
Gaffi berlarian di koridor rumah sakit milik keluarganya, mengabaikan banyaknya orang yang berlalu lalang di Koridor dan mengabaikan larangan untuk berlarian di rumah sakit. Yang Gaffi pikirkan saat ini hanya daddy nya. Gaffi baru saja keluar dari ruang operasi saat mendengar dua orang suster berbincang tentang pemilik rumah sakit dibawa menggunakan ambulans.
" *Apa kau sudah mendengarnya... Pemilik rumah sakit kita dibawa ke mari menggunakan ambulans.. Bahkan semua anak-anaknya ikut mengantar.. "
" Benarkah? Apa yang terjadi pada beliau? "
" Dengar-dengar beliau terkena serangan jantung di perusahaan*.. "
Mendengar itu Gaffi langsung berlari ke ruang IGD yang ada di lantai satu, tanpa mengganti pakaian operasinya dahulu. Pikirannya kalut, tentang daddynya yang tiba-tiba saja ambruk tidak ada angin dan hujan. Setibanya di IGD, bisa Gaffi lihat mommy Noura menangis dalam pelukan Galen. Penampilannya sudah tidak karuan, sama sekali tidak mencerminkan penampilan istri pria terkaya di Eropa itu.
Mommy Noura masih menggenakan pakaian rumahan, bahkan hanya mengenakan sandal jepit. Wajahnya juga polos tanpa riasan, meski begitu beliau tetap yang paling cantik dari siapa pun wanita yang Gaffi pernah kenal. Ketiga saudara laki-laki nya juga masih menggenakan pakaian khas orang kantoran. Hanya Ghadi yang sudah melepas jasnya dan hanya menggenakan kemeja warna navy yang lengannya digulung ke atas.
" Mom.. " panggil Gaffi mendekat setelah mengatur nafas terlebih dahulu.
" Gaf,, daddy... daddy, Gaf... Mommy harus bagaimana ini, daddy sakit Gaffi... Huwaaaa.... " mommy Noura meraung begitu keras di depan ruang IGD. Tentu saja tidak ada yang berani menegur, selain karena ini adalah nyonya pemilik rumah sakit, siapa saja juga tahu kisah cinta sejati Joaquin dan Noura. Keduanya tidak akan bisa tanpa satu lainnya ada di samping mereka.
" Memangnya kenapa daddy bisa sakit? Bukannya tadi pagi masih baik.. " Gaffi menuntut jawaban dari Galen.
__ADS_1
" Ada masalah di perusahaan. Daddy kolops karena mendengar berita bahwa dewan direksi dan pemegang saham menyerang ku karena tidak setuju dengan keputusan yang aku buat.. " ucap Galen.
Jika sudah seperti ini, maka Gaffi tidak bisa ikut campur karena dia tidak pandai mengurusi bisnis. Gaffi hanya bisa mengurusi kesehatan daddy nya sekarang dan menyerahkan masalah ini pada Galen dan Gafar yang lebih berpengalaman..
" Kalau begitu aku masuk dulu.. Aku mau melihat kondisi daddy.. " ucap Gaffi langsung membuka pintu ruangan IGD dan mencari keberadaan daddy nya.
Gaffi cukup terkejut karena daddy Joaquin langsung dibawa ke dalam ruang operasi. Jelas ini bukan hal sepele, jika dokter yang menanganinya memutuskan untuk melakukan operasi. Gaffi berniat untuk bertanya pada suster jaga yang ada di ruang IGD tentang masalah daddy Joaquin.
" Suster... Apa yang terjadi dengan daddy, sampai dibawa masuk ruang operasi? Apa ada masalah dengan jantungnya? " tanya Gaffi pada suster yang berjaga di ruang IGD.
" Eh... Dokter Gaffi... Iya dok, menurut dari laporan yang dibuat oleh dokter Au, tuan besar membutuhkan operasi jantung untuk membenahi beberapa titik yang tersumbat.. Begitulah kiranya.. " Gaffi cukup terkejut.
Gaffi memilih menunggu saja proses operasi yang sepertinya tidak akan lama lagi akan selesai itu. Dengan begitu, dia bisa bertanya dengan lebih jelas apa yang terjadi pada daddy Joaquin. Sambil menunggu Gaffi terus memanjatkan doa, agar yang terbaik yang akan terjadi pada daddy Joaquin.
" Gaf... " Gaffi terkejut karena mendengar seseorang memanggilnya. Sepertinya dia ketiduran ketika menunggu operasi daddy Joaquin selesai tadi.
" Paman Au.. Bagaimana kondisi daddy? " Gaffi langsung berdiri dan bertanya pada dokter Au.
__ADS_1
" Masa kritis beliau sudah lewat, kita perlu observasi dulu selama semalaman ini.. Ada beberapa pembuluh darah ke jantung yang tersumbat. Aku sendiri cukup terkejut tuan besar mengalami ini semua. Tapi pasti ada pemicunya kenapa tuan besar sampai mengalami penyakit ini.. " ucap dokter Au menjelaskan.
" Terjadi masalah di perusahaan, itulah cerita Galen tadi.. " ujar Gaffi.
" Kalau begitu kita keluar dulu, pastinya keluarga mu sudah menunggu kabar mengenai kondisi tuan besar.. " Gaffi mengangguk.
Mendengar ucapan dokter Au, tentu saja semua anggota keluarga yang ada di depan ruang IGD terkejut. Daddy Joaquin selalu menjaga kesehatannya dengan baik, tapi kenapa bisa sampai seperti ini. Hal itu menjadi PR untuk mereka mencari tahu semua itu. Dokter Au berpesan untuk menghindarkan daddy Joaquin dari berita-berita yang mengejutkan jantungnya agar tidak terjadi serangan lagi.
Gaffi pun mengajak Galen dan Gafar untuk berbincang tentang pemicu serangan jantung daddy Joaquin. Bila sudah seperti ini, Gaffi tidak bisa lepas tangan. Karena selain dia adalah anak dari Joaquin de Niels, dia masih menjadi pemilik saham di JN GROUP.
" Untuk sekarang kita fokus saja dengan masalah daddy dan perusahaan dulu.. Dan saran ku, panggil Gege pulang.. Dengan begitu suasana hati daddy bisa membaik.. " Gaffi menyarankan.
" Masalahnya apakah Gege mau datang,, dia sudah empat tahun lebih pergi.. " ucap Galen.
" Jika kau yang memintanya pulang pasti dia akan mau.. Jadi atur saja agar Gege dan suaminya serta si kembar bisa kemari.. Bilang saja untuk melahirkan anak kedua meraka disini.. " ujar Gaffi.
" Gaffi benar.. Setidaknya ada Gege, daddy tidak akan terlalu stress dengan perusahaan.. Panggil saja Gege pulang Len.. " Gafar pun menyetujui.
__ADS_1
Galen pun mengangguk dan akan segera menghubungi suami Geya agar membantunya membujuk Geya untuk kemari. Semoga saja, Geya sudah memiliki persiapan hati untuk pulang kembali ke mansion, tempat dia dibesarkan dan disayang.