
Begitu senangnya keluar dari mansion keluarga tanpa adanya pengawalan dan pengasuhnya, Kate yang kala itu dibawa pergi oleh penculik sampai ketiduran di dalam mobil penculiknya. Anak ini sungguh tidak tahu bahwa bahaya ada di depannya tengah mengancam dirinya. Pria yang membawanya ini bukan orang baik, melainkan orang yang menaruh dendam pada keluarga dan juga mendapatkan dukungan dari lawan bisnis papa Lionel.
Ketika Kate bangun, dia sudah berada di kamar yang berdebu dan juga gelap, banyak hewan serangga didalam kamar itu. Kate kecil yang belum bisa memahami situasi tidak berpikir apapun selain keinginannya melihat kupu-kupu. Kate segera turun dari ranjang tempatnya tadi tertidur, dan langsung menuju ke pintu untuk membukanya. Namun dicoba berulang kali pun tetap saja pintu itu tidak bisa terbuka.
" Paman... Paman... Aku sudah bangun paman.. Ayo kita melihat kupu-kupu.. " teriak Kate dari dalam kamar memanggil pria yang membawanya tadi.
" Paman.... Kau bisa mendengar ku? Aku sudah bangun paman.. " sekali lagi Kate mencoba berteriak, tapi tetap tidak ada respon dari luar. Akhirnya Kate kembali naik ke ranjang lagi, dan mulai memperhatikan sekitarnya. Tempat ini sangat kotor jika dikatakan sebagai tempat tinggal seseorang. Tapi sekali lagi, Kate kecil sangatlah polos jadi tidak bisa mengetahui bahwa ada bahaya yang mengancamnya saat ini.
Krrruuuyyyyuuukkk..
Perut Kate berbunyi karena lapar, seharusnya dia makan siang tadi tapi karena dia ketiduran dia jadi melupakan jam makan siangnya. Kate mencoba turun lagi dari ranjang dan kembali mencoba membuka pintu, tapi tetap saja pintunya dikunci dari luar. Kate merasa perutnya sudah tidak bisa ditahan lagi, Kate kelaparan sekarang.
" Mama... Papa... Kate lapar... Aduh,, perut ku lapar sekali, bibi.. aku sangat lapar.. " Kate mulai merindukan orang tua dan pengasuhnya. Kate memanggil mereka juga tidak datang, dan akhirnya Kate menangis.
Diluar kamar, pria yang membawa Kate tadi sudah datang lagi membawa anak perempuan lain yang kejadiannya sama seperti Kate. Karena orang tuanya sibuk, jadilah anak ini bermain keluar sendirian dan pria ini menculiknya. Pria itu mendengar Kate menangis dan mengatakan bahwa dia lapar. Pria itu menghela nafas, lupa jika dia tidak menyiapkan makanan untuk Kate saat dia pergi tadi.
" Ck.. Menyebalkan sekali.. Anak orang kaya memang merepotkan. " gumamnya kesal.
Setelah mengantarkan anak perempuan lain itu ke kamar yang lain, pria ini menyiapkan makanan untuk Kate. Baginya Kate saat ini adalah jackpot dan dia harus merawat Kate agar tidak mati sampai dimana dia bisa mendapatkan uang dari rekannya sekaligus membalas dendamnya pada Lionel Keyleigh.
__ADS_1
Ceklek...
Pintu terbuka dan dapat pria itu lihat Kate meringkuk di lantai karena lapar. Tentu saja dia merasa panik jika sampai anak itu mati duluan sebelum dia mendapatkan tujuannya. Ketika dia mendekat, rupanya Kate hanya menangis sambil memegang perutnya yang lapar.
" Ini cepat kau makan.. " pria itu meletakan nampan berisi kue dan susu untuk Kate.
" Apa setelah ini kita akan melihat kupu-kupu pan? " Kate langsung terduduk dan lekas memakan kue yang ada di depannya.
" Besok.. Nanti tidak ada kupu-kupu di tempat itu. Tunggu saja besok.. " ujar pria itu malas.
" Baik paman.. " Kate mengangguk senang.
" Hm.. Jangan banyak mengeluh jika kau ingin melihat kupu-kupu, menurut pada ku, kau mengerti? Jika tidak aku tidak akan memperlihatkan kupu-kupu pada mu.. " ujar pria itu memperingati kemudian meninggalkan Kate kecil sendiri di kamar itu.
" Kamu sudah bangun ya? " tanya anak perempuan itu.
" Iya kak.. Kamu siapa? " tanya Kate kecil menatap anak perempuan itu dengan tatapan yang terlihat lucu.
" Hihihi... Kamu itu lucu sekali.. Nama ku Nella, siapa nama mu adik kecil? " tanya anak perempuan yang bernama Nella itu.
__ADS_1
" Aku Kate... Kate Keyleigh.. " seru Kate senang karena memiliki teman.
" Kenapa kau ada disini? Bagaimana kau bisa ikut pria itu? Hm,, bisa kau ceritakan? " tanya Nella menatap teduh wajah cantik Kate yang terlihat mulai kusam karena tidak mandi.
Kate pun bercerita bahwa yang membuatnya ada disini karena paman itu mengajaknya untuk melihat kupu-kupu. Kate pun menceritakan semuanya, dan Nella yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas karena sadar apa yang akan terjadi pada Kate. Merasa kasian, Nella pun akan mencari cara agar bisa membuat Kate segera keluar dari sini, jika tidak Kate akan mengalami apa yang dia dan anak lainnya alami. Apalagi Nella yang paling lama berada disini karena dianggap berguna bagi pria itu.
" Kak Nella kenapa juga ada disini? Apa kak Nella juga akan melihat kupu-kupu? " tanya Kate polos.
" Tidak.. Kakak kemari karena ayah kakak berhutang pada orang dan menjual kakak. Tapi karena paman itu sepertinya menyukai kakak, jadi yah... Kakak jadi tinggal disini.... Eh,, kamu nggak paham ya? " Kate menggeleng dengan keras. Hal itu membuat Nella tertawa.
BRAK...
Pintu kamar yang ada Nella dan Kate didalamnya dibuka dari luar dengan kasar. Muncul pria itu dan langsung menarik Nella keluar dari ruangan itu dan membawanya ke kamar lain. Karena terburu-buru, pintu kamar Kate sampai tidak ditutup lagi. Kate pun mengikuti kedua orang dewasa itu dan mengintip dari celah kecil apa yang dia lihat di dalamnya.
Kate tidak paham apa yang dilihatnya, karena yang dia tahu pria yang dia panggil paman dan kak Nella itu tengah tidak berpakaian dan saling menindih. Terlihat wajah paman itu sangat senang sedangkan Nella justru menangis. Kate memperhatikan itu semua tapi sungguh dia tidak paham akan apa yang dilihatnya. Hingga beberapa menit kemudian, paman itu lekas bangun dan kembali berpakaian dan langsung meninggalkan Nella begitu saja.
Kate yang melihat Nella meringkuk di kasur lantai dan menangis segera menghampiri. Kate menghapus air mata Nella dan mengambilkan pakaian Nella yang sudah tercecer di lantai.
" Aduh kak, bagaimana ini ternyata baju kaka sudah robek? " tanya Kate dengan polosnya membawa dress lusuh Nella sudah tidak berbentuk lagi.
__ADS_1
" Hiks... Hehehehe.. Hiks.. Ambil saja disana Kate!! " Nella berusaha tersenyum dan menunjuk ke arah di depannya terdapat lemari susun. Kate mengambil dress lain yang juga lusuh tapi tidak robek.
Kate melihat Nella bangun dan lekas memakai pakaiannya. Inilah yang Nella sebuh bahwa dirinya masih berguna bagi pria itu, karena Nella adalah tempat pria itu melampiaskan nafsunya. Betapa bodohnya dirinya sampai tidak sadar Kate melihat semuanya, semoga saja Kate tidak akan mengerti dan juga tidak akan pernah mengingat kejadian ini..