MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
pertahanan hati yang jebol


__ADS_3

Musim dingin telah tiba, salju berjatuhan memenuhi jalanan. Sepanjang mata memandang hanya terlihat tumpukan salju yang belum dibersihkan oleh petugas kebersihan karena badai salju baru saja selesai mendekati pagi hari. Kate dengan membawa secangkir coklat panas berdiri di jendela rumahnya menatap keluar. Suhu diluar sudah hampir minus sepuluh derajat celcius dan itu pasti sangat dingin sekali. Kate bahkan tidak mematikan tungku api penghangat ruangan sejak semalam.


Hari ini tepat sudah enam bulan Kate berada di tempat yang jauh dari keluarganya. Beberapa kali dalam sebulan papa dan mamanya datang untuk menengoknya membawakan makanan kering khas kota Milan yang dirindukan oleh Kate. Namun selama enam bulan ini belum sekalipun Kate bertemu dengan Gaffi karena takut jika dia tidak bisa menahan rasa rindunya dan meninggalkan pengobatannya ini demi menemui Gaffi.


Selama enam bulan terakhir kegiatan Kate hanya berobat dan merawat tanaman. Karena kebun bunganya menghasilkan banyak bunga sehingga Kate pada akhirnya membuka toko bunga sekitar tida bulan yang lalu. Sebuah usaha yang memberikn Kate energi positif karena dianggap mampu memberikan perubahan yang baik untuk mental yang Kate miliki.


Hari ini adalah jadwal Kate untuk datang konsultasi tentang penyakit mental yang dideritanya. Tapi karena sejak kemarin sudah badai salju dan baru berhenti tadi hendak pagi datang, pihak rumah sakit pun mengundur jadwal konsultasi Kate menjadi hari esok.


Toko bunganya juga tidak bisa dibuka karena salju memenuhi teras toko membuat Kate pun mengurungkan niatnya untuk datang ke toko bunga miliknya. Toko bunga Kate diberi nama Carmel's garden, memakai nama anak perempuan Gaffi. Sejak dibuka, toko bunga Kate mendapatkan banyak sekali pelanggan. Membuat Kate bersemangat untuk melakoni pekerjaannya ini.


" Apa yang bisa aku lakukan sekarang ya?? Apalagi kak Kanaya tidak bisa datang sebelum mobil pengeruk membersihkan salju dijalanan.." gumam Kate meletakan jari telunjuknya di dagu untuk berpikir.


" Aha... Bagaimana jika aku membuat saja kue almond dan juga brownis pisang untuk mengisi waktu luang... " seru Kate seorang diri.

__ADS_1


Kate langsung menuju ke dapur kecil miliknya untuk melihat apakah bahan-bahan yang dia butuhkan untuk membuat kue yang dia inginkan masih ada yang tersisa setelah seminggu yang lalu dia gunakan. Dan beruntungnya dia bahwa bahan untuk membuat kue masih bisa digunakan bahkan jika Kate ingin membuat tiga jenis kue berbeda sekalipun.


" Kalau di toko bunga aku buat cafe kecil yang menjual minuman dan kue, apakah bagus ya??" gumam Kate dengan tangan yang mengaduk adonan kue. Dia terpikir sebuah ide yang cukup menarik untuk direalisasikan.


" Jika iya,, seharusnya aku menyewa toko yang sedikit lebih besar dari yang sekarang.. Coba nanti aku diskusikan dulu dengan kak Kanaya enaknya bagaimana... HIhihihi... Aku ekscited banget deh rasanya..." monolog Kate tersenyum sendiri.


Alasan kenapa Kate sampai melakukan semua ini karena dia tidak akan hanya satu tahun berada di tempatnya yang sekarang. Dokter yang menangani penyakit mentalnya mengatakan bahwa trauma yang dialami Kate cukup parah bahkan bisa dibilang parah karena sudah sampai taraf dimana alter ego Kate muncul.


Meski kini sosok ' Late ' tidak pernah lagi muncul, namun bukan berarti sosok itu sudah menghilang untuk selamanya. Kate akan dinyatakan sembuh jika sosok ini tidak akan pernah kembali lagi dalam diri Kate meski dirinya berada disituasi yang sama seperti waktu dulu dia diculik.Kate harus bisa mengatasi rasa takut di dalam dirinya, membentuk pribadi yan kuat dan bukan malah menciptakan sosok lain dalam dirinya yang merupakan perwujudan dari sosok dengan sifat dan sikap yang sesuai dengan keinginannya.


Kate jadi teringat ketika dulu masih belum menjadi istri Gaffi, ketika Bellvania asih hidup, merea bertiga yang masih di Roma saat itu pernah pergi ke toko kue. Gaffi awalnya protes karena dia benci makanan yang manis, tapi dia mengalah ikut karena termakan rayuan Bellvania dan Kate.


" Bolu pisang jadi mengingatkan ku dengan kak Gaffi.. Dia pasti akan marah jika aku membuat bolu kukus pisang yang manis ini..." monolog Kate sedikit menampakan wajah yang sendu.

__ADS_1


" Padahal ini sangat enak sekali.. Benar kata kak Bells jika mulut kak Gaffi itu mulut orang pedalaman jadi tidak bisa merasakan enaknya makan kue bolu kukus pisang.. HIhihi... " Kate terkekeh kecil. Jika orang melihatnya saat ini oang pasti mengira dia sudah gila karena bicara sendiri dan tersenyum sendiri.


Kate pun bersenandung untuk mengusir sepi dalam rumahnya karena dia sendirian di rumah. Kemudian dia kembali mendapatkan ide yang cemerlang saat memikirkan dirinya yang sendirian di ruah. Mungkinkah dia perlu mencari hewan peliharaan seperti anjing untuk menjadi temannya di rumah. Sepertinya ini ide yang cukup menarik.


Kate berencana untuk membeli anjing besar seperti siberian atau malemute yang memiliki wajah lucu dan beragam itu. Bulu panjang dan juga besar, menjadikan pilihan Kate jatuh kepada jenis anjing itu. Semoga saja dia bisa mendapatkan anjing yang sesuai dengan seleranya itu. Kate akan mencarinya nanti di internet , siapa tahu ada yang bisa memberinya informasi tentang anjing yang ingin dia beli.


Acara membuat kue sudah selesai, Kate hanya tinggal menunggu keu yang dia buat tadi matang dan dia akan menikmatinya dan membagikan sedikit ke rumah Lora, tetangganya yang selama ini selalu baik padanya. Kate membuang rasa bosan menunggu kue matang dengan membuka ponsel miliknya untuk mencari laman penjual hewan peliharaan.


Namun belum juga dirinya mencari laman yang dia maksud, ponsel miliknya bergetar ada sebuah pesan masuk. Kate mengernyit ketika melihat nomor ponsel mamanya yang mengiriminya pesan. Kate segera membuka video yang mamanya kirim dan hal pertama yang Kate lakukan adalah menangis melihat video itu.


Di video yang mama Katharina kirimkan adalah video Carmel yang tengah berceloteh ria bersama dengan kedua neneknya. Namun satu kalimat yang Carmel ucapkan dengan jelas membuat Kate yang selama enam bulan ini menahan dirinya untuk tidak menangis pun akhirnya pertahanannya jebol juga.


" Mama,, i miss you..." ujar Carmel meski masih cadel dan tidak jelas.

__ADS_1


Kate memeluk ponselnya sambil menangis putri sambungnya yang begitu dia cintai melebihi apapun di dunia ini. Satu-satunya hal yang Kate syukuri dari pernikahannya dengan Gaffi yang bagai neraka itu adalah kehadiran Carmel. Putri dari teman baiknya sekaligus dokter yang menangani penyakit mentalnya kala itu, dan juga putri dari pria yang dia cintai dengan sepenuh hati.


Ketika pesan kedua masuk, ponsel Kate bergetar dan dia langsung membukanya. Apa yang dia lihat kali ini semakin membuat hatinya sesak, tangisannya semakin menjadi-jadi merasakan sesak di dada yang begitu menyakitkan bagi Kate. Sungguh kedua pesan dari mam Katharina ini telah memporak-porandakan hati yang suah dia tata selama enam bulan ini.


__ADS_2