
"Maya ada di Jerman? Mengapa aku tidak mengetahui keberadaannya sama sekali?" gumam Zella dalam hati.
Zella terus berfikir siapa teman yang sekiranya bisa membantunya dalam memecahkan masalah ini. Akhirnya ia menemukan nama pria yang Zella pastikan dapat membantunya.
"Rafe, ya Rafe pasti dapat membantuku." gumam Zella.
...***...
Di sisi lain, Rafe yang sudah siap menjenguk Zella tiba-tiba tersedak saat ia meneguk air mineral hingga matanya berair.
"Rafe, kamu kenapa sih sayang?" tanya Mami Maya. "Minumnya pelan-pelan dong." Mami Maya mengusap punggung Rafe. "Kamu lagi terburu-buru mau kemana sih?"
Rafe tidak menjawab pertanyaan Mami Maya dan hanya menggelengkan kepalanya. Setelah efek sedaknya hilang, Rafe mendapat panggilan dari temannya yang ada di Indonesia.
"Aku angkat telfon dulu ya, Mi. Thanks udah bantu." Rafe langsung menerima panggilan tersebut dan menjauh dari maminya.
Ternyata teman Rafe yang juga seorang mafia sudah menemukan informasi tentang Maya. Betapa terkejutnya Rafe, saat mengetahui bahwa Maya ternyata adalah narapidana yang melarikan diri sejak lima tahun yang lalu.
Rafe makin terkejut saat mengetahui bahwa Maya adalah mantan istri Green Alexio yang membunuh ibu kandung Zella. Teman Rafe akan mengirimkan beberapa bukti pada Rafe lewat SurEl tentang masa lalu Maya.
__ADS_1
Rafe berdiri memaku setelah mengetahui semuanya. Kali ini ia harus menyelamatkan Zella. Akhirnya Rafe berfikir keras karena saat ini ia berada dalam dilema.
"Rafe. Kemari, Nak." panggil Tuan Nico sambil melambaikan tangannya.
Rafe langsung menemui papinya. "Ada yang ingin papi bicarakan di ruang kerja."
Rafe kali ini menunda untuk menjenguk Zella dan memenuhi panggilan papinya.
Sampai di ruang kerja, Rafe langsung duduk berhadapan dengan papinya.
"Papi dengar permintaan mami tidak berjalan dengan baik. Wanita yang menjadi tujuan mami tidak celaka dan justru mencelakai orang lain. Apa benar begitu, Rafe?" selidik Tuan Nico dan Rafe menganggukkan kepalanya.
"Zella, wanita yang sangat aku cintai."
"Kumohon papi, hentikan semua ini. Aku benar-benar tidak mau wanita itu celaka." pinta Rafe sungguh - sungguh.
"Zella?" Tuan Nico mengerutkan keningnya. Ia kembali teringat enam tahun yang lalu, saat ia tertembak oleh musuh di sebuah parkiran Mall.
Ada seorang mahasiswi yang membantunya. Ia membalut luka di lengan Papi Nico dengan syalnya dan membawanya ke rumah sakit. Saat itu Zella memperkenalkan dirinya dengan nama Zella beserta nama panjangnya. Sejak saat itu Tuan Nico menganggap Zella sebagai malaikat kecilnya.
__ADS_1
"Jangan bilang kalau dia, Grizelle Alexandria." timpal Tuan Nico.
"Iya, apa papi mengenalnya?" tanya Rafe ketakutan. Ia takut jika Zella pernah berbuat salah oleh papinya karena ini akan membahayakan diri Zella.
"Jangan sakiti dia! Dia adalah malaikat kecil Papi." tukas Tuan Nico membuat Rafe menghela nafasnya lega.
Papi Nico langsung menceritakan pertemuannya dengan Zella enam tahun yang lalu membuat Rafe sangat lega mendengarnya.
"Rafe, selidiki segera kenapa Mami Maya meminta anak buahmu untuk mencelakai Zella!" perintah Tuan Nico.
"Sudah pi," jawab Rafe yang kemudian memperlihatkan kiriman dari temannya yang ada di Indonesia.
Tuan Nico hanya menyunggingkan senyumnya membuat Rafe bertanya-tanya.
"Zella memang malaikat kecilku, tapi Mami juga bidadari Papi." ucap Tuan Nico membuat Rafe sedikit ketakutan.
"Mami sudah menyayangi papa dengan segenap kasih sayangnya hingga papi kembali seperti sedia kala. Tidak sedikit pun mami mengeluh." kata kata Tuan Nico membuat Rafe menduga hal yang terburuk untuk Zella karena Tuan Nico terlihat begitu menyayangi Mami Maya.
"Papi tidak akan melukai Zella kan?" tanya Rafe yang menuntut jawaban secepatnya dari Tuan Nico.
__ADS_1