
Setelah Zella terdiam lama di belakang Renata, ia pun memanggil Renata dan menanyakan susu hamilnya.
"Aunty Renata," panggil Zella membuat Renata terkejut. "Apa masih lama?" tanya Zella dan Renata langsung berbalik dengan membawa susu hamil Zella.
"Sudah siap sayang. Kau pasti sudah haus bukan?" Renata langsung menyodorkannya pada Zella dan Zella menggelengkan kepalanya.
"Maaf aunty, tiba-tiba aku sangat mual dan tidak menginginkan susu hangat." ucap Zella yang kali ini benar-benar mual saat mencium aroma susu hamilnya.
"Tapi Zella, aku sudah membuatkannya untukmu. Susu hangat juga bisa mengurangi mualmu." Renata terus mendesak Zella meminum susu dan menyodorkan ke Zella.
Kali ini Renata benar-benar tidak ingin misinya gagal karena kesuksesannya sudah ada di depan mata. Setidaknya sedikit saja Zella minum, maka bukan hanya perutnya yang sakit tapi ia juga akan keguguran.
Hoooeeeekkk!!! Zella kini benar-benar muntah dan mengeluarkan isi perutnya hingga mengenai short dress yang digunakan Renata dan mengalir ke kaki mulus Renata. Tidak hanya itu muntahan Zella juga masuk ke dalam gelas susu yang masih dipegang Renata.
"Ieyuuuuh Zellaaaaa." pekik Renata jijik.
__ADS_1
"Maafkan aku Aunty, aku benar-benar tidak sengaja." ucap Zella.
Mendengar kegaduhan di pantry membuat Levi dan Papa Green menuju ke pantry dan melihat apa yang sudah terjadi. Melihat istrinya muntah, Levi langsung meminta Zella segera beristirahat.
"Bagaimana denganku?" tanya Renata saat Levi terlihat hanya memperhatikan Zella.
"Aunty ikut saja ke kamarku. Aku akan meminjamkan dress untuk mengganti dress aunty yang terkena muntahanku. Aunty juga bisa mandi di kamarku." Tawar Zella.
Levi langsung menatap kesal ke arah istrinya. "Biarkan dia di kamar tamu, aku tidak setuju jika dia masuk ke dalam kamar kita." tukas Levi kesal. "Kau juga harus istirahat, sayang."
"Kaaaak, aku yang menyebabkan dia begini. Aku akan segera beristirahat saat Aunty sudah mengganti bajunya." pinta Zella sambil mengedipkan matanya.
Sesampainya di kamar Zella, Renata langsung mengedarkan pandangnya ke setiap sisi kamar. Saat pandangannya tertumpu dibatas ranjang, ia mulai membayangkan bagaimana Levi membuat Zella mend*s*h di atas sana.
"Ini handuk dan dressnya, Aunty. Kau bisa segera membersihkan dirimu."
__ADS_1
Renata menerima handuk dan dress Zella dan segera masuk ke kamar mandi.
"Huft, harusnya Zella sudah sekarat sekarang setelah minum susu buatanku." gerutu Renata sambul membuka dress yang terkena muntahan Zella.
"Benar-benar menjijikkan." Renata melempar dressnya ke ujung kamar mandi dan mengguyurnya dengan air.
"Aku harus bermain cantik kali ini dan juga cekatan karena waktunya tidak lama." gumam Renata sambil memikirkan cara berikutnya untuk mencelakai Zella.
"Yaps, aku ada ide." ujar Renata tersenyum dan segera membersihkan dirinya.
Sedangkan Zella kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lily yang masuk ke dalam kamar Zella langsung membaluri tubuh Zella menggunakan minyak angin.
"Apa yang kau rencanakan sebenarnya, Zella? Kenapa kau membiarkan Renata masuk ke dalam kamarmu?" tanya Lily.
"Bukan aku kak, tapi dia yang merencanakan sesuatu." jawab Zella yang kemudian menceritakan tentang kejadian di Pantry tadi.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak laporin aja sama Levi atau Azel? Buktinya juga udah nyata kan Zella." timpal Lily kesal setelah mendengar cerita Zella dan Zella justru memperbolehkan Renata masuk ke dalam kamarnya.
"Sekarang aku yang merencanakan sesuatu untuk Renata. Tetaplah lah disini dan bantu aku kali ini, Kak. Aku yakin dia akan merencanakan sesuatu yang baru juga di kamar mandi." tukas Zella dan Lily pun siap membantu.