
Zella kembali berkutat dengan pekerjaannya hingga senja tiba. Besok adalah hari libur dan ada berbagai agenda yang sudah Zella rencanakan. Ternyata Levi juga sudah merencanakan sesuatu untuk akhir pekan mereka dan juga senagai permintaan maaf Levi pada istrinya.
"Sayang, aku ingin mengajakmu berlibur akhir pekan ini." ucap Levi saat keduanya sudah siap untuk pulang.
"Aku terlalu lelah, sepertinya aku hanya ingin beristirahat di Mansion saja." jawab Zella yang terdengar sangat datar.
Mendengar jawaban Zella membuat Levi harus berpikir keras bagaimana cara meminta maaf pada istrinya. Kini keduanya sudah berada di mobil dan masih dengan sama-sama terdiam.
Zella terus saja membuang mukanya ke luar jendela dan membuat Levi makin merasa bersalah. Sesampainya di Mansion, Zella juga masih saja diam dan langsung masuk ke kamarnya.
Akhirnya Levi keluar dari Mansion. Ia memutuskan untuk berbelanja dan pergi ke toko bunga. Malam ini ia akan membuat dinner romantis dengan istrinya. Setelah membeli beberapa bahan yang akan dia masak, ia pergi memilih bouquet bunga dan untuk hiasannya.
Sesampainya di Mansion, Levi langsung memasak dan menata meja makan dengan sangat indah memakai bunga-bunga yang ia beli. Setelah itu Levi baru membersihkan dirinya di kamar tamu dan mengganti pakaiannya.
Tepat pukul sembilan malam, ia masuk ke kamar istrinya. Kali ini Levi justru sangat terkejut melihat istrinya mengenakan lingerie warna hitam sedang duduk di depan meja rias dan mengikat rambut panjangnya tinggi ke atas hingga ia terlihat sangat cantik dan seksi.
Levi menelan ludahnya kasar dan berjalan ke arah istrinya. "Apa kau sedang menggodaku, sayang?" tanya Levi yang kini sudah berdiri di belakang Zella dan memegang bahunya.
__ADS_1
"Tidak." jawab Zella terdengar ketus.
"Ku mohon maafkan aku, sayang." pinta Levi tulus sambil memejamkan matanya, bersimpuh disamping Zella dan menggenggam tangan istrinya. Levi benar-benar tidak sanggup terus-menerus mendengar suara ketus istrinya.
Zella berbalik menghadap suaminya dan berbisik. "Selamat Ulang Tahun, suamiku sayang."
Bisikan lembut Zella membuat Levi meradang dan membuka matanya. Zella tersenyum sambil memberikan kue kecil yang sebelumnya ia sembunyikan di laci meja riasnya.
"Hari ini tepat pukul sekarang tiga puluh tahun yang lalu, Mama Karen melahirkan suami tersayangku ke dunia." ucap Zella sambil menyalakan lilin di ataa kuenya. "Aku selalu memimpikan merayakan ulang tahunmu, sayang. Dan setelah enam tahun terlewati mimpiku terkabul."
Levi langsung memegang tengkuk istrinya dan ******* bibir Zella dengan sangat rakus. Zella langsung mengimbangi permainan suaminya.
Levi menghentikan pagutannya dan menatap istrinya lekat-lekat. "Apa kau masih marah sayang?" tanya Levi dan Zella menggelengkan kepalanya.
"Siapa yang marah? Suamiku saja yang terlalu baper." jawab Zella dan Levi langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas tempat tidur.
Levi mendekatkan bibirnya lagi ke bibir Zella, sayangnya Zella langsung menahan bibir Levi dengan jari telunjuknya. "Apa kakak tidak menginginkan kado dariku?" tanya Zella membuat Levi menunda serangannya.
__ADS_1
Zella mengambil sesuatu di balik batalnya dan memberikan kotak kecil pada Levi. "Bukalah." pinta Zella dan Levi langsung membukanya.
Betapa bahagianya Levi saat melihat hasil testpack milik istrinya yang menandakan positif. Matanya kini berkaca-kaca dan menatap Zella.
"You will being a daddy." bisik Zella dan Levi langsung memeluk istrinya erat.
"Thanks Zellaku sayang. Aku benar-benar sangat bahagia malam ini. Ini adalah kado terindah dalam hidupku." ucap Levi yang kini tangannya mengusap usap perut istrinya.
"Daddy akan menjengukmu calon baby." ucap Levi berbisik di perut istrinya.
"Kau tahu sayang, my make a wish come true so fast." bisik Levi.
"Istriku sekarang sudah pintar ya membuat orang jantungan." ucap Levi menoel hidung Zella.
Zella hanya terkekeh dan mengusap kepala suaminya. "Aku sangat bahagia, kak." ucap Zella
"Aku juga sangat bahagia malam ini sayang. Aku sangat mencintaimu, Zella." ucap Levi sambil mencium bibir Zella.
__ADS_1