
Rafe segera menuju ke hotel untuk melanjutkan yang tadi tertunda gara-gara Maya. Sesampainya di hotel, terlihat Reyna sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Melihat Rafe datang, Reyna langsung meletakkan ponselnya dan menyambut kedatangan Rafe.
"Tuan, apa anda sudah makan malam?" tanya Reyna sambil membawakan tas Rafe dan membantu membuka jasnya.
"Aku belum makan, sayang." jawab Rafe sambil merengkuh pinggan Reyna.
Reyna seketika menegang mendapat panggilan sayang dari Rafe. Pipinya kini langsung merona dan Rafe langsung mencium pipi Reyna dengan sangat mesra.
"Kau juga harus berlatih memanggilku, sayang." ucap Rafe yang duduk di sofa dan menarik Reyna ke atas pangkuannya.
"Coba panggil aku - sayang -. Aku ingin mendengarnya." pinta Rafe sambil memainkan rambut Reyna dan menyelipkannya di belakang telinganya.
"Sa - yang." panggil Reyna dan Rafe langsung menyambar bibir Reyna dan membawanya ke atas kasur.
__ADS_1
Kini tubuh Reyna sudah berada di bawah kungkungan Rafe. Perlahan-lahan Rafe melepaskan kancing piyama Reyna satu per satu dan melemparkannya ke belakang. Rafe mulai meninggalkan jejak kepemilikan di leher Reyna dan kini turun di area sensitif Reyna yang sudah sangat Rafe inginkan.
"Let me play here, baby." pinta Rafe dan tangan Reyna langsung bergerak untuk membuka pengait br* miliknya dan melepaskannya untuk Rafe.
"Good job, baby." puji Rafe yang langsung melahap milik Reyna yang tentunya sekarang menjadi miliknya. Reyna yang baru kali ini merasakan kenikmatan tiada tara, tidak mampu menahan de-s*-h*nnya sambil sedikit menarik rambut milik Rafe.
Mendengar le-ng*-h*n Reyna membuat Rafe makin semangat untuk membuat Reyna mengeluarkan suara s*k-s*nya. Kini keduanya sudah tidak berbalut sehelai kain pun membuat Reyna membuang wajahnya malu, terlebih melihat senjata Rafe yang sudah sangat menantang.
Ada getaran kuat seperti tersengat listrik dalam tubuh Reyna saat ia menjadi milik Rafe seutuhnya. Reyna menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang seketika berubah menjadi rasa yang tidak dapat disebutkan dengan kata-kata.
Rafe tersenyum penuh kemenangan saat melihat wajah Reyna yang tampak sangat menikmati permainannya. "Bergeraklah sedikit, sayang." pinta Rafe sambil menggerakkan pinggul Reyna dengan tangannya.
Benar saja, Reyna pun mengikuti arahan Rafe hingga kini kamar mereka dipenuhi oleh suara Rafe dan juga Reyna hingga keduanya sama-sama melepaskan pelepasan pertamanya.
__ADS_1
"Thanks Reyna, kau sudah menjaganya untukku." ucap Rafe yang kemudian mengecup kening Reyna saat melihat bercak merah di atas sprei.
Melihat kehangatan Rafe malam ini membuat Reyna menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Rafe dan Rafe mengusap kepala Reyna. "Apa anda mencintaiku, sayang?" tanya Reyna.
Mendengar pertanyaan Reyna, Rafe langsung memegang dagu Reyna dan menatap istrinya tajam. "Aku tak mau banyak bicara tentang perasaanku, sayang. Cukup lihat bagaimana aku memperlakukan mu, men-cu*-bumu, dan meminta mu untuk yang kedua kalinya." jawab Rafe yang kemudian mulai ******* bibir Reyna.
Setelah unboxing hang pertama, kini Rafe meminta yang kedua dan yang ketiga hingga Reyna benar-benar kewalahan. Hingga saat Rafe meminta untuk yang ke empat kalinya, perut Rafe mulai berdemo karena memang belum terisi.
"Sekarang lebih baik kamu makan dulu sayang." ucap Reyna.
"Baiklah, kita akan lanjutkan lagi setelah makan." jawab Rafe yang kemudian memesan makanan untuk mereka berdua.
🖐️ Hai Readers setia, terima kasih sudah mau membaca karya receh aku. Ditunggu like, favorit, vote, dan komennya yaa. Terima kasih banyak 😍😍😍
__ADS_1