Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Richard - Steffy


__ADS_3

Richard kini sudah sampai di roof top, berjalan ke arah Steffy yang sudah menunggunya dan memeluknya dari belakang.


"Entah mengapa kini aku begitu merindukanmu, Steffy." bisik Richard tepat di telinga Dokter Steffy.


"Bagaimana dinnernya? Apa kau suka?" tanya Steffy yang merasa sangat cemburu melihat Richard dinner dengan Zella meskipun merrka berdua tidak terlihat melakukan sesuatu di luar batas dan kewajaran mereka. Just eat and back.


"Bagaimana jika aku katakan padamu dinner kali ini dengan Zella membuatku selalu memikirkanmu? Apa kau percaya?"


"Tentu saja tidak. Bukankah kau sangat mendambakan dinner bersama Zella sejak dulu? Bahkan kau juga berjuang hidup saat Zella hanya menjanjikan akan dinner denganmu." tukas Steffy panjang lebar.


Richard membalikkan tubuh Steffy dan memegang dagunya. "Kali ini kau memang berkata benar. Tapi yang perlu kau tau, Steffy. Perasaan itu kini teralih padamu. Aku mencintaimu, Dokter Steffy." ucap Richard yang kemudian langsung menautkan bibirnya pada bibir Steffy.


Steffy pun membalas pagutan Richard, lelaki yang sudah membuatnya berdebar-debar saat ia berulang kali harus bertemu dengan Richard, merawatnya saat sakit dan membuat dirinya akan menyerahkan seluruh hidupnya pada lelaki yang sudah mencuri hatinya.


Flashback ON


Pagi ini, Steffy kembali harus membersihkan tubuh pasien yang merupakan tanggung jawabnya. Sudah satu bulan Steffy menjaga dan merawat Richard dengan sangat baik hingga kini Richard sudah mulai pulih.

__ADS_1


Hanya saja satu hal yang membuat ujian terberat bagi Steffy adalah, sejak pertama Steffy mulai membersihkan tubuh atletis Richard menggunakan washlap, Steffy mulai menelan ludahnya kasar. Terlebih saat ia sedang membersihkan tubuh Richard, senjatanya selalu ON dan membuat fikiran Steffy travelling kemana-mana.


"Pagi Tuan Richard, waktunya anda membersihkan diri." sapa Dokter Steffy yang sudah membawakan Richard air hangat, washlap, dan juga handuk kecil.


"Baik, Dokter. Saya juga sudah siap." balas Richard yang baru saja menyelesaikan sarapannya.


Seperti biasa, Steffy mulai mengelap tubuh Richard dengan air hangat. Tapi kali ini ia tidak membuka celana Richard karena Richard sudah bisa berjalan ke kamar mandi.


"Sudah selesai Tuan Richard. Sekarang kau bisa memakai baju yang sudah disediakan." ucap Steffy sambil membereskan peralatan mandinya.


"Belum selesai. Anda belum membantu saya membersihkan yang ini." balas Richard menunjukkan bagian tubuhnya dari paras pinggang ke bawah.


Richard langsung duduk dan berusaha turun dari tempat tidurnya. "Kalau begitu, Dokter harus menemani saya membersihkannya di kamar mandi." ucap Richard sambil merengkuh pinggang Steffy dan pergi ke kamar mandi.


Steffy kembali harus berurusan dengan benda tumpul tapi sangat tajam yaitu senjata milik Richard yang selalu saja Turn ON ketika ia membersihkannya. Dan itu benar-benar menguji kesabarannya sebagai dokter jaga Richard selama ini.


"Setelah aku sembuh nanti, anda harus bertanggung jawab dengan apa yang anda lakukan selama satu bulan ini menjaga saya." bisik Richard tepat di telinga Dokter Steffy.

__ADS_1


"Apa maksud anda Tuan?" tanya Dokter Steffy yang sudah selesai membantu Richard mengancingkan bajunya.


"Selama ini hanya kau satu-satunya wanita yang sudah melihat seluk beluk tubuhku. Jadi kau harus bertanggung jawab jika tubuhku nantinya rindu untuk selalu kau sentuh dokter." jawab Richard yang kemudian memberanikan dirinya menarik tengkuk leher Dokter Steffy dan mencium bibirnya dengan perlahan tapi ganas.


Sejak saat itu, keduanya saling terikat dalam hubungan yang belum memiliki status yang jelas.


Flashback OFF


Richard melepas pagutannya dan menatap Dokter Steffy secara intens.


"Will you marry me, be my wife and mother to my children later?" tanya Richard pada Dokter Steffy.


"Yes, I will." ucap Dokter Steffy.


Richard pun langsung merogoh saku celananya dan mempersembahkan sebuah cincin yang sangat indah untuk Dokter Steffy. Mata Dokter Steffy langsung berbinar melihat persembahan Richard, terlebih saat Richard memakaikan cincin di jari manisnya.


"I love you so much, Richard."

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu, Steffy."


Kini keduanya kembali pulang ke apartemen dan menghabiskan malam berdua.


__ADS_2