
Pagi harinya, Zella membuka matanya lebih dulu daripada Theo. Senyum Zella merekah mendapati Theo yang masih terlelap disampingnya dan memeluk pinggangnya. Dipandanginya wajah suaminya yang sangat dirindukannya selama ini, membuat Zella makin bersyukur akan keyakinannya bahwa Levi benar-benar maaih hidup.
Theo pun mulai mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan. Ia sedikit kikuk saat Zella terlihat memandanginya secara intens. Terlebih tangannya saat ini masih ada di pinggang Zella.
"Terima kasih telah menemaniku malam ini, Theo. Sudah enam tahun belakangan ini aku tidak bisa tidur nyenyak. Tapi tadi malam, tidurku terasa sangat nyenyak." ucap Zella sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Theo.
Theo kini mulai merasakan hal yang aneh dalam dirinya. Ia juga merasa sangat nyaman berada di dekat Zella. Sakit kepala dan rasa sesak di dadanya juga kali ini tidak muncul meski ia berdekatan dengan Zella. Bahkan sangat dekat dari sebelumnya.
"Maafkan saya, Nona. Sudah sangat lancang malam ini." ucap Theo yang kemudian melepaskan tangannya dari pinggang Zella.
"Lancang?" tanya Zella sambil mengerutkan dahinya. "Apa maksudnya dengan lancang? Kita tidak sedang berada di kantor bukan?"
"Benar Nona, hanya saja Saya sudah mengingkari Tuan Geoffrey. Seharusnya saya tidak berlaku demikian karena atasan saya sendiri." jawab Theo.
"Apa hubungannya dengan Tuan Geoffrey? Apa karena kita berada di Mansionnya?" tanya Zella yang tidak faham dengan arah dan maksud pembicaraan Theo.
"Tuan Geoffrey memiliki perasaan yang khusus pada anda Nona Zella dan saya seharusnya tidak merebut segala apa yang menjadi kesukaannya." jelas Theo.
"Dasar aneh." balas Zella yang langsung bangun dari tempat tidurnya.
"Bersiaplah Theo, jam tujuh kita akan pergi ke kantor." ucap Zella meninggalkan Theo dan masuk ke dalam kamar mandi.
Theo pun segera keluar dari kamar Zella dan membersihkan dirinya.
"Nona Zella tidak tidur nyenyak selama enam tahun ini?" tanya Theo dalam hati. "Kenapa terdengar sama denganku? Selama enam tahun ini aku juga tidak pernah tidur nyenyak. Dan baru semalam aku dapat merasakan tidur yang sangat nyenyak. Itu juga bersama dengan Nona Zella." gumam Theo.
__ADS_1
"Siapa Nona Zella sebenarnya?" tanya Theo dalam hati. Berbagai pertanyaan memenuhi fikiran Theo hingga Theo menyelesaikan mandinya.
"Hemmm. Aku akan mencari tahu semuanya tentang Nona Zella." tekad Theo sambil memakai bajunya dan bersiap-siap menemui Zella.
...***...
Zella kali ini mengenakan Pencil Skirt yang biasa digunakannya untuk pergi ke kantor dan terlihat duduk sambil bermain ponsel di meja makan. Theo juga sudah siap dengan pakaian kerjanya dan berjalan ke arah Zella.
"Apa anda benar-benar ingin ke kantor, Nona Zella?" tanya Theo. "Bagaimana dengan keadaan anda hari ini? Bukankah hari ini anda harus istirahat total, Nona Zella?"
Zella meletakkan ponselnya dan menatap ke arah Theo. "Kau ini lebih cerewet dari Grannyku ternyata." jawab Zella. "Aku sudah baik-baik saja, Theo. Aku harus segera menyelesaikan permasalahan di Perusahaan Hilton. Oh iya Theo, satu lagi. Setelah sarapan, hubungi Tuan besarmu. Aku ingin bicara padanya." ucap Zella panjang lebar.
"Baik, Nona. Saya akan menghubunginya sesegera mungkin." jawab Theo.
Kini keduanya mulai menikmati sarapan pagi mereka. Tidak ada obrolan sama sekali antara keduanya hingga sarapan selesai. Setelah itu Theo segera menghubungi Tuan Geoffrey dan memberikannya pada Zella setelah panggilannya tersambung.
"Kita berangkat sekarang Theo, tolong nanti panggil seluruh kepala bagian dan anggota divisi perencanaan di Perusahaan Hilton untuk meeting dadakan tepat saat kita sampai di kantor. Aku tidak mentolerir keterlambatan sedikit pun." ucap Zella dan Theo hanya mengangguk sambil mengikuti langkah Zella dan membukakan pintu untuk Zella.
Theo segera mengirim perintah meeting dadakan ke semua kepala bagian dan anggota divisi perencanaan sesuai dengan perintah Zella.
Aura kepemimpinan Zella benar-benar sangat terpancar membuat Theo makin kagum dengan Zella. Saat diluar kantor, Zella seperti selayaknya wanita yang perlu dilindungi. Tapi ketika berkaitan dengan perusahaan, Zella benar-benar seperti master mind yang sangat disegani, berkharisma dan multi talenta.
Theo langsung menjalankan mobilnya sambil melirik Zella lewat kaca spion. Zella memang sudah berkutat dengan tabnya sejak masuk ke dalam mobil. Entah apa yang Zella kerjakan, Theo tidak tahu. Yang jelas ia tidak mau mengganggu Zella saat ini.
Theo yang sangat memahami kinerja karyawan di perusahaan Hilton pun sengaja melambatkan perjalanannya menuju ke kantor.
__ADS_1
Sesampainya di kantor, Zella segera mematikan tabnya dan turun dari Mobil. Theo langsung mendampingi Zella menuju ruangan meeting di Perusahaan Hilton. Baru kali ini karyawan di perusahaan Hilton merasakan ketegangan yang luar biasa. Sebelumnya, Direktur Geoffrey tidak pernah membuat meeting dadakan seperti apa yang Zella buat.
Untungnya saat Zella sampai di ruangan meeting, semua kepala bagian dan anggota perencanaan sudah berkumpul menunggu kedatangan Zella. Tak bisa dipungkiri bahwa mereka semua memperlihatkan wajah yang sangat tegang saat Zella memasuki ruangan.
Dengan santai dan lugas, Zella memimpin rapat dan mulai memberi gambaran umum tentang perubahan mekanisme kerja setiap bagian dengan singkat dan jelas. Setiap karyawan Geoffrey kini mulai mengagumi Direktur Mudanya karena cara penyampaian Zella yang sangat memukau mereka.
Tepat satu jam berlalu, kini meeting dadakan sudah usai. Zella meminta rancangan mekanisme kerja setiap bagian diserahkan di ruangannya paling lambat siang ini. Hal ini membuat semua kepala bagian dan divisi perencanaan segera kembali ke ruang kerja mereka setelah Zella keluar dari ruangan rapat.
"Theo, aku membutuhkan laporan kegiatan selama satu tahun terakhir ini." ucap Zella.
"Baik, Nona Zella." Theo pun segera menghubungi beberapa divisi yang bersangkutan untuk mengirimkan file laporan kegiatan ke alamat emailnya.
Kini seluruh karyawan di Perusahaan Hilton benar-benar sangat sibuk memenuhi segala permintaan Direktur barunya untuk sementara. Begitu juga dengan Theo yang menemani Zella mengecek beberapa laporan dan menelisik hal hal yang kurang pas.
Kekompakan Theo dan Zella membuahkan hasil yang luar biasa. Keganjalan yang tersembunyi dari beberapa laporan pengeluaran dana akhirnya terkuak satu persatu. Tepat saat istirahat makan siang, Zella dan Theo selesai mengecek seluruh laporan. Rancangan mekanisme kerja yang baru setiap bagian juga sudah terkumpul di ruangan Zella.
"Aku sangat terbantu denganmu, Theo. Kinerjamu sangat bagus dan sesuai dengan keinginanku." puji Zella.
"Saya hanya mencoba mengimbangi anda yang sangat luar biasa, Nona Zella. Dan hari ini saya banyak belajar dari anda." balas Theo menjawab pujian Zella.
"Anda ingin makan siang dimana, Nona Zella? Saya siap mengantarkan kemana pun anda mau." ucap Theo dan Zella langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak pernah keluar dari kantor jika hanya untuk makan siang. Aku akan makan di kantin saja." jawab Zella membuat Theo makin tercengang dan membelalakkan matanya.
"Tadi pagi saja Direktur Muda ini sudah membuat gencar seisi kantor, apa lagi jika Direktur Muda makan di kantin? Bisa hilang selera makan orang satu kantor." gumam Theo dalam hati.
__ADS_1
"Theo, apa kau tidak mau mengantarku ke kantin?" tanya Zella yang sudah berdiri di pintu membuat Theo tergagap.
"Saya akan mengantar anda, Nona." ucap Theo menyusul langkah Zella.