MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Pernyataan cinta Volk


__ADS_3

Kate lekas kembali setelah berbincang dengan dokter Anastasya. Sepanjang perjalanan menuju ke parkiran, telinga Kate terus mendengar hebohnya para staf medis wanita di rumah sakit ini karena kedatangan dokter baru yang katanya tampan. Entah kenapa Kate yang biasanya cuek jadi tertarik untuk mendengar ucapan dari para staf medis tak jauh darinya.


" *Kau tahu.. Tadi aku sempat berpapasan dengannya... Ya Tuhan... So damn.. "


" Yang benar? Aduh jadi penasaran seganteng apa itu dokter baru.. "


" Tampan, berwibawa, tapi berkesan dingin sekali.. Tatapannya tajam, badannya juga kekar.. Kalau ada wanita yang tidak tertarik padanya, harus segera diantar ke dokter mata itu.. "


" Dokter baru dimana maksud kalian? "


" Dokter bantu, dia bekerja di departemen bedah saraf kalau tidak salah.. Kita nanti lewat sana ya, biar bisa lihat dokter itu*.. "


Kate geleng kepala mendengar betapa hebohnya para perawat ini. Tapi dari gambaran yang dijelaskan oleh para perawat ini, Kate merasa yang dibicarakan seperti sosok suaminya. Tapi jelas tidak mungkin jika Gaffi ada di tempat ini. Kate pun menepuk pelan dahinya karena merasa konyol sekali.


Untuk sampai ke parkiran, Kate memang harus melewati departemen bedah. Karena sering sekali mendapatkan panggilan darurat, bagian bedah di rumah sakit ini terletak di bagian depan. Dekat dengan IGD dan juga lobby rumah sakit. Agar lebih mudah bagi staf dokter di sana jika diperlukan dalam kondisi mendesak.


" Nona Kate.. " Kate berbalik ketika mendengar seseorang memanggilnya. Rupanya dia adalah dokter Volk,salah satu dokter yang tertarik padanya.


" Dokter... Selamat siang menjelang sore.. " sapa Kate ramah.

__ADS_1


" Anda sendirian? " dokter Volk melihat ke kanan dan ke kiri, mencari seseorang yang sekiranya mungkin mengantarkan Kate.


" Yang Anda lihat bagaimana? Saya sendiri dok.. Kebetulan kedua orang tua saya sudah kembali ke negara kami, jadilah saya kemari sendiri.. " jawab Kate tersenyum.


" Mau menemani saya minum kopi sejenak? " tawar dokter Volk.


" Jangan beranggapan yang tidak-tidak, anggap saja ini perpisahan karena setahu saya pengobatan Anda sudah selesai kan dengan dokter Anastasya.. Akan sangat sulit untuk kita bertemu lagi ke depannya.. " dokter Volk memelas.


" Baiklah.. Secangkir kopi ya.. " akhirnya Kate setuju.


Di dalam rumah sakit ini juga ada cafe kopi di lantai satu. Selain untuk para keluarga yang menjaga saudaranya yang sakit, juga disediakan untuk pekerja di rumah sakit ini. Cafe ini bukan dua puluh empat jam, sehingga bagi staf yang masuk malam pun tidak akan sulit jika ingin minum kopi.


" Ehm... Nona Kate.. Ada yang ingin saya sampaikan pada Anda.. Apakah anda berkenan mendengarkan? " tanya dokter Volk memberanikan diri untuk bertanya.


" Tentu saja.. Silahkan mengatakan apapun dokter Volk, saya bersedia mendengarkan.. " jawab Kate.


" Begini... Ehm... sebenarnya... saya... saya... emm.. " dokter Volk terlihat gugup sekali.


" Saya kenapa dok? " tanya Kate yang memang sejak tadi begitu penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh dokter Volk.

__ADS_1


" Saya.. sebenarnya... Ah, sebelum itu saya ingin minta maaf terlebih dahulu.. Saya sebenarnya telah secara kandang menyimpan.... " ucapan dokter Volk terhenti.


" Menyimpan apa dok? Jangan bikin saya penasaran dong.. " akhirnya Kate kesal karena dokter Volk tidak kunjung mengatakan apa yang dia inginkan.


" Ah... Maaf nona Kate.. " dokter Volk mengambil nafas dalam sebelum akhirnya mengatakan apa yang memang dia ingin utarakan, " Saya sebenarnya sudah sejak pertama kali bertemu dengan Anda, langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Saya tertarik dengan nona Kate.. Saya tidak memaksa Anda untuk membalas perasaan saya, tapi saya ingin Anda tahu bahwa saya memang memiliki rasa untuk Anda.. " akhirnya, dokter Volk lega juga sudah bisa mengatakan isi hatinya.


Setelah mendengar pengakuan cinta dari dokter muda nan tampan ini, Kate sejenak terdiam. Dia sendiri tidak tahu kenapa banyak orang yang bisa tertarik padanya padahal dirinya biasa saja selama ini. Berias juga tidak, malah terkesan pakaian kuno tidak seperti wanita seusianya.


Kate menghela nafas sedikit kasar, dia sebenarnya tidak ingin menyakiti hati para pria ini. Kejadian dia menyakiti perasaan Iden saja baru beberapa hari yang lalu, sekarang dia harus menolak cinta dari dokter Volk. Rasanya Kate merasa tidak enak, tapi kalau memberi harapan palsu, takutnya itu justru menjadi boomerang untuknya.


" Dokter.. Terima kasih karena anda memiliki perasaan tulus untuk saya. Tapi sebelumnya saya ingin meminta maaf terlebih dahulu, dengan berat hati saya mengatakan bahwa saya saat ini masih berstatuskan istri dari seorang pria yang juga berprofesi dokter seperti Anda.. Saya tidak bisa mengkhianati suami saya, karena di tempat yang jauh di sana, dia juga menjaga hatinya untuk saya.. Sekali lagi maafkan saya dokter Volk, saya harus menolak pernyataan cinta Anda saat ini.. " Kate menunduk dengan raut wajah yang sedih.


" Hahahaha... Jangan sungkan seperti itu nona Kate.. Saya sungguh tidak apa jika anda menolak saya.. Jujur saja saya terkejut dengan status Anda, saya pikir Anda masih single.. Maafkan saya lancang jatuh cinta pada wanita bersuami.. Terima kasih, dengan Anda jujur tentang status Anda itu membuat saya bisa merelakan dengan lebih lapang dada.. " Ucap dokter Volk merasa lega juga sakit karena cintanya ditolak.


" Maafkan saya dok.. Saya sudah membuat Anda sakit hati.. " ucap Kate tulus sekali.


" Jangan begitu.. Jika Anda bersikap seperti ini saya justru merasa tidak enak.. Saya tidak apa nona Kate.. Sungguh... " dokter Volk merasa aneh ketika melihat ekspresi wajah dari Kate yang terlihat mematung seperti melihat hantu.


" Nona Kate.... Nona Kate... " telapak tangan dokter Volk berada di depan wajah Kate untuk menyadarkan Kate dari lamunannya.

__ADS_1


Tapi justru hal mengejutkan yang Kata lakukan karena dia langsung berdiri dan berlari. Dokter Volk sampai memutar badannya untuk melihat apa yang terjadi.Kemudian dokter Voll terkejut ketika melihat Kate memeluk seorang pria. Pria yang sangat tampan, membuat dokter Volk iri melihatnya.


__ADS_2