
Suara tawa yang begitu renyah dan merdu terdengar memenuhi sebuah ruangan di rumah tingkat dua di sebuah kota kecil yang sangat maju. Tawa itu terdengar begitu menyenangkan, dan juga penuh keceriaan. Tawa yang berasal dari seorang wanita bernama Kate Keyleigh. Dengan satu tangan yang memegang ponsel miliknya, Kate tidak hentinya tertawa saat mendengar cerita dari kakak iparnya itu.
" Ya ampun, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu pada mu, Kak...? Apa kak Gaffi sudah gila? " ujar Kate ditengah tawanya.
" Aku juga langsung terkejut, bahkan sampai speechless begitu dia menuduh ku menyukai mu.. Oh ayolah,, dia dan kau tahu pasti aku menyukai siapa.. " seseorang di seberang sana menjawab ucapan Kate.
" Tentu saja kami tahu.. Tapi kenapa sampai sekarang itu cinta kakak tidak direalisasikan..? Mau menunggu sampai karatan ya? " Kate menggodanya.
" Not now... Kami berada di kondisi dan juga beberapa hal yang tidak akan bisa dipaksakan.. Dan jangan bahas tentang diri ku, sekarang ini kita sedang membahas suami gila mu itu.. " protes pria yang menelepon Kate.
" Kalau begitu, katakan pada suami ku untuk tidak bertindak konyol seperti itu. Dan lagi, aku pun juga tidak tahu bahwa kakak menyimpan rahasia seperti itu. Kenapa tidak mengatakan apapun pada ku? " tanya Kate yang penasaran juga sama seperti Gaffi.
" Karena aku ingin memberi pelajaran pada suami ku itu.. Bagaimana rasanya dikhianati, agar tidak pernah mencoba untuk bermain api.. Hanya saja, dalam rencana ku itu, aku tidak menyangka kau akan hamil dan berakhir kau harus kehilangan anak mu.. " ujar Galen merasa menyesal.
" Tidak apa kak.. Itu semua adalah takdir.. Justru karena peristiwa itu suami ku jadi sadar dan berusaha berubah.. Aku patut mengucapkan Terima kasih pada mu kak, karena sudah membantu ku.. "
" Sama-sama.. Dan sejujurnya itu termasuk dalam tanggung jawab ku.. Sudah dulu ya, aku harus segera menyelesaikan beberapa pekerjaan ku.. Ingat untuk jaga kesehatan mu disana.. "
__ADS_1
" Tentu... Selalu hati-hati kak, dan jika kakak sudah menerima surat ku, tolong kabari aku ya kak... " pintar Kate sebelum akhirnya menutup telepon dari Galen.
Kate menghela nafas kemudian menggelengkan kepalanya karena merasa terhibur dan heran dengan tingkah suaminya. Rasanya seperti tengah menghadapi anak kecil yang cemburu buta, ketika menghadapi suaminya sendiri itu. Kate heran, kenapa reaksi suaminya sampai menuduh kakak iparnya menyukai dirinya.
Kate tiba-tiba saja menjadi sangat senang dan bersemangat melewati harinya hari ini, Mendapatkan kabar bahwa suaminya dan keluarganya baik-baik saja, kemudian mendengar cerita lucu tentang suaminya, membuat Kate jadi sangat bersemangat menjalani hari ini. Niat hati hari ini dia akan menjual beberapa kudapan di toko bunganya sebagai pengenalan pada pelanggan.
Kate sudah membuat beberapa jenis kue baik itu kue basah maupun kue kering. Nantinya di depan toko bunganya akan ada stand kecil untuk menggelar beberapa contoh kue yang akan dijual. Kue itu sengaja tidak dijual, tapi sengaja dibagikan agar para pejalan kaki dan pelanggan mengenal kue itu dan setelah tiga hari, Kate akan benar-benar membuka toko kudapan di dalam toko bunganya.
Rencana sudah matang dan persiapan sudah delapan puluh persen, dan tiga hari lagi semua sudah siap. Jadi untuk pengenalan ini, nantinya dilakukan untuk menarik pelanggan dan peminat kue buatan Kate. Jika dirasa banyak peminat dan prospeknya bagus, Kate akan membangun dapur di bagian belakang toko bunganya nanti dan mempekerjakan beberapa orang yang pandai dalam membuat kue dan pelayanan.
Beruntung jalanan pagi ini kering tidak ada bekas salju sedikit pun sehingga perjalanan bisa aman sampai tempat tujuan. Dan lagi, ketika sampai stand yang dibutuhkan Kate sudah tersedia dan tinggal menata kue-kue yang akan dipromosikan hari ini. Jangan lupa dengan minuman seperti kopi, susu dan jenis minuman lainnya yang juga akan dijual. Pokonya semuanya sudah siap, dan tinggal mempromosikannya saja.
" Sudah siap semuanya ya? Terima kasih ya, sudah dibantu mengurusi yang ada disini.. " ujar Kate tulis pada beberapa pegawainya.
" Itu sudah tugas kami kak, jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan kami ya.. " Calosa yang bicara.
" Hem.. Tentu saja.. " Kate mengangguk sambil tersenyum manis ke arah para pegawainya.
__ADS_1
Semuanya membantu Kate meletakan beberapa jenis kudapan yang Kate buat. Baru saja digelar, nyatanya langsung menarik perhatian dari beberapa pejalan kaki, dan juga kendaraan yang melintas di jalan raya. Toko bunga Kate memang strategis karena terletak di pinggir jalan besar dan ditengah ekonomi kota. Ada mall, ada perkantoran, dan ada sekolahan juga. Jadi sudah pasti banyak yang menaruh perhatian pada toko Kate.
" Kak... Apa kue ini dijual? " tanya salah seorang pejalan kaki yang sepertinya bekerja di kantor dekat toko bunga milik Kate.
" Untuk tiga hari ke depan, semuanya kami bagikan secara gratis kak.. Nanti setelah itu baru kami jual sesuai harga.. Ini kami lakukan untuk menarik perhatian pembeli dulu, biar bisa mencicipi kudapan buatan toko kami.. " ujar pegawai Kate menarik perhatian pejalan kaki lainnya.
" Benarkah? Boleh memilih apapun kak? " tanyanya lagi
" Tentu... Bisa Anda bagikan juga dengan teman sekantor agar semua nanti kalau beli kudapan ke tempat kami saja. Masalah rasa dijamin terbaik kak.. " pegawai Kate mencoba mempromosikan kue buatan Kate.
" Saya mau yang itu kak... "
" Saya yang itu kak, lima ya.. Mau saya bagikan teman saya di kantor.. "
" Saya yang itu kak... "
Beberapa orang terlihat mulai berebut di depan stand milik Kate yang khusus membagikan kudapan yang dia buat. Kate tersenyum melihat orang-orang yang begitu antusias mendapatkan kue buatannya. Semoga selama tiga hari ke depan akan ramai orang lagi seperti hari ini. Dan untuk seterusnya, akan banyak orang yang menyukai cita rasa kue buatan Kate.
__ADS_1