MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Enggan bertemu


__ADS_3

Terdengar suara riuh teriakan orang yang begitu histeris. Suara itu berasal dari kamar rawat Kate Keyleigh yang merupakan menantu dari pemilik rumah sakit ini. Terlihat beberapa orang suster dan dokter memegangi tubuh Kate dan menguatkan obat penenang pada Kate yang tiba-tiba saja tersadar dan langsung histeris.


Diluar kamar, Katharina juga ikut menangis melihat kondisi putranya saat ini. Mental Kate sudah jatuh, membuat anak perempuannya kembali ke masa selepas Kate pernah diculik hingga memiliki gangguan kecemasan. Penyakit mental yang menjadi kelemahan Kata, karena itu dirahasiakan oleh anggota keluarga Keyleigh.


" GAD?? " Gaffi terkejut mendengar ucapan dokter yang merawat Kate.


" Benar tuan... Nyonya menderita GAD sejak usia delapan tahun. Menurut cerita kedua orang tua beliau, saat berada di usia delapan tahun, nyonya pernah diculik selama beberapa hari. Nyonya ditemukan dalam kondisi yang menyedihkan dan sejak itu pula beliau mengalami GAD... " terang dokter yang merawat Kate.


Gaffi tercenung mendengar ucapan dari rekannya sesama dokter itu. Ingatan Gaffi kembali ke masa dimana dia masih sering menyiksa Kate, dan istrinya itu akan ketakutan dan langsung pingsan. Awalnya Gaffi pikir gejala yang Kate tunjukkan itu murni karena rasa takut yang berlebihan. Ternyata ada rahasia besar dibalik itu semua. Sosok yang cantik dan pintar itu menyimpan borok yang begitu sakit.


Gaffi kembali ke ruangan pribadinya setelah mulai dari hari ini dia menjadi dokter biasa seperti yang lainnya. Posisi presdir diberikan kepada wakil Gaffi saat itu, dan putra ketiga daddy Joaquin ini hanya menjadi dokter biasa tanpa fasilitas apapun dari de Niels.


Gaffi pun menerima hukuman yang daddy nya berikan, toh dia masih bisa bekerja di JN hospital meski hanya dokter bedah saraf otak, tanpa embel-embel anak pemilik rumah sakit.


" Kenapa aku tidak tahu kalau Kate sakit?? " gumam Gaffi.


" Bagaimana kau bisa tahu jika bertanya saja tidak? Bagaimana kau bisa tahu jika kau menutup kedua telinga mu ketika mendengar setiap rintihan kesakitan dari Kate? " sarkas Galen yang ternyata ada di belakang Gaffi.

__ADS_1


" Len... Aku... sungguh tidak tahu... Aku hanya... hanya.... " Gaffi tidak lagi bisa melanjutkan ucapannya.


" Hanya dendam begitu maksud mu kan? Karena itu kau melampiaskan penyesalan mu atas kematian Bells pada Kate. Ck... Kau tak ubahnya seorang pecundang Gaf.... " Gaffi tertunduk.


Galen menggandeng Gaffi menuju ke rooftop yang ada di atas rumah sakit milik JN Group ini. Di sana, keduanya duduk santai di sebuah kursi menghadap ke sebuah taman yang sengaja dibangun di atas rumah sakit itu.


Keduanya saling diam, tapi sejujurnya Gaffi takut jika Galen sampai marah. Apalagi jika Galen semakin memojokkan dirinya, jelas posisinya yang memang salah itu membuatnya tidak bisa melakukan pembelaan. Gaffi sebenarnya merasakan kehilangan saat dia tahu bahwa dia harus kembali kehilangan calon anaknya karena kesalahannya. Tapi hatinya masih belum bisa memaafkan Kate atas apa yang menimpa Bellvania, cinta pertamanya.


" Ehem.... " Gaffi berusaha mencairkan suasana yang tegang diantara mereka. Galen hanya menengok sesaat kemudian kembali menghadap ke taman.


" Ceraikan Kate!!! " kalimat pertama yang keluar dari mulut Galen setelah lama diam.


" Alasannya? Karena masih ingin balas dendam? Atau kau ingin memperbaiki rumah tangga kalian yang hancur begitu maksud mu? Jangan membohongi ku apalagi membohongi diri mu sendiri. Kau belum bisa menerima Kate dalam hidup mu, bagi mu dia masih penyebab kematian dari istri pertama mu.. Jadi apa yang kau harap kan? Kate pun pasti memilih melepaskan mu... " Galen mencerca Gaffi. Kedua mata berwarna biru langit itu saling memandang, seolah sama-sama ingin mempengaruhi keputusan dari lainnya.


" Kau pikir setelah kehadiran wanita lain dalam rumah tangga kalian Kate akan bertahan? Setahu ku yang membuatnya bertahan adalah Carmel, bukan diri mu.. Dan satu lagi, rada bersalah Kate pada Bells lah yang membuat dia bertahan. Sebagai seorang wanita, Kate tahu betul apa yang sangat diinginkan Bells saat istri mu itu meninggal. Carmel.. itulah alasannya. "


" Saat aku menawarkan bantuan padanya untuk pergi dari mu Kate dengan tegas menolak. Alasannya karena tidak ingin Carmel kehilangan sosok seorang ibu, lagi... Itulah keinginan dari Bells disaat terakhirnya. " ujar Galen.

__ADS_1


Gaffi merenung,, sebenarnya sudah sejak lama dia mengenal Kate. Bellvania adalah dokter mata yang juga mempelajari psikologi manusia, dan karena alasan itulah Bellvania bertemu dengan Kate. Bells sempat mengenalkan Kate pada Gaffi tiga tahun yang lalu, saat Gaffi dan Bells adalah rekan dokter di salah satu rumah sakit di Roma.


Kesan pertama Gaffi saat melihat sosok Kate adalah cantik. Jika saja saat itu dia tidak terikat dengan Bells mungkin Gaffi akan mengejar Kate. Gaffi terhenyak ketika pikirannya mengarah pada sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dia rasakan kini. Benarkah dia akan mengejar Kate jika saja dia bertemu lebih dulu dengan wanita cantik itu?


Gaffi pun berjalan meninggalkan Galen ingin ke tempat dimana semua pertanyaan dalam benaknya akan terjawab. Siapa Kate untuknya, benarkah harus Kate orangnya, dan masih ada banyak sekali pertanyaan dibenak Gaffi. Tapi selalu kenyataan tidak sesuai ekspetasi, Kate kembali histeris saat melihat Gaffi.


" PERGI.... DASAR PRIA JAHAT,,, KAU JAHAT... PERGI DARI HIDUP KU... PERGI... " Kate berteriak histeris di depan Gaffi. Ini untuk pertama kalian ya jantung Gaffi seakan berhenti berdetak melihat kesakitan pada diri Kate.


" Kita harus bicara Kate,, tenanglah aku mohon.. Kita bicarakan semuanya, tentang pernikahan kita... " Gaffi menggenggam jemari Kate erat.


" PERGI AKU BILANG.. BICARA? AKU TIDAK BUTUH MENDENGARKAN APAPUN DARI MU.. KARENA KAU... KARENA KAU HIKS.... HIKS... AKU KEHILANGAN... HIKS... ANAK KU... HIKS... HIKS... PERGILAH!!! "


Tubuh Gaffi mematung ketika Kate menyadarkan dirinya bahwa mereka baru saja kehilangan bayo mereka. Gaffi tidak tahu bagaimana hancurnya Kate saat tahu bahwa dia keguguran. Calon anak yang hari itu baru dia ketahui kehadirannya, dihari itu juga Kate harus kehilangan calon anaknya. Ibarat diberikan harapan, kemudian disadarkan dengan kenyataan.


Kate menyadari bahwa dirinya sama saja dengan calon bayinya. Kate pun sadar bagaimana dirinya dimata suaminya, karena itu Kate menyerah. Jika diminta untuk bertahan maka lebih baik Kate mengakhiri hidupnya. Tak sanggup, tak sanggup melihat wajah pria yang menghancurkan dunia nyata, membunuh anaknya.


" Kita sudah berakhir... Tidak akan ada lagi awal bagi kita karena semuanya sudah berakhir. Kate yang menjadi istri mu sudah mati bersama dengan calon anak kalian.. Karena itu jangan berharap Kate akan kembali pada mu... " ucap Kate penuh penekanan.

__ADS_1


Gaffi terkejut, sosok didepannya bisa mengatakan hal yang begitu menyakitkan tanpa menampilkan sedikit pun kesedihan. Gaffi merasa lain ketika melihat Kate yang sekarang ini, lain saat tadi dia diteriaki oleh Kate. Sosok di depannya ini berbeda, bukan Kate istrinya..


" Siapa Kau? "


__ADS_2