MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Selapang apa hati mu


__ADS_3

Hari-hari Gaffi kini tak lagi tenang selama dia bekerja, di mana-mana selalu saja muncul dokter Thalia yang semangat empat lima mendekatinya, padahal respon Gaffi datar-datar saja. Memang yang bernama Thalia Morena ini cantik, putih, tubuhnya putih bersih dengan body bak gitar Spanyol, belum lagi tingginya semampai, tipekal idaman para pria sekali. Tapi bagi Gaffi itu bukan hal yang luar biasa karena Kate seratus kali bahkan ribuan kalo lebih cantik dari dokter Thalia.


" Mau cantik kek, mau seksi kek, maaf ya saya masih ingin hidup dengan baik bersama anak dan istri saya.. " seperti itulah jawaban Gaffi setiap staf kesehatan menggodanya.


Seperti hari ini, ketika Gaffi baru saja selesai jam praktek dan hendak ke kantin rumah sakit untuk makan siang, dokter Thalia kembali muncul di hadapannya dengan tingkahnya yang centil. Gaffi memutar bola matanya jengah dengan sikap wanita satu ini. Ingin menghindar, tapi wanita begitu pandai mencari-cari alasan untuk bisa bersama dengannya, salah satunya dengan menjadikan temannya umpan.


" Dokter Gaffi, mau makan siang bersama? " dokter Zeno menawarkan. Tentu saja di belakang dokter Zeno, sudah ada dokter Thalia yang tersenyum manis menatap Gaffi penuh harap.


" Ehm.... Saya sepertinya... "


" Dokter Gaffi, tuan muda pertama memanggil anda... " asisten pribadi Gaffi tiba-tiba muncul entah dari mana bahkan Gaffi dan dua orang di dekatnya saja sampai tidak tahu.


" Tumben dia disini? Apa dia sakit? " tanya Gaffi yang jarang-jarang melihat Galen akhir-akhir ini.


" Beliau ada tes kesehatan... Dan tuan muda pertama meminta saya untuk menemui anda.. Mari ikut saya tuan muda ketiga... " asisten Galen mempersilahkan Gaffi untuk mengikutinya.


" Maaf dokter Zeno.. Saya terpaksa harus menolak ajakan makan siang.. Sampai ketemu lagi.. " Gaffi menunduk sejenak lalu langsung pergi meninggalkan teman seminarnya itu.


" Kau datang di saat yang tepat, Can... Terima kasih.. " ucap Gaffi tulus.

__ADS_1


" Sama-sama tuan.. Apa perlu saya mengurus wanita itu? Sepertinya dia terlalu menempel pada anda,, seperti itulah yang saya dengar dari orang-orang yang bekerja disini.. " Billcan menawarkan bantuan.


" Haish... Jika kau sudah tahu, jelas pasti dia tahu juga kan? Sialan... " gerutu Gaffi.


Asisten Galen membawa Gaffi menuju ke taman yang ada di sisi timur rumah sakit. Disini adalah taman indokr dengan atap yang transparan sehingga sinar matahari masih bisa masuk ke dalam. Terlihat Galen duduk di sebuah bangku taman seorang diri, sambil tangannya sibuk berselancar bersama ponselnya.


" Len... " Gaffi mengambil duduk di samping Galen.


" Terlalu sibuk mengurusi dokter baru, ya? " Galen menggoda.


" Kau kan yang membuat wanita itu bekerja di rumah sakit kita? " tebak Gaffi yang sudah paham sifat saudara sulungnya ini.


" Hahahahaha.... Sedikit ujian untuk membuat ku mudah menilai diri mu.. Tapi sayangnya tebakan mu salah, yang merekomendasikan dia bekerja di sini adalah mommy... " Galen menertawakan Gaffi yang terlihat shock, wajahnya terlihat seperti bodoh saja.


" Oke... Aku akan segera kirimkan ini pada Kate..." Galen menerima surat dari Gaffi.


Tidak ada yang bicara lagi diantara dua orang ini. Mereka tengah mengamati keindahan taman buatan yang sengaja dibuat untuk membuat sudut pandang lain di rumah sakit ini sehingga tidak hanya obat-obatan dan semua peralatan rumah sakit saja yang bisa dilihat.


Sekitar sepuluh menit masih belum ada yang bicara, akhirnya Gaffi memberanikan diri untuk bertanya pada Galen. Sesuatu yang Gaffi pendam selama ini namun belum bisa dia ungkapkan. Kalaupun dia cari sendiri jawabannya juga tidak akan ketemu.

__ADS_1


" Sampai kapan Kate akan melakukan penobatan di tempat itu? Kapan aku bisa menjemputnya untuk kembali pulang?" tanya Gaffi. Matanya tidak berani menatap Galen saat ini.


" Sudah tidak sanggup menunggu?" bukannya menjawab Galen malah balik bertanya.


" Aku hanya butuh kepastian, bukan ceramah mu.." kesal Gafi.


" Untuk lamanya dia berobat aku kurang tahu karena menurut dokter yang menangani Kate, penyakit mentalnya sudah terlalu parah. Dalam artian sudah mendarah daging di tubuh Kate. Jadi sulit membuat Kate melepaskan kenangan pahit itu." jawab Galen sama persis dengan ucapan dokter Anastasya yang menangani kejiwaan Kate.


" Dan untuk pertanyaan mu berikutnya... Mungkin ketika Kate sudah mengizinkan kau menjemputnya, baru bisa kau jemput dia. Belajarlah bersabar, dia pun pernah berada di posisimu bertahan dan bersabar serta percaya bahwa kau suatu hari nanti akan jatuh cinta padanya..." Galen menepuk pelang pundak Gaffi dan pamit kembali untuk bekerja.


Sepeninggal Galen, masih di kursi taman, Gaffi memikirkan apa yang Galen ucapkan tadi. Sungguh ini bukan apa-apa dibandingkan dengan penderitaan yang dia berikan pada Kate. Tak terbayang oleh Gaffi, seberapa besar dan lapangnya hati Kate sampai bisa memberinya maaf. Padahal jika pun Kate memilih untuk tidak memaafkannya pun, Gaffi bisa mengerti.


Menyesal sekarang pun juga percuma, toh waktu diputar juga tidak akan kembali. Oleh karena itu orang sering berkata untuk tidak membuat keputusan yang aan membuat kita menyesal di kemudian hari. Harga yang harus dibayar dari sebuah penyesalan itu mahal harganya. Dan kini Gaffi tengah merasakan bagaimana dia harus membayar atas apa yang dia perbuat pada Kate dulu.


" Dokter Gaffi??? Boleh saya duduk disini?? Sepertinya anda sedang banyak pikiran..." seorang wanita datang menemui Gaffi.


" Tentu saja... Ini adalah tempat umum..." ujar Gaffi.


" Apakah hidup anda berat akhir-akhir ini? Maaf sebelumnya... tapi aku terlalu sering melihat anda melamun... Ada yang bisa saya bantu?" wanita itu menawarkan.

__ADS_1


" Tidak perlu, dok... Karena masalah saya saat ini tidak akan bisa diwakilkan untuk menyelesaikannya. Dan terima kasih atas perhatian dari anda... Saya permisi dulu.." pamit Gaffi langsung bangkit meninggalkan taman dan seorang wanita yang masih duduk mengamati punggung Gaffi.


" Masih belum terlambat untuk anda memperbaiki semuanya dokter Gaffi,, saya percaya ketulusan anda suatu saat nanti akan memberikan jawaban untuk setiap pertanyaan anda.


__ADS_2