaffi sekarang, tengah mempersiapkan diri untuk membuka surat dari Kate untuknya..


__ADS_2