
Sesampainya di Mansion, Zella langsubg disambut oleh Papa Green, Azel, Lily, Tristan, Tom dan juga Renata. Mereka memeluk Zella bergantian, begituvjuga dengan Renata.
"Apa kabar pengantin baru?" tanya Zella membuat Renata tersenyum kecut mendengar pertanyaan Zella.
Selama ia menikah dengan Tom, tidak sekali pun Tom menyentuhnya. Bahkan malam pertama mereka berdua pun terlewatkan. Tom terlihat sangat sibuk sampai jarang terlihat di rumah dan ini membuat Renata justru merasa sedikit kesepian.
"Baik." jawab Renata singkat sedangkan Tom hanya diam saja.
Zella langsung diantar ke kamarnya untuk beristirahat, sedangkan Lily dan Renata memutuskan untuk memasak di pantry.
"Levi, Azel." panggil Uncle Tom. "Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian."
Mendengar keseriusan kalimat uncle Tom, Azel pun mengajak untuk membicarakannya di dalam ruang yang biasa digunakan untuk bekerja.
"Ada apa Uncle? Sepertinya kau sedang banyak masalah?" tanya Azel.
__ADS_1
Tom menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia pun menceritakan segala apa yang terjadi di malam pertamanya.
Awalnya, Azel dan Levi sama-sama mengira bahwa Uncle Tom akan bercerita tentang permainan panasnya dengan Renata di malam pertamanya. Ternyata dugaan mereka berdua salah.
Tom menceritakan bahwa Renata mengakui bahwa ia tidak benar-benar mencintai Tom. Tidak hanya itu, Renata juga mengakui bahwa ia pernah mencintai Azel. Dan kini Renata hanya mencintai Levi. Sayangnya, ia selalu gagal untuk membuat Zella celaka dan kini dia benar-benar ada dalam ancaman Zella.
Azel dan Levi mendengar cerita tersebut sangat terkejut terlebih saat melihat video rekaman Renata yang menceracau saat mabuk.
"Tolong aku, berikan aku solusi untuk masalah ini. Aku sangat kecewa dengan Renata, tetapi aku benar-benar tidak bisa menceraikan Renata saat ini." ucap Tom dengan nada suara yang terdengar sangat kecewa dan juga putus asa.
"Ya, aku sangat mengenalnya. Dan aku kini menyesal karena mengedepankan perasaanku pada Renata." jawab Uncle Tom.
"Saranku, jalani saja dulu apa yang harus kau jalani saat ini, Uncle. Masalah Renata, biarkan dia tetap bersamamu dan menemanimu." ucap Levi memberi saran.
"Aku benar-benar sudah tidak menginginkan hidup bersama Renata. Aku sangat kecewa dengannya." jelas Uncle Tom.
__ADS_1
"Tapi kau sendiri yang memilih keputusan ini bukan?" tanya Azel dengan mada suara yang mulai meninggi dan Uncle Tom hanya menganggukkan kepalanya.
"Jika kau terus menuntut pada Zella, aku tidak yakin hidupmunakan lebih baik, Uncle." jelas Azel membuat Tom bergidik ngeri.
"Baiklah, aku menyerah. Aku akan menjalani semua yang memang berawal dari kebodohanku." ucap Tom.
"Tapi ku mohon, Levi. Tolong ceritakan keadaanku pada Zella. Aku benar-benar menyesal telah mengabaikan pesannya yang ia sampaikan padaku. Ku mohon, tolong aku, Levi." pinta Uncle Tom dengan sungguh-sungguh.
Levi pun menyetujui permohonan Uncle Tom. "Aku akan menceritakan semuanya pada Zella jika keadaannya sudah benar-benar pulih." timpal Levi.
Setelah menceritakan tentang kelih kesahnya, Tom kini meminta pendapat tentang bisnis yang akan ia mulai dengan membeli atau menyewa sebuah ruko. Tom ingin menggunakan ruko tersebut sebagai tempat tinggal dan juga tempatnya berbisnis.
Azel dan Levi pun membantu pamannya untuk memberi gambaran tentang bisnis yang sekiranya ada sangkut paut atau berkaitan dengan perusahaan yamg dimiliki oleh Zella. Sebab, itu akan memudahkan Uncle Tom dalam mengelola dan tentunya akan terjalin kerja sama yang baik.
Setelah membicarakan banyak hal, mereka pun makan siang bersama dengan menu yang sudah dimasak oleh Lily dan juga Renata. Sedangkan Levi memutuskan untuk makan di kamar menemani Zella karena Zella masih tidak diperbolehkannya untuk terlalu lelah.
__ADS_1