Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Merajuk


__ADS_3

"Dari mana kak?" tanya Zella yang sudah duduk di atas tempat tidurnya.


Levi yang baru saja masuk ke dalam kamarnya sedikit terkejut melihat istrinya sudah bangun. "Aku menemukan banyak hal hari ini, sayang." jawab Levi sambil berjalan ke arah istrinya.


"Tentang Uncle Tom dan Renata?" tanya Zella membuat Levi terhenyak. Kali ini ia tidak menduga Zella telah mengetahuinya.


"Katakan padaku, bagaimana kau mengetahuinya sayang?" tanya Levi yang kini duduk di samping Zella.


"Maafkan aku tidak memberitahukan misiku, sebab aku hanya tidak ingin kau kelelahan." jelas Levi sambil mengusap kepala istrinya.


"Aku bukan anak kecil lagi, Kak. Tentu saja aku tahu semuanya. Roy adalah orang kepercayaanku. Apa kakak melupakan itu?" Zella tanya balik membuat Levi paham bahwa Roy tidak mungkin merahasiakan sesuatu di belakang Zella.


Bahkan kini Levi sangat paham, Roy pasti menceritakan semuanya di HotClub.


"Sebenarnya aku ingin segera kembali kesini sayang, hanya saja aku menemukan Dokter Steffy di jalanan." jelas Levi.


"Lalu kau menolongnya?" tanya Zella dan Levi menganggukkan kepalanya.


"Dia dikejar dua orang pemuda dan aku merasa tidak tega." jawab Levi.


"Kenapa?" Zella mulai meninggikan suaranya. "Kak Levi pernah punya perasaan sama Dokter Steffy?" sarkas Zella terdengar sangat marah.


"Maafkan aku sayang, sungguh aku tidak punya perasaan apapun padanya. Sedikit pun tidak ada. Percayalah." Levi meyakinkan Zella.


"Dia sudah menjebakmu, Kak. Kenapa kau masih bersimpati padanya?" tanya Zella membuat Levi diam tidak berkutik.

__ADS_1


"Katakan dimana dia sekarang? Dua orang pemuda yang mengejarnya adalah orang suruhanku. Steffy sudah menyalah gunakan jabatannya di Rumah Sakit dan menyebarluaskan foto kalian berdua." jelas Zella membuat Levi benar-benar makin terkejut.


"Dia aku antarkan ke Mansion milik Geoffrey." setelah Zella mendengar jawaban Levi, ia langsung mengetik pesan untuk dua orang suruhannya.


"Sayang, maafkan aku." ucap Levi memeluk Zella. Sayangnya Zella langsung menepis tangan suaminya dan menghindar.


"Aku ingin pulang." ucap Zella merajuk dan langsung mengambil tasnya keluar dari kamar hotel.


Dengan sigap Levi mengikuti langkah istrinya dan masuk ke dalam lift. Levi sengaja menghimpit tubuh istrinya dan Zella langsung membuang mukanya.


"Terima kasih sudah begitu memperdulikan aku." bisik Levi membuat Zella meremang.


Tangan Zella langsung mendorong tubuh Levi, tetapi tubuh kokoh Levi sama sekali tidak bergerak sedikit pun. Saat pintu lift terbuka, Levi langsung mengangkat tubuh Zella ala bridal style. Zella terdiam dan menyembunyikan wajahnya ke dada Levi.


Bertepatan saat mobil Levi meninggalkan hotel, mobil Uncle Tom tiba di Hotel. Uncle Tom langsung menuju kamar Hotel di lantai lima, tetapi bukan masuk ke kamar milik Reny, melainkan masuk ke dalam bekas kamar yang dipesan oleh Levi dan Zella. Uncle Tom yang sudah sangat mengantuk akhirnya terlelap di atas ranjang.


Sedangkan Renata yang sudah sangat merindukan Levi berjalan perlahan lahan menuju kamar yang tadi dimasuki Levi. Pelan tapi pasti, Renata mulai membuka knop pintu kamar yang ditujunya. Senyumnya langsung merekah mendapati pintunya yang tidak terkunci.


Ia langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Dengan jantung yang berdebar-debar, Renata mendekati ke ranjang dan naik ke atasnya. Remang-remang cahaya kamar membuat Renata mudah untuk melepaskan satu per satu kancing baju lelaki yang ada di atas ranjang.


Renata semakin gila saat tangannya mengusap dada lelaki tersebut. Ia menganggap kali ini ia mendapatkan lelaki yang dari dulu sangat ia idam idamkan.


"Aku sangat merindukanmu, sayang." bisik Renata membuat Tom membuka matanya dan langsung ******* bibir Renata.


Mendapatkan serangan tiba-tiba membuat Renata memejamkan matanya menikmati serangan lelaki yang ia kira Levi. Pertempuran Tom dan Renata terjadi yang ke sekian kalinya membuat Tom benar-benar sangat puas.

__ADS_1


Renata juga kini terkulai lemas saat tenaganya sudah terkuras untuk permainan ranjangnya. Tapi ia tidak ingin melewatkan moment ini. Ia harus mengabadikannya untuk senjata jika Levi menolaknya.


Tangan Renata pun tergagap menghidupkan lampu kamar. Betapa terkejutnya ia bahwa lelaki yang di sampingnya bukan Levi melainkan Tom.


"Tom, apa yang kau lakukan disini? Dimana Levi?" tanya Renata dengan wajah yang sangat kecewa.


"Levi?? Apa maksudmu, sayang? Kenapa kau menyebut nama lelaki lain saat bersamaku?" Tom balik bertanya dengan raut wajah kebingungan.


Renata memegang kepalanya yang tidak sakit. Ia segera mengenakan bajunya yang berserakan dan kembali ke kamarnya.


Sedangkan Tom langsung memakai pakaiannya dan mengejar Renata. Tom terhenyak saat melihat nomor kamar yang ia masuki barusan bukanlah nomor kamar hotel Reny.


"Jangan-jangan Levi baru saja memesan kamar ini." gumam Uncle Tom.


"Sial." umpat uncle Tom dan langsung turun ke resepsionis hotel.


"Excuse me, aku baru saja salah masuk kamar ke kamar 506, kebetulan tadi tidak terkunci. Apakah pemesan kamar melapor kepada anda?" tanya Uncle Tom.


Resepsionis hotel langsung mengecek data pengunjung. "Oh, pemesan kamar sudah meninggalkan kamar tersebut satu jam yang lalu." jawab resepsionis hotel.


"Bisakah aku mengetahui siapa yang memesan kamar tersebut?" tanya uncle Tom.


"Mohon maaf Tuan, ini adalah rahasia perusahaan kami." jawab resepsionis.


Uncle Tom pun langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran dengan perasaan kesal. Ia langsung mengemudikan mobilnya menuju kediamannya.

__ADS_1


__ADS_2