MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Tahu tentang perasaannya


__ADS_3

Hari ini hari termasuk cerah meski musim dingin masih menyelimuti daratan tempat Kate tinggal. Karena cuaca yang bagus dan jalanan yang tidak tertutup oleh salju, membuat Kate bisa datang ke toko bunganya. Ceritanya dia akan melihat toko bunganya sekaligus ingin membicarakan mengenai toko bunga yang digabung dengan toko kudapan dan minuman. Kate ingin sedikit sibuk agar tidak selalu memikirkan Gaffi dan Carmel hingga berakhir menangis.


Berawal dari kesenangan merawat tanaman di rumah yang sekarang dia huni, agar bisa mengusik kesepian, lalu Kate mulai melebarkan sayapnya membuat toko bunga sendiri karena awalnya alasannya karena di rumahnya sudah tidak muat lagi untuk menampung semua tanamannya. Kate suka menanam mawar, lily, anggrek, melati, dan ada beberapa tanaman yang hanya bisa tumbuh di daerah tropis. Yang paling Kate suka adalah mawar dengan warna pink dan kuning. Menurutnya mawar dengan warna itu sangat lah indah.


Jika musim gugur atau salju tiba, Kate akan menanam di rumah kaca yang ada di belakang toko bunganya. Di dalam rumah kaca itu tidak terpengaruh sama sekali dengan musim karena baik air, udara dan kelembaban sudah diperhitungkan dengan baik. Hal inilah yang membuat toko bunga Kate dijadikan langganan oleh banyak orang, selain selalu ada, harganya juga relatif lebih rendah dibandingkan yang lain.


Kate benar-benar totalitas dalam mengerjakan pekerjaannya kali ini. Selain menghasilkan tentunya, Kate bisa melatih dirinya untuk lebih tenang dan sabar karena merawat bunga adalah bentuk proses kesabaran yang paling membutuhkan stok sabar yang banyak. Tidak bisa diburu-buru dan jika yang merawat nya salah langkah, jangankan berbunga, sudah dipastikan tanaman itu akan mati nantinya.


Kate mengelilingi sebentar toko bunganya ditemani oleh Kanaya. Beberapa bunga membutuhkan stok lagi, seperti mawar dan juga matahari. Menurut pegawai yang menjaga toko bunganya, sudah beberapa hari ini banyak yang membeli mawar dan bunga matahari. Bahkan minggu depan ada pemesanan rangkaian bunga mawar, bunga matahari dan bunga krisan, menurut yang diketahui oleh pegawai Kate, bunga itu akan menjadi hiasan di acara pernikahan salah seorang pelanggan mereka.


" Benarkah? Jika seperti itu seharusnya kita menambah tenaga untuk membantu kita menyelesaikan pesanan tepat waktu. Karena jika hanya kita berenam saja tidak akan mampu.. " ujar Kate memberi saran.


Selain Kate dan Kanaya, masih ada empat orang pegawai di toko bunga ini. Satu biasanya akan menjaga toko dan tiga ditugaskan merawat semua tanaman seperti memupuk dan menyirami semua tanaman yang ada di rumah kaca. Mereka berempat biasanya akan bergantian tugas agar adil dan mendapatkan libur setiap satu hari dalam satu minggu dengan hari yang tentunya diatur oleh Kate agar tidak bertepatan dengan satu sama lain.


" Kalau begitu biar saya minta bantuan adik saya saja ya kak Kate. Dia bisa kok mengerjakan hal seperti ini, nanti biar dia ajak temannya.. " ujar Calosa salah satu karyawan Kate.

__ADS_1


" Tentu saja itu bagus malah.. Jika kalian ada teman lagi di ajak juga boleh, nanti saya pasti akan kasih mereka bonus karena sudah membantu.. " ujar Kate senang karena jika semakin banyak yang membantu maka semakin cepat selesai kerjaan nantinya.


" Siap kak Kate.. Nanti kita infokan lagi ya berapa orang yang sanggup membantu.. " sahut Pinvilla. Seorang lain karyawan Kate.


Setelah berdiskusi selesai, Kate berkeliling sebentar lagi kemudian langsung menuju ke bagian toko bunga yang ada di depan. Karena mendapat pesanan tadi, terpaksa Kate mengurungkan niatnya untuk membahas tentang toko kudapan yang akan dijadikan satu dengan toko bunga dan taman belakang. Untuk saat ini, fokus dulu saja mempersiapkan semuanya agar tidak mengecewakan pelanggan.


DING... DONG....


Bel di pintu toko bunga Kate berbunyi, menandakan ada pelanggan yang datang. Kate mendongak dan sedikit terkejut karena melihat seseorang yang dia kenal berada di toko bunga miliknya. Dengan senyum manisnya Kate berjalan menuju dekati kenalannya itu kemudian menyapanya.


" Dokter Volks, kenapa bisa berada disini? " tanya Kate basa basi.


" Hehehe.. Anda benar.. Tapi saya tidak menyangka Anda termasuk dalam penggemar bunga dan tanaman.. " Kate mempersilahkan dokter Volks untuk duduk di kursi yang tersedia di sana.


" Mama saya suka,, jadi mau tidak mau saya dan papa jadi harus suka dong.. Sedikit saya paham tentang bunga.. Tapi sekarang ini saya sedang mencari rekomendasi bunga yang bisa saya letakkan di dalam kantor saya. Biar nggak monoton.. " dokter Volks mengutarakan pendapatnya.

__ADS_1


" Benarkah mama Anda juga suka dengan bunga? " Kate sedikit tidak percaya.


" Hm.. Kapan-kapan kalau jadwal kami tidak bentrok saya akan mengajak mama saya kemari, agar kalian bisa bertukar pendapat tentang bunga.. Lalu anda bisa merekomendasikan apa untuk tanaman yang bisa saya letakan di ruangan saya? " tanya dokter Volks sekali lagi


Kate nampak terlihat berpikir sebentar, agar bisa menemukan ide untuk memilih bunga yang cocok di letakan di ruangan dokter Volks. Yang jelas bunga yang tidak memerlukan banyak treatment dalam merawatnya, dan memiliki keindahan agar hanya dengan adanya bunga itu, ruangan kantor dokter Volks bisa terlihat hidup.


" Sebenarnya ada banyak pilihan, tapi di tempat saya hanya ada tiga jenis ini saja.. Mari saya tunjukan.. " Kate mengajak Volks keluar dari toko menuju ke halaman belakang, tepatnya di rumah kaca yang khusus tanaman hias yang lucu dan tidak memerlukan banyak tempat untuk menanamnya.


" Ini adalah bunga yang disebut flowering maple, saya memiliki warna peach dan kuning. Keistimewaan nya, dia akan berbunga sepanjang tahun. Perawatannya juga tidak sulit cukup menyiram ketika medianya sudah kering, dan jangan meletakan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.. " Kate menjeda dan berjalan lebih masuk lagi ke dalam rumah kaca itu diikuti oleh Volks di belakangnya.


" Yang ini adalah kaktus Natal, sangat mudah sekali merawatnya karena anda tidak perlu menyiramnya setiap hari. Dan jangan diletakan di tempat yang terkena sinar matahari, sama satu lagi kalau menyiram jangan sampai airnya mengenang, karena akarnya nanti bisa busuk. Dan terkahir ini adalah peace lily, bunga yang bisa dijadikan antipolutan dan mengontrol kelembaban udara di dalam ruangan. Merawatnya juga sama, jangan terlalu banyak ketika menyiramnya... Silahkan anda pilih dokter Volks. " Kate langsung menawarkan pada pelanggan terhormat nya ini.


" Ini perasaan mu atau memang iya, kau sengaja memilih bunga yang tidak sulit merawatnya. Apa karena kau tidak yakin aku bisa merawat bunga yang butuh perawatan khusus? " tanya Volks bermaksud menggoda.


" Itu karena saya tahu anda sebagai dokter pasti sangat sibuk jadi membutuhkan waktu yang harus sedikit ketika merawat bunga.. Benar kan? " Kate menghentikan kedua alisnya ke atas. Berargumen dengan Kate memang akan sangat melelahkan karena pasti akan kalah.

__ADS_1


" Saya pilih semuanya.. Sisanya akan saya berikan ke mama saya biar dia membantu saya merawatnya.. " Kate mengangguk dan meminta karyawannya untuk membungkus tanaman yang dipilih dokter Volks.


Kate mengantar dokter Volks sampai masuk ke dalam mobilnya. Kate melambaikan tangannya dengan senyum menghiasi wajahnya, namun begitu mobil itu tidak terlihat lagi, senyum diwajahnya Kate langsung hilang dan berganti datar. Melelahkan harus berperan menjadi tidak paham dan cuek pada keadaan. Kate paham bagaimana cara pandang Volks dalam memandangnya. Tapi sekali lagi, bagi Kate tidak ada masa untuk mengurusi perasaan orang lain karena dia memiliki hal yang lebih penting untuk diurus.


__ADS_2