MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Banyak pesanan.


__ADS_3

Standar kudapan yang digelar Kate benar-benar mendapatkan respon yang sangat positif sekali dari para peminat. Dibuka dari jam sembilan pagi sekarang jam sebelas siang sudah habis. Mungkin karena di gratiskan jadi banyak yang berdatangan. Coba-coba dan siapa tahu saja mereka semua cocok dengan cita rasa yang Kate buat.


Kate senang bukan kepalang ketika mendapatkan kabar dari pegawainya bahwa kue yang dia buat tadi sudah habis. Dua jam, dan itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Besok Kate akan membuat kue lain dengan citarasa yang lain dari hari ini.


" Wah kak,, benar-benar kalau kita bukan toko kudapan disini dan disertakan juga seperti model cafe, pasti banyak peminatnya. Secara kanan kiri depan belakang toko bunga kakak adalah perkantoran dan pusat perbelanjaan.. " ujar Calosa berpendapat.


" Jangan berpuas dulu.. Persaingan antara penjual itu sangat ketat, kita jangan berpuas dulu dan berakhir nantinya kita malah kalah saing karena sudah puas dengan apa yang kita dapatkan sekarang. " ujar Kate tidak mau besar kepala dulu. Di sekitar toko bunganya, sudah ada beberapa toko yang menjual kue seperti yang sekarang ini dia lakukan. Saingannya banyak dan mereka lebih lama berada di dalam bidang ini, jadi Kate harus benar-benar berhati-hati dan terus mengeksplor kemampuannya agar tidak kalah dengan mereka.


" Kak Kate benar.. Apa lagi toko kue di belokan depan sana. Itu sudah terkenal dengan enak dan lembutnya kue buatan mereka. Laris banget tempat itu. " Pinvilla menambahi.


" Kalau begitu kita musti bantu kak Kate cari referensi untuk kue yang lain dari para pesaing. Dengan begitu mereka akan memiliki pilihan lain dan toko kue kita menjadi salah satu option nya. " ujar Calosa.


" Setuju dengan itu.. " Kanaya ikut memberikan pendapat


" Oke.. Aku tunggu kabar dari kalian ya.. Mohon kerja samanya.. " Kate langsung membungkuk membuat semuanya tertawa bersama.


Kate senang bukan kepalang sekarang, dan karena pencapaian hari ini, di otak Kate sudah dipenuhi dengan berbagai macam ide yang akan dia tuangkan esok hari untuk membuat kudapan yang lain dari yang lain. Kate harus mencari resep-resep kue yang sekiranya banyak peminat dan unik. Semoga saja apa yang dia tengah kerjakan ini menjadi sesuatu yang membuahkan hasil nantinya.

__ADS_1


...*************...


Di salah satu gedung perkantoran yang ada di dekat toko bunga Kate, pagi ini diramaikan dengan fenomena kue gratis lezat yang dibagikan di Carmel's Flower. Kantor yang bergerak di bidang percetakan ini, begitu riuh membicarakan lezatnya kue yang mereka dapatkan tadi pagi. Hal ini menarik perhatian dari pemimpin kantor itu.


" Apa sedang mereka bicarakan? Kenapa tidak segera bekerja malah sibuk bergosip seperti itu? " tanya bos pemilik kantor percetakan ini.


" Oh.. Itu bos, mereka serang membicarakan tentang kue yang dijual oleh toko bunga di depan kantor kira ini bos. Mereka bilang kue itu dibagikan gratis sebagai promosi dan ternyata rasanya sangat lezat. " jawab asisten bos kantor percetakan itu.


" Benarkah? Toko bunga di depan? " beo bos itu tidak percaya.


Dia yang seharusnya masuk ke ruangannya dan memeriksa pekerjaannya pagi ini, berbalik arah menuju ke tempat para staffnya yang tengah berbincang tentang kelezatan kue yang didapatkan mereka ketika berangkat kerja tadi. Mata pria yang menjadi bos ini memindai tempat kerja para staff sampai matanya menemukan sebuah kotak dari mika berisi kue yang dibagikan gratis tadi.


" Eh bos... " pekik wanita itu kaget karena ternyata uang dia marahi adalah bosnya sendiri.


" Mati aku... " batin staff wanita itu takut.


" Saya akan bayar ini, tapi bisa berikan ini untuk saya. Siapa nama mu? " tanya bos.

__ADS_1


" Say-saya,, Birdella bos.. Dan tidak perlu... mem-membayar karena itu tadi gra-gratis.. " ujar staff wanita itu tergagap karena gugup.


" Tidak apa.. Anggap saja sebagai gantinya kamu sudah mengantre lama tadi pagi... Volt, tolong kau berikan uang pada nona Birdella ya.. " ucap bos itu kemudian pergi begitu saja membawa mika kue milik pekerjanya.


" Seenak apa coba, sampai semua pada heboh begitu. Tapi aromanya sedap sekali.. " gumam pria itu langsung masuk ke dalam kantor pribadinya.


Segigit kecil pria itu mulai mencicipi kue yang dimintanya dari staff pekerjanya. Kemudian dia mengambil satu potong besar dan dalam sekali makan, kue itu masuk semua ke dalam mulutnya. Rasanya baru kali ini dia memakan kue seenak ini. Omanya saja yang selalu membuat kue sejak masih muda tidak lebih enak dari kue yang dimakannya ini.


" Hm.. Kenapa enak sekali, teksturnya lembut, belum lagi ada sesuatu yang beda di rasanya. Pembuatan yang tepat dioven juga dengan waktu yang tepat, hemmm rasanya nikmat.. Kue oma aja lewat nih.. " gumamnya menyukai kue yang dibuat oleh toko bunga di depan kantornya.


" Boleh ini kalau pesan buat acara ulang tahun kantor besok lusa. Pesen juga buat oma lah, biar oma seneng karena bisa makan kue lezat.. " Gumamnya lagi.


Bos kantor percetakan ini pun langsung memanggil asisten nya untuk segera merealisasikan ide yang tercetus baru saja itu. Dia pun memesan dalam jumlah banyak untuk beberapa jenis kue yang dia minta dibuatkan untuk acara yang akan diselenggarakan lusa. Dia juga memesan untuk beberapa nanti dia bawa ke tempat omanya.


" Beneran bos, kuenya mau pesan ke toko itu? Kan itu toko bunga bos.. Kenapa nggak pesen di tempat biasa saja? " tanya asisten bos itu tidak yakin dengan keputusan bosnya.


" Ck.. Disini itu yang bosnya kamu atau saya. Berani kamu mempertanyakan keputusan saya? " pria yang disebut bos itu langsung menatap marah asistennya.

__ADS_1


" Iya... Iya... Saya pesankan sekarang.." asisten bos langsung keluar dan menuju ke toko bunga yang ada di depan kantornya.


Dan di dalam Carmel's Flower, Kate benar-benar terkejut setengah mati ketika mendapatkan pesanan dalam jumlah yang sangat banyak untuk besok dan lusa. Baru satu hari dia menarik peminat kue, dan hari ini juga dia mendapatkan pelanggan yang menyukai kue buatannya.


__ADS_2