Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Sedikit Mengingatmu


__ADS_3

Setelah terdiam cukup lama, Zella akhirnya mendapatkan ide untuk menjawab pertanyaan Theo. "Aku akan menjawab pertanyaanmu dengan satu syarat, Theo. Bagaimana?" ucap Zella dan Theo pun mengangguk.


"Sebutkan satu syarat yang kau berikan Zella!" balas Theo.


"Mudah saja, katakan padaku kapan Tuan Geoffrey akan datang ke Berlin." pinta Zella dan Theo menyunggingkan senyumnya.


"Sepertinya Nona Muda ini sangat merindukan Tuanku Geoffrey ya," goda Theo sambil mencolek hidung Zella. "Kau pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya bukan?" tanya Theo sedikit meledek Zella.


"Cepat katakan padaku atau aku tidak akan menjawab pertanyaanmu." ancam Zella.


"Huuuuuh, ini pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab. Dia juga tidak memberi tahuku kapan tepatnya ia akan datang." jawab Theo.


Mendengar jawaban Theo membuat Zella kembali memutar otaknya. Theo benar-benar sangat sulit untuk membuka rahasia Tuannya. "Baiklah, Katakan padaku apa yang dia ucapkan padamu tentang kedatangannya ke Berlin." pinta Zella kemudian membuat Theo tak bisa berkutik.


Theo kini mulai kehilangan ide untuk menjawab pertanyaan Zella. "Begini Zella. Kau sudah tahu bukan kalau Tuan Geoffrey akan datang minggu depan?" tanya Theo dan Zella menganggukkan kepalanya. "Nah, kemungkinan bisa lebih cepat dari minggu depan."

__ADS_1


"Sudah aku jawab, sekarang katakan bagaimana perasaanmu, Zella." pinta Theo mantap.


"Emmm, Theo. Sepertinya aku harus kembali ke kamar." ucap Zella yang tidak ingin menjawab pertanyaan Theo.


Dengan cepat Theo menarik tangan Zella. "Jangan melarikan diri, Zella." ucap Theo menahan langkah Zella.


"Aku tidak melarikan diri Theo. Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu, bukan?" tanya Zella. "Kau tidak memenuhi syarat yang aku berikan, lagi pula jika aku mencintaimu, aku tidak mungkin menjadi pasanganmu bukan? Karena kau lebih memilih Tuan Geoffrey dari pada aku." ucap Zella dengan nada bicara yang tinggi hingga membuat Theo makin memegang lengan Zella lebih erat.


"Apa itu berarti, kau mencintaiku, Zella?" tanya Theo menatap Zella tajam.


"Tidak!!! Aku tidak mencintaimu, Theo. Aku hanya mencintai Leviku, Pahlevi Ainsley." ucao Zella kencang dan langsung mendorong tubuh Theo. Zella berlari masuk ke dalam Mansion, sedangkan Theo masih memandang ke arah Zella hingga tak terlihat punggung Zella.


Theo terduduk di taman dan memegang kepalanya. Penolakan dari Zella tidak membuatnya gusar sama sekali karena sikap, sorot mata dan bahasa tubuh Zella menyatakan bahwa Zella sangat mencintai dirinya.


"Pahlevi Ainsley," gumam Theo. "Kenapa rasanya nama itu sangat akrab ditelingaku?" tanya Theo dalam hati. "Aku benar-benar penasaran dengan masa lalu, Zella. Ia memang bukan wanita sembarangan, tapi kenapa aku benar-benar tak bisa jauh darinya." gumam Theo sambil terus terbayang paras cantik Zella dan ucapan Zella terus terngiang-ngiang di telinga Theo.

__ADS_1


"Grizelle Alexandria, haruskah aku mengkhianati Tuan Geoffrey demi bersanding denganmu?" tanya Theo pada dirinya sendiri.


Sedangkan Zella kini sedang merutuki dirinya sendiri. Seharusnya ini selangkah lebih dekat, mendapatkan Theo dan membawanya pulang ke Indonesia. Tapi mengingat kebaikan Tuan Geoffrey membuatnya tidak tega mengambil Theo begitu saja.


"Aku kini hanya mengandalkan takdir yang berpihak padaku. Theo bukanlah Levi ketika ingatannya masih belum kembali." gumam Zella. "Ayooo Zella, kamu pasti bisa membawa Levi pulang ke Indonesia." Zella berusaha menyemangati dirinya sendiri.


...***...


Malam ini, Zella memutuskan untuk makan malam di kamarnya. Theo pun kali ini tidak ingin mengganggu Zella sama sekali. Hingga larut malam, Zella benar-benar tidak keluar dari kamarnya. Sedangkan Theo kembali menikmati insomnianya di depan televisi.


Tak lama kemudian, ponsel Theo berdenting memunculkan notifikasi pesan dari Zella.


...Zella...


...Kita tetap berteman bukan? Masuklah ke kamarku, akunakan membantumu tertidur....

__ADS_1


Mendapat pesan dari Zella, membuat Theo bersemangat untuk masuk ke kamar Zella. Setidaknya untuk beristirahat karena besok ia harus mulai bekerja.


__ADS_2