MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
bimbang antara pergi atau tinggal


__ADS_3

Suasana di ruang keluarga di mansion utama de Niels berubah menjadi sunyi ketika Gaffi belum juga menanggapi ucapan daddy Joaquin barusan. Gaffi sendiri bingung harus bagaimana, di satu sisi ingin berkumpul dengan keluarga tapi karena dia di sini telah melakukan kesalahan maka sudah pasti atmosfir di mansion tidak akan sama seperti dulu. Gaffi takut membuat suasana di mansion ini menjadi buruk.


Sisi lain lagi ingin sekali Gaffi menolak hal itu, karena dia memang masih membutuhkan waktu untuk sendiri terlebih dahulu setelah semua yang terjadi, tapi dia juga memikirkan putri kecilnya. Tidak mungkin Gaffi menyerahkan pengasuhan Carmel sepenuhnya pada mommy Noura.


" Haish... Kenapa tiba-tiba begini? Apa daddy benar-benar sudah bisa memaafkan ku? " tanya Gaffi masih dengan sikapnya yang memang santai jika bersama dengan keluarganya.


" Tentu saja belum.. Enak sekali kau cepat dimaafkan padahal kesalahan mu itu sangat fatal.. Butuh waktu bertahun-tahun barulah aku bisa memaafkan mu... " sanggah daddy Joaquin.


" Kalau begitu jangan menyuruhku untuk tinggal. Akan sangat canggung jika kita tinggal satu atap tapi kalian semua tidak sepenuhnya memaafkan ku. Aku tahu ini semua demi Carmel tapi suasana canggung itu tidak mengenakan.. " ujar Gaffi beralasan.


" Yang menyuruh mu tinggal bukan aku, tapi mommy dan juga saudara mu yang lain. Aku pun jika tidak karena memikirkan cucu tersayang ku juga tidak akan menekan ego ku untuk berbincang dengan mu... " daddy Joaquin tidak mau kalah.


Semua yang ada di ruangan itu menghela nafas dan memutar bola mata mereka jengah. Sialan sekali situasi ini, dimana mereka dikumpulkan hanya untuk melihat dan mendengar dua orang yang sama-sama keras kepala ini berdebat.


Bayangkan saja, hampir semua saudara Gaffi adalah CEO di masing-masing anak perusahaan JN Group. Sekarang mereka harus meninggalkan pekerjaan karena rapat keluarga di mana kepala suku mereka yang memanggil. Lalu sekarang, mereka terjebak dalam situasi konyol yang mengharuskan mereka tetap melihat dan mendengar tanpa bisa berkomentar.


" Kalian berdua diam... " hardik nyonya kepala suku. Satu-satunya yang bisa menghentikan situasi yang seperti ini.

__ADS_1


" Kalian itu diajak untuk saling mengerti dan memahami situasi yang ada. Bukan diajak untuk berdebat sesuatu yang tidak penting seperti ini... Kita ini sedang membicarakan masalah tumbuh kembang Carmel. Bukan membicarakan kalian sudah saling memaafkan atau belum... Itu tidak masuk dalam notulen rapat kali ini... " ujar mommy Noura bijak.


" Gaffi maksudnya apa tidak mau kembali tinggal. Bangga diusir dari rumah kamu, begitu? Mau mommy sebarkan kesemua orang di rumah sakit dan pasien kamu itu dengan mengatakan kamu diusir dari rumah?? " Gaffi langsung menunduk takut, lain dengan daddy Joaquin yang malah senyum-senyum sendiri.


" Daddy juga begitu, ingin mommy terus tidur di kamar Carmel dan daddy tidur sendirian? Jika iya maka mommy akan dengan senang hati tidur bersama dengan Carmel dan pengasuhnya... " ganti sekarang daddy Joaquin yang tertunduk diam.


" Sesuai keputusan Gaffi balik tinggal di mansion bantu mommy merawat Carmel.. Titik, tidak ada koma bahkan sekarang mommy mengatakan bahwa ini adalah tanda seru... "


Semua anggota keluarga yang melihat adegan ini benar-benar terlihat menahan senyum mendengar ucapan dari nyonya negara di mansion utama. Kata-katanya lucu sekali ketikan menekan anak dan suaminya untuk akur, tak heran keluarga utama selalu jauh dari kata pertengkaran dan permusuhan...


Gaffi dan daddy Joaquin pun menerima keputusan yang dibuat oleh nyonya negara, berani untuk menolak, maka mommy Noura pasti benar-benar akan mewujudkan ancamannya tadi. Bisa hancur sudah mas depan daddy Joaquin dan Gaffi jika berani pada mommy Noura.


" Kita bobo dulu ya, little princess, daddy ngantuk sekali. Daddy capek tapi nggak ada yang pijitin. Sekarang Carmel bobo dulu sama daddy ya... " Gaffi mencium gemas seluruh bagian wajah sangat putri yang merupakan cerminan darinya.


Keduanya benar-benar tidur karena sama-sama kelelahan walaupun beda konteksnya. Gaffi lelah bekerja dan Carmel lelah rewel sedari pagi tadi. Mommy Noura melongok dari luar kamar Gaffi untuk melihat anak dan cucunya itu. Serasa ingin menangis melihat Gaffi dan Carmel tertidur dengan Gaffi yang memeluk Carmel. Cucunya ini terlihat begitu nyenyak tidur dibawah ketiak sang daddy.


" Kasian kamu cucu grandny.. " Noura menghapus air matanya. Kemudian mengambil ponsel pintarnya untuk memotret anak dan cucunya yang tengah tidur itu. Niatnya mommy Noura akan mengirimkan foto itu pada Kate agar menantunya itu membatalkan gugatan cerainya seperti apa yang mommy Noura ucapkan saat bertemu dengan Kate.

__ADS_1


" Jika kau masih mencintainya jangan menceraikannya. Gaffi sudah berniat bertaubat dan kau memiliki niat menyembuhkan penyakit mu. Coba lah untuk berpikir dengan saling memberi waktu, namun kalian tidak bercerai. mommy tidak ingin baik kamu atau Gaffi hidup dalam penyesalan... "


Di mansion sederhana tempat dimana Kate sementara ini tinggal. Terlihat Kate menangis sambil menggenggam ponsel di dalam pelukannya. Kate menangis ketika melihat suami dan putri kecilnya tengah tertidur dan dia mendapat itu dari mommy Noura.


Kate menyesal karena memilih pergi, tapi hatinya tidak akan baik-baik saja jika tetap tinggal. Tapi melihat betapa ekspresi wajah Gaffi ketika tertidur, hati Kate menjadi sakit. Suaminya saat ini tidak sedang baik-baik saja. Kate juga mendapatkan kabar dari informannya bahwa Gaffi tidak lagi berhubungan dengan Emily, keduanya saat itu hanya mengucapkan perpisahan saja karena ini terakhir untuk Emily bertemu dengan Gaffi.


" Oh Tuhan.... Apa yang harus aku lakukan? Hati ku bimbang saat ini, tapi sungguh aku tidak ingin kehilangan mereka. Apa yang harus aku lakukan Tuhan... " Kate mencoba untuk mengeluarkan sesak didadanya.


" Kenapa rasanya jauh lebih sakit ketika aku berpisah dengannya dari pada bersamanya. Tapi aku... aku... aku tidak pantas untuk nya karena kekurangan ku... Benarkah aku harus menuruti kata-kata mommy... Ya Tuhan aku bingung... "


Kate berusaha untuk berpikir dalam tenang, mendengar suara hatinya, apakah ingin memperbaiki atau justru meninggalkan semuanya. Kate bingung, sangat amat bingung dengan posisi yang terombang-ambing kan begini.


" Jika kau masih ingin bersama setidaknya kau harus sembuh dulu Kate... " ujar sosok dalam diri Kate.


" Kau tidak akan marah jika aku kembali padanya... Dan jika aku sembuh maka keberadaan mu akan menghilang.. " ujar Kate.


" Hahahahaha... Kau itu lucu sekali.. Sekarang kau takut kehilangan aku? Dengarkan aku baik-baik, keberadaan ku karena kau yang menciptakannya dan jujur saja aku tidak ada keinginan untuk lebih dominan dari dirimu sendiri... Jangan pikirkan aku, sekali saja egois lah dalam hidup mu... "

__ADS_1


" Tapi Late, kau lah yang menemani ku selama ini. Bertemakan diri mu, setidaknya aku tidak menjadi gila... "


" Keputusan ada pada mu... Kate... "


__ADS_2