Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Kebersamaan Zella dan Theo


__ADS_3

Setelah makan siang, Zella dan Theo langsung ke perusahaan Hilton. Zella langsung mempelajari sistem mekanisme kerja Perusahaan Hilton yang sedikit berbeda dengan perusahaannya. Dengan seksama, Theo menjelaskan beberapa mekanisme kerja Hilton yang memang sudah ada sebelum Theo belerja disitu.


Dengan sangat cepat Zella mulai memahami duduk permasalahan di perusahaan Hilton. Theo pun membuka beberapa laporan dari beberapa divisi dan Zella langsung menelitinya satu per satu. Kini keduanya makin tidak berjarak saat Theo menunjukkan hal hal yang menurutnya sedikit mengganjal dalam laporan yang saat ini sedang dipegang oleh Zella.


"Ini sedikit rumit, Tuan Theo. Jika memang ingin masalah ini teratasi, kita harus mengubah sistem mekanisme kerja yang sudah berjalan selama ini." ucap Zella menutup laporan yang ada di tangannya.


Zella sudah nampak sangat lelah hari ini. Apalagi dia baru saja pulih dari sakitnya kemarin.


"Sebenarnya saya sudah mengatakannya pada Tuan Geoffrey dari beberapa waktu lalu. Hanya saja Tuan Geoffrey belum menyetujui usulan saya." ucap Theo mengingat beberapa kali dia telah menyampaikan pada Geoffrey seperti apa yang Zella kemukakan barusan.


"Tapi saya akan menyampaikan usulan dari Nona Zella pada Tuan Geoffrey." ucap Theo kemudian.


Theo kali ini benar-benar makin kagum dengan cara kerja Zella. Apalagi saat pemikiran Zella yang tidak jauh berbeda dengan pemikirannya.


Zella menyandarkan tubuhnya yang sangat lelah di kursi kebesaran Geoffrey. Dia sudah terlihat sangat lelah hari ini.


"Nona Zella, mari saya antar pulang. Anda harus segera beristirahat." ucap Theo melihat Zella yang sudah sangat lelah.


"Aku punya rumah singgah di Berlin. Antarkan aku pulang ke sana." pinta Zella sambil memberikan alamatnya pada Theo.


"Baik Nona." ucap Theo menerima alamat dari Zella.


Kini keduanya sudah ada di dalam mobil. Theo sendiri kali ini yang mengendarai mobilnya mengantarkan Zella. Baru lima menit perjalanan, Zella sudah memejamkan matanya karena tubuhnya benar-benar sangat lelah.


"Alamat mansion anda sangat jauh, Nona Zella. Bagaimana jika kali ini anda pulang saja ke Mansion Tuan Geoffrey?" tanya Theo.


Tidak ada jawaban dari Zella membuat Theo melihat Zella dari kaca spionnya. Terlihat Zella sudah tertidur sangat lelap di kursi belakang. Melihat hal tersebut, Theo langsung menjalankan mobilnya ke Mansion Geoffrey tanpa persetujuan dari Zella.

__ADS_1


Sesampainya di Mansion Geoffrey, Theo tidak tega untuk membangunkan Zella. Akhirnya ia pun bertekad untuk menggendong Zella dan membawanya ke kamaryang memang sudah disiapkan untuk istirahat Zella.


Theo sangat terkejut saat menyentuh tubuh Zella yang sedikit panas. Ia pun segera memegang dahi Zella.


"Anda demam, Nona Zella." ucap Theo khawatir. Ia pun segera mengangkat tubuh Zella dan membawanya ke kamar.


Theo langsung mencari thermometer dan mengecek suhu tubuh Zella. Setelah itu dengan telaten Theo mengompres kening Zella menggunakan washlap.


"Kenapa Nona Zella sangat tidak asing bagiku?" gumam Theo sambil menatap Zella lekat. Tak bisa dipungkiri olehnya, wajah cantik Zella benar-benar membuat semua kaum pria terpesona. Begitu pula dengan Theo. Apalagi melihat kepiawaian Zella dalam mengurus perusahaan, membuat Theo makin takjub dan kagum dengan Zella.


Sayangnya kedudukan Theo bukanlah apa-apa dibandingkan Zella yang menjabat sebagai Direktur Muda di perusahaan ternama di Jerman. Terlebih saat mengetahui jika Geoffrey juga sangat terpesona dengan Zella dan sangat ingin memiliki Zella.


"Nona Zella pasti membantu Tuan Geoffrey karena ia pasti juga memiliki perasaan khusus pada Tuan Geoffrey." duga Theo dalam hati.


Tiba tiba saja tubuh Zella berpindah posisi berbaring ke kanan dan tangannya jatuh tepat di bahu Theo. Kini wajah Zella tepat di depan Theo hingga hembusan nafas Zella sangat terasa menerpa pipi Theo.


Baru kali ini selama enam tahun terakhir Theo merasa sangat terpesona dengan seorang wanita. Selama ini Theo selalu bersikap dingin pada setiap wanita yang ditemuinya. Theo benar-benar mengabdikan seluruh hidupnya di perusahaan Hilton milik Geoffrey.


Tapi tidak untuk saat ini. Melihat kecantikan Zella dari dekat membuat juniornya langsung berdiri. Theo mencoba melepaskan tangan Zella dari bahunya, tetapi Zella justru menarik leher Theo hingga kini keduanya sudah tidak berjarak.


"Jangan salahkan saya Nona Zella, karena anda yang memulainya." ucap Theo yang terdengar oleh Zella.


Zella sudah sadar dari tidurnya saat Theo mencoba melepaskan tangan Zella dari bahu Theo. Tapi dengan sengaja Zella menarik leher Theo dari belakang hingga membuat mereka makin dekat sekarang. Terlebih saat ucapan Theo yang terdengar oleh Zella, bagaikan tetesan embun yang menyegarkan hati Zella.


Benar saja, Theo memberanikan dirinya mengecup bibir Zella. Belum sempat bibir Theo menempel di bibir Zella, kepala Theo kembali sangat sakit dan dadanya langsung terasa sesak. Theo langsung melepaskan tangan Zella dan memegangi kepalanya.


Zella yang sangat terkejut dengan perilaku Theo pun langsung membuka matanya. Rasa kecewa kini menyelimuti hati Zella, tapi melihat Theo kesakitan memegang kepalanya membuat Zella khawatir akan keadaan Theo.

__ADS_1


"Apa anda baik-baik saja, Tuan?" tanya Zella yang duduk dari tidurnya.


"Maaf Nona Zella, saya sudah membangunkan anda. Kepala saya sangat sakit dan dada saya terasa sesak." jawab Theo.


"Istirahatlah, Nona Zella. Maaf telah membawa anda ke Mansion Tuan Geoffrey. Saya akan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan anda, Nona." ucap Theo sambil beranjak meninggalkan Zella.


"Tidak perlu, Tuan." cegah Zella. "Saya sudah baik-baik saja." ucap Zella.


Sayangnya ucapan Zella tidak dihiraukan oleh Theo dan ia tetap memanggil dokter Steffy untuk datang ke mansion Tuan Geoffrey.


"Hallo Theo," ucap dokter Steffy diujung telefon. "Ada apa kau memanggilku? Kau pasti sangat merindukan aku ya?" tanya Dokter Steffy.


"Apa anda bisa datang ke Mansion Tuan Geoffrey, Dokter?" tanya Theo. "Ada yang sedang sakit disini." jelas Theo kemudian.


"Tentu saja bisa, jam kerjaanku juga sudah selesai." jawab Dokter Steffy.


"Sejak kapan kau berada di Berlin? Kenapa tidak memberi kabar padaku?" serbu Dokter Steffy.


"Aku baru sampai kemarin. Ada sedikit masalah di perusahaan. Cepatlah datang Dokter." pinta Theo yang mengkhawatirkan keadaan Zella.


Steffy sangat senang mendengar Theo menginginkan dirinya cepat sampai di Mansion Geoffrey. "Baiklah, aku akan segera kesana." jawab Dokter Steffy.


Theo langsung mematikan panggilannya dan menunggu kedatangan Dokter Steffy. Sedangkan Steffy langsung melebarkan senyumnya mendengar Theo sangat menantikan dirinya datang.


Dokter Steffy merupakan Dokter pribadi di Mansion Geoffrey yang juga sering memberikan terapi untuk Theo selama enam tahun ini. Meskipun terapi yang diberikan Steffy benar-benar tidak ada kemajuan untuk mengembalikan daya ingat Theo.


Dari awal bertemu Theo, Dokter Steffy langsung memiliki perasaan khusus pada Theo. Sayangnya sampai detik ini Theo tidak juga membalas perasaan Dokter Steffy dan tetap berlaku dingin padanya.

__ADS_1


Baru kali ini Dokter Steffy menerima panggilan dari Theo dan meminta nya datang ke Mansion. Karena biasanya Geoffrey yang memanggilnya atau Theo sendiri yang datang ke rumah sakit untuk menjalaní terapi.


__ADS_2