Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Kepulangan Zella dari RS


__ADS_3

Pagi ini Zella sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter Brian.


"Kondisimu sudah lebih baik Zella, dan satu lagi. Kondisi kandunganmu juga sehat. Sekali lagi, selamat atas kehamilanmu, Zella." ucap Dokter Brian saat memeriksa Zella pagi ini.


"Thanks a lot Dokter. Oh iya, bagaimana dengan keadaan Dokter Steffy? Apa dia baik-baik saja?" tanya Zella menanyakan kabar Steffy yang memang sengaja dihukum Zella untuk menjadi asisten Dokter Brian maupun Dokter Brianna.


"Baik, dia juga sudah menyesali kesalahannya." jawab Dokter Brian.


"Apa kau sudah mulai mencintai Dokter Steffy?" tanya Zella kemudian dan Dokter Brian langsung tergelak.


"Kau pasti menjadikan Steffy sebagai asistenku hanya untuk mencomblangkan dia denganku?" tanya Dokter Brian dan Zella langsung menganggukkan kepalanya.


"Kau salah besar Grizelle Alexandria. Karena sampai saat ini belum ada wanita yang menggantikan namamu di hatiku." ucap Dokter Brian membuat Levi berdehem kencang mendengarnya.


"Ups, maaf Tuan Levi. Aku hanya kelepasan." Dokter Brian langsung menutup mulutnya dan Zella langsung terkekeh geli.


"Aku sangat mengkhawatirkan keadaan Richard, bisakah Dokter Steffy untuk sementara waktu menjadi dokter jaga khusus untuknya?" tanya Zella kemudian.


"Tentu saja bisa, Zella. Tapi tunggu. Kau tidak sedang mencomblangkan mereka, kan?" timpal Dokter Brian yang sangat paham dengan cara Zella menaklukkan musuhnya hingga menjadi teman dekatnya.

__ADS_1


"Ha ha ha, sepertinya anda sangat mengenalku enam tahun belakangan ini Dokter Brian." tukas Zella.


"Aku tidak mencomblangkan mereka, aku hanya butuh dokter jaga untuk Richard. Jika mereka berdua saling cocok dan berjodoh, tentu saja itu adalah bonus untuk mereka." jelas Zella.


"Hemmm, baiklah. Aku akan segera menugaskan Dokter Steffy untuk menjaga Richard." balas Dokter Brian.


"Hemmm, sepertinya kali ini aku harus cemburu dengan Richard karena dia begitu kau perhatikan beberapa hari ini." celetuk Dokter Brian menggoda Zella.


"Baiklah, aku harus memeriksa pasien lain. Kau harus lebih menjaga kesehatanmu, Zella. Hubungi aku jika ada apa-apa." pesan Dokter Brian sebelum meninggalkan ruangan Zella.


Sepeninggalan Dokter Brian, Levi mulai mengemasi barang batang Zella.


"Aku ingin menjenguk Richard." pinta Zella pada Levi.


"Tidak perlu, sayang. Aku sudah bisa berjalan." tolak Zella.


"Mau pakai kursi roda atau aku gendong. Pilihannya hanya dua dan kau tidak dapat memilih yang lain selain itu." ucap Levi membuat Zella akhirnya menurut untuk menggunakan kursi roda.


...***...

__ADS_1


Zella kini sudah sampai di ruangan Richard. Tubuhnya penuh dengan alat-alat medis dengan mata yang masih terpejam. Meskipun Richard sudah melewati masa kritisnya, tetap saja ia masih berada di alam bawah sadarnya.


Zella kemudian mendekat ke arah Richard dan menggenggam tangannya. Zella pun berbisik di telinga Richard, "Cepatlah sembuh! Aku akan dinner khusus denganmu saat kau sudah sembuh nanti. Kita berdua akan dinner sesuai dengan keinginanmu, Richard. Berjuanglah untuk sembuh." bisik Zella sambil tetap menggenggam tangan Richard.


Tak disangka jari kelingking Richard bergerak pelan seolah menjawab bisikan dari Zella. Levi yang melihat pergerakan Richard pun segera memanggil dokter.


Dokter Brian dan Dokter Steffy langsung datang untuk memeriksa keadaan Richard.


"Perkembangan yang baik untuk Tuan Richard, apa yang membuatnya menggerakkan jarinya?" tanya Dokter Brian.


"Tidak ada, aku hanya berbisik akan mengajaknya dinner jika dia sudah sembuh nanti." jawab Zella membuat jari Richard kembali bergerak.


"Oh My God, Zella. Ini yang dinamakan kekuatan cinta. Aku yakin Tuan Richard akan segara pulih seperti sedia kala." ucap Dokter Brian.


"Berapa lama kira-kira waktu yang diperlukan untuk pemulihan itu?" tanya Zella.


"Paling cepat dua bulan." jawab Dokter Brian.


"Baiklah," jawab Zella yang kemudian beralih ke Dokter Steffy. "Dokter Steffy, aku mohon jaga Tuan Richard dengan sangat baik. Tentunya dengan segala pelayanan prima mu, dokter." pinta Zella.

__ADS_1


"Baik Nona, saya akan mematuhi perintah anda." jawab Dokter Steffy tanpa berani menaikkan wajahnya di hadapan Zella, apalagi untuk melihat ke arah Levi, lelaki yang dulu sangat dicintainya.


Setelah menjenguk Richard, kini Zella langsung pulang ke Mansion yang sudah sangat ia rindukan.


__ADS_2