
Kerja keras yang Kate lakukan selama kurang lebih dua bulan ini, kini tengah menuai hasil yang sangat baik, nyaris sempurna jika saja apa yang sedang ditunjukkan pada semua orang olehnya dan suami ini benar adanya. Malam ini di salah satu hotel termewah di Milan, telah diadakan pesta ulang tahun Berliana Group, dimana acaranya akan diisi dengan pelelangan berlian dan perhiasan yang merupakan desainan dari Berliana Group yang hanya ada satu di seluruh dunia ini.
Kate menyumbangkan beberapa desain perhiasan dan juga aksesoris untuk wanita dan pria. Desain yang selama ini dibuat Kate selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari peminat perhiasan. Salah satunya adalah mommy Noura, ibu mertua Kate sendiri. Kali ini mommy Noura datang bersama Galen karena daddy Joaquin sedang berada di Roma bersama Gafar.
Seperti biasa ketika ada banyak disekitarnya, Gaffi akan bersikap lemah lembut pada Kate. Seperti pasangan yang tengah di mabuk cinta, namun tanpa semua orang tahu, di dalam bagian badan Kate yang tertutup oleh dress sifon bermotif bunga berwarna hitam, terdapat banyak luka lebam hasil karya sang suami.
Semalam, pukul 23.00 waktu Milan,,
Kate tidak bisa tidur karena terus dan terus dibayangi percintaan Gaffi dan Emily yang dia lihat di dapur tadi. Saat haus, Kate turun dan justru disuguhi sebuah pemandangan yang kembali merobek hati dan jiwanya. Suaminya tengah memompa tubuhnya memenuhi bagian inti Emily, sehingga wanita itu hanya bisa mendesah dan merem melek keenakan.
Kate meremat ujung gaun malam berwarna hitam. yang dia kenakan. Mata Kare menatap nyalang dua orang tersebut yang masih asyik bercinta tanpa peduli kehadiran Kate. Dirasa begitu emosi dan tidak bisa menahan lagi, Kate mendatangi dua manusia laknat itu dan langsung menjambak rambut Emily dengan kuat sehingga penyatuan dua manusia itu terpisah..
" Aaarggghhh... " teriak Emily merasakan sakit dan panas di kulit kepalanya.
" KATE... LEPASKAN EMILY...!!! LEPASKAN!!! " bentakan Gaffi menggema di seluruh sudut mansion yang sepi itu.
DEGH...
Jantung Kate terasa di remas ketika melihat suaminya menatapnya dengan penuh emosi. Tubuh Kate langsung bergetar hebat karena ketakutan melihat mata Gaffi itu. Tapi sudah kepalang tanggung, Kate tidak ingin direndahkan lagi di mansion ini. Di rumah tangganya sendiri,, tidak peduli bagaimana Gaffi memandangnya, Kate tetap nyonya di mansion ini.
__ADS_1
" Kamu benar-benar memalukan mas... Kamu menyentuh aku lalu kamu menyentuh Emily, kamu tak ubahnya hanya sebuah piala bergilir mas. Jijik aku melihat mu bercinta dengan wanita hina ini lalu kemudian kau mengajak ku bercinta.. Cuih.... " Kate meludah tepat di depan wajah Emily yang kini sudah menangis.
" Ceraikan aku,,, setelah itu kau puas bisa menjadikan wanita ini sebagai istri mu... Dengan begitu kau tidak perlu menjadi piala bergilir lagi... " sarkas Kate yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Gaffi.
" Sudah berani kau,, HAH... Sudah merasa tidak bersalah kau atas apa yang kau lakukan pada keluarga ku? " sentak Gaffi tersulut emosi.
" Kak... jangan kak.... Tekan emosi kakak... " Emily yang mendekati Gaffi setelah memakai pakaiannya yang tergeletak di lantai tadi.
" Penghinaan dari mu, penganiayaan dari mu, dan yang paling besar adalah kehadiran pelakor ini dalam rumah tangga ku, sudah termasuk impas dengan apa yang aku perbuat dulu.. Kini jangan harap kamu bisa merendahkan aku lagi mas,,, tidak bisa... " Kate hendak berjalan meninggalkan dapur langsung dicekal oleh Gaffi.
Gaffi menyeret Kate kembali ke dapur lalu menghajarnya tanpa peduli teriakan Emily yang memintanya berhenti. Gaffi memaki Kate menggunakan kata-kata kotor dengan tangannya yang sudah memegang ikat pinggang, terus dipecutkannya ke tubuh Kate.
Kembali lagi ke masa sekarang, dimana Kate tengah menyapa ibu mertua dan kakak iparnya di dampingi Gaffi karena mommy Noura ingin menggendong carmel yang kebetulan tadi digendong oleh Gaffi.
Meski kaki tapi Kate mencoba tersenyum dengan tulus dan tanpa beban. Dia tidak ingin masalahnya sampai di dengar oleh keluarganya maupun keluarga suaminya. Biarlah dia merasakan sendiri dan ketika semuanya sudah tidak mampu lagi ditahannya, maka Kate akan memilih pergi sesuai apa yang pernah seseorang katakan padanya.
" Kami sehat Kate? Kok pucet banget, ya kamu Len? " tanya mommy Noura memperhatikan wajah dan gerak gerik Kate.
" Kate kecapekan aja mom, kan ini semua dia yang siapin. Katanya udah lama nggak ke perusahaan jadi pengen memberikan suprise.. Hebat ya mom istri aku.. " ujar Gaffi bangga. Namun lain dengan Kate.
__ADS_1
Kate menatap jengah ke arah suaminya.. Apa suaminya ini tidak memiliki kaca di kamarnya bersama selingkuhannya sampai tidak bisa melihat bahwa suaminya ini memiliki dua wajah yang berbeda.. " Ck.. sampai kapan mau seperti ini Kate? Lihat suami mu mulai menjilat ibu mertua mu... " sesuatu dalam diri Kate berbicara.
Mata Kate tanpa sengaja menatap ke arah Galen yang ada tepat di depannya. Kakak iparnya itu terlihat menghela nafas melihat Kate lalu Gaffi secara bergantian. Rasanya mulutnya gatal ingin cerita pada orang tuanya, tapi sekali lagi Galen menghormati apa yang Kate pilih.
" Kate kaku tunjukkan ke mommy ya, semua yang kamu desain khusus untuk mommy!! " pinta Gaffi bertutur lembut.
Kate sejujurnya terkejut karena Gaffi tahu semua itu padahal dia tidak pernah bercerita apapun pada suaminya ini. Tapi tetap Kate lakukan permintaan Gaffi karena tidak ingin melihat ibu mertuanya curiga, meski jika bisa Kate ingin langsung menampar Gaffi di depan semua orang.
Di acara puncak, terlihat Lionel Keylieigh naik ke panggung untuk memberikan beberapa patah kalimat tentang visi dan misi dari Berliana Group, tentunya dengan semua hasil pencapaiannya pula. Lionel bahkan dengan bangganya memperkenalkan Gaffi di depan semua tamu undangan yang hadir. Berucap bahwa Gaffi adalah menantu idaman yang telah mengangkat nama keluarga Keyleigh.
Kate menatap nanar Gaffi dan papanya yang ada dia tas panggung. Kate muak,, Kate merasa sudah tidak mau lagi menutupi hancurnya rumah tangganya dengan Gaffi. Tapi Kate tidak mau membuat kedua orang tuanya kecewa dan sedih. Kate tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya, dimana dia selalu berusaha memerankan istri yang baik dan pernikahan yang harmonis di depan semua orang. Namun malam ini, di malam ulang tahun perusahaan keluarganya, dan untuk pertama kalinya Kate muak dengan kepalsuan yang dia dan suaminya suguhkan.
Tanpa ada yang mengetahuinya, Kate membawa Carmel dan pengasuh anaknya pergi meninggalkan pesta. Dia sudah tidak peduli lagi bagaimana kedua orang tuanya memandang dirinya. Tidak peduli lagi bila semua orang mengetahui pernikahannya yang sudah hancur bahkan sejak pertama kali dilangsungkan.
Gaffi yang diminta untuk mencari Kate sampai kebingungan karena tidak menemukan keberadaan istri dan putrinya di pesta itu. Tuan dan Nyonya Keyleigh pun merasa curiga, kenapa Gaffi sampai tidak tahu keberadaan istrinya sendiri.
" Gaf,,, Apa pernikahan mu dengan putri ku, baik-baik saja? " tanya tuan Lionel.
Degh... degh... degh....
__ADS_1