MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Aku baik-baik saja


__ADS_3

Tubuh Gaffi dan Kate sama-sama menegang kala melihat Galen berdiri di pintu kamar Kate. Gaffi takut jika Galen mendengar apa yang dia katakan tadi pada Kate. Hal ini bisa mengubah semua rencana balas dendamnya. Beruntung apa yang dikatakan oleh Galen berikutnya sama sekali tidak membahas ucapan Gaffi pada sang istri.


" Aku sudah mengurus kepindahan Carmel agar satu kamar dengan Kate. Kau jemput saja Carmel dan mommy. Aku akan menjaga Kate!!" Gaffi langsung menghela nafas lega dan menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Galen.


" Aku titip sebentar Kate..." meski tidak ikhlas mengatakan hal tersebut, tapi demi menutupi kondisi rumah tangganya yang sebenarnya, Gaffi terpaksa pura-pura perhatian.


Galen menatap kepergian Gaffi dengan segala perasaan yang bercampur menjadi satu dihatinya. Galen belum bisa mengambil tindakan apapun saat ini. Hanya harapannya semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar.


" Kate..." panggil Galen.


" Ya...." Kae sedikit kaget karena dia sedang melamun.


" Apa kau bahagia menikah dengan Gaffi?" tanya Galen yang membuat kening Kate berkerut.


" Of course i'm happy... Why?"


Kate sedikit merasa aneh dengan pertanyaan Galen, sehingga dia berusaha untuk memancing Galen mengatakan apa maksud dari pertanyaannya itu. Jawaban Galen membuat Kate. tidak mampu menahan tangisannya lagi. Kate pun mendengarkan semua petuah yang Galen ucapkan. Kate tahu bahwa apa yang Galen katakan ini adalah hal yang baik untuknya.


Keduanya masih terlibat pembicaraan serius sampai Gaffi dan juga beberapa perawat dokter, Carmel dan mommy Noura datang. Gaffi sedikit curiga dengan keseriusan yang terjadi antara Kate dan Galen. Tapi akan sangat mencurigakan jika dia bertanya pada salah satunya. Gaffi hanya memperhatikan tingkah keduanya, dan dia mendapati tidak ada yang aneh dengan keduanya.


" Kalau begitu aku pulang dulu... Take care all..." pamit Galen setlah Carmel tenang dipangkuan Kate.


" Aku antar ke bawah..." Gaffi hendak berdiri, namun Galen langsung menolak keinginan Gaffi untuk mengantarnya.

__ADS_1


" jaga saja anak dan istri mu." Gaffi mengangguk kemudian berjalan mendekati Carmel.


" Lekas sembuh ya, my princess..." Gaffi mencium kening Carmel. Beberapa ruam sudah menyebar di wajahnya. Mungkin karena itulah Carmel jadi rewel.


Karena adanya mommy Noura di ruang rawat Kate, membuat Gaffi tidak bisa mengeluarkan kekesalannya pada Kate. Meninggalkan Kate pun juga tidak bisa karena mommy Noura pasti mengajukan protes padanya. Alhasil Gaffi hanya duduk di sofa bed yang ada di ruang rawat VVIP itu sambil bermain ponselnya.


Tak terasa karena hari sudah sangat larut, Gaffi tertidur masih dengan ponsel yang ada di tangannya. Mommy Noura sampai geleng kepala melihat sikap anaknya yang tidak berubah sejak kecil. Mommy Noura pun menyelimuti tubuh sang putra dan menyimpan ponsel milik Gaffi di bawah bantal anak ketiganya itu.


" Kate.... Tidurlah jika kau lelah.. Mommy akan menjaga Carmel. Jika kau lekas sembuh maka Carmel juga pasti akan lekas sembuh... " titah mommy Noura tidak bisa diganggu gugat.


" Tapi mom, jika nanti mommy butuh bantuan langsung bangunkan aku ya mom... Aku nggak mau mommy kelelahan sendiri... " mommy Noura pun mengangguk lalu menggendong Kate untuk ditidurkan di ranjang pasien Carmel sendiri.


" Lekas sembuh cucu kesayangan granny... " Mommy Noura mencium kening Carmel setelah membaringkan tubuh gembul putri Gaffi itu.


Lima hari berlalu sejak Kate dan Carmel masuk rumah sakit. Kini kondisi keduanya sudah sangat baik, bahkan Kate sudah sejak dua hari lalu diperbolehkan pulang. Namun karena Carmel masih harus dirawat, Kate pun tidak pulang ke Mansion suaminya dan memilih tinggal di kamar rawat Carmel.


" Gaffi mana kok belum ke sini padahal bentar lagi kita pulang? " tanya mommy Noura pada siapa saja yang bisa menjawab keberadaan putranya yang satu itu.


" Dia masih ada pasien mom, katanya pasien darurat. Jadi kita pulang dulu baru nanti dia nyusul... " jawab Gafar yang tadi dipamiti Gaffi.


" Ck... Anak satu itu benar-benar keterlaluan." protes mommy Noura.


" Mom, Gaffi is a doctor... Jadi wajar dia menangani pasien.. " ujar Gafar.

__ADS_1


" Bela saja terus itu saudara mu... " Gafar terkekeh melihat wajah masam mommy nya.


Semuanya pun akhirnya langsung menuju ke parkiran mobil, untuk bisa segera pulang. Sesuai keinginan mommy Noura, Kate dan Carmel akan menginap di mansion utama karena malam nanti, di mansion utama akan diadakan pesta untuk menyambut kepulangan Kate dan Carmel. Pesta ini juga bertujuan untuk berkumpul seluruh keluarga karena keluarga yang di Roma ikut datang ke Milan.


Sesampainya di mansion utama, terlihat banyak maid yang sibuk untuk mempersiapkan pesta nanti malam. Karena keluarga de Niels adalah keluarga besar, jadi ketika berkumpul pasti akan sangat ramai sekali. Jadi para maid mempersiapkan semuanya sama seperti sedang mempersiapkan sebuah pesta besar.


Berbagai hidangan akan disajikan malam ini, mulai dari menu utama, menu pembuka sampai menu penutup pun telah dipersiapkan oleh para koki. Semua makanan favorit dari anggota keluarga de Niels akan tersaji malam ini.


" Jangan sampai keluarga ku curiga pada rumah tangga kita. Kau mengerti... " Gaffi mencengkeram kuat tangan Kate yang hendak keluar kamar.


" Iya mas... Aku mengerti... " Kate menunduk dengan wajah yang terlihat sedih.


" Cih... Dasar perempuan munafik... " gumam Gaffi begitu Kate keluar dari kamarnya yang ada di Mansion utama.


Kate terlihat cantik malam ini karena menggunakan dress sifon berwarna biru langit selutut. Meski menggunakan dress namun penampilan Kate masih terbilang santai karena dress itu mirip dengan dress rumahan. Semua mata memandang wajah Kate dengan penampilan nya yang begitu memukau malam ini.


" Gaffi beruntung sekali mendapatkan istri begitu cantik seperti Kate... " puji Roseline..


" Kau benar. Kate sudah cantik, anggun dan berwibawa lagi.. Sangat cocok untuk Gaffi... " Geya menambahkan.


" Masih cantikan juga aku kak... Kenapa kalian memuji kak Kate sampai segitunya... " Silvanna berucap.


" Heleh... " ujar Roseline dan Geya bersamaan. Ketiga wanita itu pun langsung tertawa bersama karena kekonyolan mereka.

__ADS_1


Kate langsung bergabung dengan para wanita di keluarga ini untuk berbincang bersama dengan banyak pembahasan yang sudah pasti begitu dikuasai para wanita. Mulai dari gosip tentang para aktor dan artis berujung bergosip tentang para pria keluarga de Niels. Kate sampai geleng kepala karena melihat bagaimana sifat asli keluarga ini. Sangat jauh dari kesan keluarga tingkat atas lainnya.


Saat sedang asyiknya berbincang, para wanita ini menoleh ke arah yang sejak tadi ramai sekali.. Entah apa yang terjadi disana namun ketika mereka melihat, sontak semua mata menatap ke arah Kate. Apa yang terjadi sampai semuanya begitu heran menatap Kate malam ini?


__ADS_2