MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Kepanikan Kate


__ADS_3

Sejak pagi tiba Kate sudah dibuat sangat panik dengan kabar yang dibawa kedua orang tuanya ketika mengunjungi nya. Menurut orang tuanya Carmel tengah mendapatkan masalah dan sekarang keluarga de Niels tengah mengurus itu semua. Namun jelasnya masalah itu apa belum adanya yang tahu.


Awalnya orang tua Kate berniat untuk menghubungi cucu mereka di pagi ini karena tengah bersama dengan Kate. Pastinya Carmel akan sangat senang bisa mendengar kembali suara mamanya. Tapi bukannya bisa mendengar suara Carmel, kedua orang tua Kate justru mendapati keluarga de Niels tidak berada di kediaman dan tengah menuju ke sekolahan Carmel.


" Tuan Keyleigh, maaf sebelumnya tapi kami saat ini tengah mengurus masalah di sekolah Carmel.. Nanti akan saya hubungi begitu masalah ini selesai.. Mohon maaf sebelumnya tidak bisa menerima telepon anda saat ini.. " ujar daddy Joaquin.


Setelah mengatakan hal itu, daddy Joaquin langsung memutuskan telepon sepihak. Menurut Lionel, pasti masalah ini cukup serius karena semuanya anggota de Niels ini pergi ke sekolahan Carmel. Semoga saja Carmel baik-baik saja, itulah harapan semuanya saat ini.


" Ma.. Apa udah ada kabar dari sana? " tanya Kate udah sudah keberapa kalinya bertanya seperti itu.


" Belum sayang.. Mama juga penasaran ada masalah apa kok sampai semua keluarga pada ke sekolahan Carmel.. Tapi tadi mama lihat sebenar di vc Carmel nggak apa-apaan tuh, malah lagi asyik ngobrol sama daddy nya.. " jawab mama Katharina juga sama bingungnya.


" Coba kamu hubungi Galen aja, Kate.. " usul papa Lionel.


" Udah pa,, tapi nggak diangkat. Cuma kirim pesan nanti dia jelasin.. Itu aja.. " ucap Kate menanggapi usulan papanya.


" Berarti kita tunggu aja keluarga di sana kasih kabar.. " ucap papa Lionel.

__ADS_1


Kate sama sekali tidak bisa mengerjakan apapun sejak tadi. Bahkan ketika Katharina mengajaknya membuat kue pun, Kate lebih banyak melamun. Kate tidak tenang karena seolah dia merasa trauma setelah pernah mendengar Gaffi sampai masuk ruang sakit. Hal itu membuat Kate jadi parnoan dan takut jika terjadi hal buruk pada Carmel.


Salahkan saja dirinya yang sibuk dengan dunianya sendiri sampai dia tidak peduli dengan dunia suami dan putrinya. Apakah dia sungguh benar-benar istri dan mama yang baik, nyatanya dia hampir tidak memperdulikan keduanya. Padahal Gaffi sendiri sudah melakukan bagiannya dengan sangat baik, menunggu dirinya kembali, tapi apalah yang dilakukan Kate, tidak semuanya sesuai dengan rencananya dulu.


Bahkan ketika kini malam telah tiba, dan masih juga belum ada kabar dari keluarga de Niels di Milan sana. Kate yang sudah tidak tenang pun akhirnya mencoba menghubungi Galen sekali lagi. Mungkin masalah disana sudah selesai, hanya saja Galen lupa untuk menghubungi nya.


Tut... Tut.... Tut...


" Ha.... " ucapkan Kate terputus ketika dia mendengar suara yang dia sangat hafal siapa pemiliknya, dan itu bukan Galen.


" Apa dengan ucapan maaf saja semua masalah bisa selesai? Bagaimana jika kalian di posisi saya, anak kalian di bully, apa dengan pelaku meminta maaf semua masalah bisa kalian anggap selesai? " itu adalah suara Gaffi.


" Hukuman harus tetap dijalankan, justru karena mereka masih kecil mereka harus tahu sebab dan akibat.. Kesalahan jika dibiarkan saja justru akan membentuk mereka menjadi seorang yang tidak bisa mematuhi peraturan.. " ucap Gaffi yang jelas terdengar oleh Kate. Rupanya suaminya tengah meminta keadilan untuk Carmel.


" Saya tidak akan menganggap masalah ini selesai sebelum keinginan saya sebagai orang tua korban terpenuhi.. Saya bisa melaporkan kalian pada komite perlindungan anak jika kalian tidak mengindahkan tuntutan saya.. " Kate setuju. Meski masih kanak-kanak, tapi bila tidak diberi tahu dan dididik dengan benar, justru akan membentuk penjahat di kemudian hari.


Salah harus disalahkan dan jika benar harus dibenarkan. Orang tua tidak bisa memutarbalikan itu semua hanya untuk membuat anak mereka senang atau menutupi malu mereka. Salah tidak akan menjadi benar meski dibela oleh semua orang di seluruh dunia ini sekalipun. Jadi alangkah baiknya jika orang tua bisa memberikan contoh yang baik untuk anak-anak mereka.

__ADS_1


Katakan salah jika anak memang melakukan kesalahan dan berikan efek jera pada mereka. Sanjung lah dan banggakan seorang anak jika meraka berdiri di pihak yang benar meski semua orang mengatakan mereka bersalah sekalipun. Anak-anak selalu mengedepankan perasaan mereka sendiri dibanding orang lain, saat itulah pandai-pandainya orang tua untuk bisa membentuk pribadi anak mereka agar tidak menjadi egois dengan dunianya sendiri.


" Kau dengar kan Kate.. Seperti itulah masalahnya. Carmel di bully karena tidak bersama dengan kedua orang tuanya saat dia berangkat dan pulang sekolah. Dia dihina sebagai anak haram yang tidak memiliki orang tua.. Coba bayangkan cucu dari keluarga de Niels di hina sebagai anak haram.. " ucap Galen.


" Aku dengar kak.. Tapi bagaimana dengan Carmel sendiri kak? " tanya Kate yang memang sangat khawatir pada putri kecilnya itu.


" Dia baik.. Bahkan terlihat sangat baik untuk seorang anak yang mendapatkan bullyan dari temannya.. Aku bangga pada Carmel karena tidak memperdulikan hinaan teman-temannya.. " jawab Galen.


Kate langsung menangis mendengar ucapan Galen. Benar-benar malang sekali nasib Carmel karena tumbuh tanpa orang tua yang lengkap. Tapi anak ini justru tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Kate saja ketika kanak-kanak seusia Carmel saat ini masih begitu manja pada kedua orang tuanya dan selalu cengeng serta egois. Sungguh sangat hebat sekali Carmel yang sama sekali tidak menganggap omongan orang lain penting baginya.


" Kak.. Bisa aku bicara dengan Carmel. Sebentar saja.. " pinta Kate dengan suara yang terdengar serak.


" Ada Gaffi di samping Carmel.. Apa tidak apa jika Gaffi mendengar pembicaraan kalian? " tanya Galen meminta persetujuan Kate.


" Aku akan menelpon nanti lagi kak.. Aku... jujur belum siap berbincang dengan kak Gaffi.. " putus Kate.


" Oke.. Aku hubungi nanti.. "

__ADS_1


Sambungan telepon mereka diputus oleh Galen. Dengan perasaan campur aduk Kate menggenggam erat ponselnya. Sungguh dia merasa begitu tidak berguna dan bersalah atas apa yang menimpa putri kecilnya. Apanya yang pergi untuk berobat demi keluarga mereka yang akan baik ke depannya. Nyatanya Kate justru mengejar keegoisannya tanpa melihat orang-orang yang menantikan kepulangannya.


__ADS_2