
MUA yang didatangkan untuk Maya langsung bekerja sesuatu apa yang diperintahkan oleh anak buah Rafe. Meskipun sudah hampir menopause, Maya tetap terlihat cantik setelah dipoles dengan kemahiran para MUA.
Selain itu, Maya juga diberikan baju yang sangat terbuka, hingga belahan dadanya terlihat sangat jelas dan tentunya untuk menjadi daya tarik dirinya. Setelah selesai merias dan mendandani Maya, MUA itu pun keluar dan sepuluh orang yang akan dilayani oleh Maya pun masuk ke ruang dimana Maya sekarang disekap.
"Oh, jadi ini wanita tua yang akan melayani kita semua." ucap salah satu anak buah Rafe yang terlihat paling kekar di antara yang lain.
"Benar, meskipun tua penjaga di luar bilang permainannya lumayan loh." timpal yang lain.
"Heeh, pe*ek!! Punya kamu masih sempit atau udah longgar?" tanya pria yang lain membuat Maya kini makin berani menantangi mereka.
__ADS_1
"Jangan diem aja. Kalo mau lihat sempit atau lebar, sini dong maju. Keroyokan juga boleh." ucap Maya tak gentar membuat ke sepuluh pria tersebut benar-benar merasa tertantang.
"Hemm, ini sangat menarik. Bagaimana kali ini kita bermain sedikit nakal teman-teman?" tanya pria yang paling kekar.
Ia mengeluarkan beberapa benda dari dalam tasnya. Kini Maya menelan ludahnya kasar, sebab ia tidak bisa membayangkan tubuhnya disiksa dengan benda-benda yang dikeluarkan pria tadi sebelum melayani hasrat mereka semua.
"Tel*njan*i dia!" perintah pria bertubuh kekar dan yang lain langsung mengikuti perintahnya.
Tidak hanya itu, mulut Maya juga disumpal dan satu lagi kini pria bertubuh kekar tadi menjepitkan sebuah penjepit nip**e ke ujung dada Maya yang sudah mulai tegak.
__ADS_1
Setelah itu, sepuluh orang pria yang ada di dalam ruangan itu langsung memainkan tubuh Maya di setiap incinya. Bukannya tersiksa, Maya justru terlihat menikmati permainan barunya membuat ke sepuluh pria semakin brutal mengerjainnya.
Mereka paling suka memainkan penjepit yang sudah menjepit nippl* Maya. Mereka putar seperti memainkan tune pada gelombang radio hingga milik Maya kini memerah. Tidak hanya itu , bersamaan dengan itu juga ada yang memainkan bulu penggelitik tepat di bagian in*im Maya hingga Maya terus meng*r*ng dengan mulut yang masih tersumpal.
Setelah mereka puas menyiksa Maya. Kini semua alat tersebut di lepas dan mereka bergantian untuk m*ny*tub*hi Maya hingga Maya benar-benar lemas dan tak sadarkan diri.
"Hemmm, ternyata Tuan Rafe benar-benar memberi hadiah istimewa kepada kita. Yuk kita cabut." ajak pria kekar tadi pada teman-temannya setelah menuntaskan ha#*at mereka masing-masing tanpa terkecuali.
Maya ditinggalkan begitu saja sampai dia membuka matanya. Ada buliran air yang menetes dari matanya setelah ia benar-benar sadar. Ia memunguti baju bajunya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Aku tidak bisa terus-menerus seperti ini. Aku harus bisa melepaskan diri dari cengkeraman Rafe dan juga papinya." gumam Maya dalam hati.
Ia kemudian mengguyur badannya di bawah shower sambil memikirkan bagaimana caranya lepas dari cengkeraman Rafe.