MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Benalu dalam rumah tangga ku


__ADS_3

Empat bulan talah berlalu dari hari pernikahan Kate dan Gaffi. Dan selama itu pula Kate selalu mendapatkan perlakuan yang sama. Namun semua itu tidak jauh lebih sakit ketika melihat suaminya membawa wanita lain masuk ke dalam rumahnya.


Pagi ini Kate tengah disibukkan di dapur membuat sarapan untuk putri kecilnya dan juga suaminya yang sebentar lagi akan kembali dari rumah sakit. Semalam pukul dua dini hari, Gaffi mendapat telefon darurat dari rumah sakit sehingga suami Kate ini baru pagi begini akan pulang.


Carmel berceloteh riang saat mendengar deru suara mobil memasuki halaman mansion mewah Gaffi. Kate pun tersenyum geli melihat tingkah sang putri saking senangnya tahu bahwa daddynya pulang. Kate pun menggendong Carmel untuk menyambut Gaffi di ruang tamu mansion ini.


" Ady.... Ady.... " panggil Carmel yang sudah mulai bisa mengucap beberapa kata meski pelafalannya salah.


" Mas kamu sudah..... " senyum merekah diwajah Kate langsung menghilang saat melihat siapa yang dibawa suaminya ke dalam mansion. Bahkan Kate dapat melihat tautan tangan Gaffi dan wanita yang entah siapa Kate tidak tahu.


" Siapkan sarapan... Emily akan ikut sarapan dengan kita!!! " titah Gaffi.


Kedua manusia yang berhasil membekukan tubuh Kate itu berlalu menuju ke lantai dua. Mata Kate langsung membulat sempurna saat tahu Gaffi mencium bibir wanita bernama Emily itu dan membawa wanita itu di kamar samping kamar utama.


Dada Kate begitu sesak, mungkinkah ini awal dari hancurnya pernikahan yang dia bangun dengan mengucap janji suci di depan pendeta itu. Bulir-bulir bening mengalir tanpa bisa dicegah lagi. Fisik Kate memang sakit, namun hatinya jauh lebih sakit bahkan bisa dibilang hancur berkeping-keping. Empat bulan pernikahannya, suaminya pulang ke rumah membawa pelakor... Sungguh ironis nasib Kate.


" Ama anis.... " Carmel mengusap air mata yang jatuh di pipi Kate.


" Mama nggak nangis sayang... Yuk kita sarapan dulu... " Kate berusaha menguatkan hatinya. Jangan sampai Gaffi dan perempuan pelakor itu mengetahui kelemahan Kate.


Gaffi turun dari lantai dua dengan bergandengan tangan dengan wanita bernama Emily itu. Bibi Pamela pun sangat terkejut melihat tuan mudanya membawa wanita lain dalam rumah tangga nya. Ingin rasanya bibi Pamela menegurnya tapi apalah daya, jika bibi Pamela ikut campur maka Kate yang akan mendapat pelampiasan dari Gaffi. Bibi Pamela tidak ingin hal itu terjadi.

__ADS_1


" Nyonya... " bibi Pamela berbisik di telinga Kate.


" Biarkan saja bibi... Biar dia melakukan apapun yang dia inginkan asalkan Carmel tetap bersama ku... " ujar Kate juga dengan berbisik.


" Selamat pagi... " sapa wanita bernama Emily itu.


" Pagi... " jawab Kate ketus.


" Jaga sikap mu... Emily ini adalah kekasih ku. Dia memiliki kedudukan yang sama dengan ku di rumah ini. Jadi bibi Pamela katakan pada semua maid bahwa mereka harus memperlakukan Emily layaknya aku... Mengerti semua... " Bibi Pamela terpaksa mengangguk.


Kate meremas celana kain yang dikenakannya. Tidak pernah menyangka dalam hidupnya dia akan diperlakukan seperti ini. Apa tadi kata Gaffi, kekasih hati... Lalu apa kabar dengan dirinya yang adalah nyonya di mansion ini. Kate geram, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kate tentu tidak ingin tangan Gaffi kembali mengarah pada tubuhnya. Luka yang dibuat Gaffi dua hari yang lalu saja masih terasa sakit sampai sekarang, jadi Kate tidak ingin menambah lagi.


" Halo kak, apa kakak yang bernama kak Kate? " tanya Emily memulai pembicaraan.


" KATE JAGA SIKAP MU!!! " bentak Gaffi..


" Lalu sikap apa yang harus aku jaga? Disini aku adalah nyonya rumah tapi anda memperlakukan wanita pelakor itu sebagai nyonya di rumah ini. Lalu seperti apa sikap yang harus aku jaga??? " sarkas Kate kemudian langsung berlari masuk kamar Carmel.


" Dasar sialan wanita itu... Apa pelajaran yang aku berikan padanya masih kurang.... " Gaffi merasa marah saat ini. Emily yang lumayan tahu situasi pernikahan Gaffi dan Kate mendekat dan langsung memeluk lengan Gaffi.


" Jangan marah-marah. Wajar jika kak Kate bersikap begitu. Dia pasti shock dengan kedatangan ku... Biarkan saja nanti aku yang mendekati kak Kate... " ujar Emily menenangkan.

__ADS_1


" Hm... Kalau begitu kau makan lah... " sarapan keduanya pun dimulai.


Kate yang masuk ke kamar Carmel segera menangisi nasib hidupnya yang benar-benar tragis itu. Kate sungguh tidak tahu harus bagaimana dengan pernikahannya. Bisakah dipertahankan, atau memang sudah tidak lagi bisa bertahan. Terus terang Kate merasa lelah dengan pernikahan ini, tapi untuk melepaskan diri, Kate tidak bisa karena perjanjian yang dia buat sebelum menikah dengan Gaffi.


" Beginilah nasib ku? Beginilah takdir hidup ku? Mencintai pria yang memperlakukan ku seperti musuh terbesarnya... Bagaimana mungkin setelah semuanya aku masih mencintainya... Kau bodoh Kate... kau bodoh... "


Baby sitter Carmel yang juga ada diruangan itu merasa kasian pada nyonyanya. Mereka semua para pekerja di mansion mewah ini juga menyayangkan perilaku tuan mereka pada istrinya. Apalagi sekarang membawa wanita lain ke mansion ini. Jelas saja hati nyonya mereka hancur.. Tapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh baby sitter itu, selain mendoakan yang terbaik untuk nyonya nya.


" Nyonya... Apa anda baik-baik saja? " tanya baby sitter Carmel.


" Iya... Aku baik... Aku baik... seharusnya aku baik-baik saja kan... " ujar Kate masih menangis.


Kate buru-buru menghapus air matanya saat mendengar pintu kamar Carmel dibuka. Dan pelakunya adalah pelakor dalam rumah tangga Kate ini. Dengan sengit Kate bertanya, " Apa yang kau lakukan disini? "


" Maaf kak.. Tapi aku rasa aku perlu meluruskan hal ini. Aku minta maaf karena telah hadir dalam rumah tangga kalian. Tapi aku tidak bisa begitu saja melepaskan kak Gaffi yang telah merampas mahkota ku... Kak Gaffi memperkosa ku kak, karena itu kak Gaffi berjanji akan bertanggung jawab... "


Jederrrrr


" Saya tidak merasa ingin tahu dan peduli dengan apa yang terjadi padamu karenanya. Tapi sebagai seorang wanita seharusnya kamu tahu bagaimana rasanya ada wanita lain dalam pernikahan kalian. Atau mungkin kau sedang aji mumpung karena melihat suami ku adalah orang kaya.... " sarkas Kate.


" Dengar baik-baik nona Emily, meski kau dibawa oleh Gaffi sendiri ke mansion ini. Tapi aku pastikan keluarga Gaffi tidak akan mau menerima mu... Karena itu sekarang pergi dari hadapan ku, dan jangan sekali-kali kau masuk ke kamar putri ku lagi!! " Kate menunjuk pintu agar Emily keluar.

__ADS_1


Tubuh Kate langsung luruh ke lantai sesaat setelah Emily pergi dari kamar Carmel. Tangisnya pecah kembali karena sesak didadanya yang tidak bisa dia tahan lagi. Kate memukuli beberapa kali dadanya hingga pada akhirnya, Kate kembali tidak sadarkan diri...


" Nyonya... Nyonya.... "


__ADS_2