Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Back to Bedroom


__ADS_3

Levi kini bagaikan pangeran yang turun dari tangga dan di nanti nantikan oleh penggemarnya. Semua orang yang berkumpul di ruang tamu benar-benar ingin menyapa Levi dan bercengkrama dengannya.


Merasa diperhatikan oleh semuanya, mau tidak mau Levi harus menahan rasa laparnya dan menyalami anggota keluarganya satu persatu. Semua bergantian memeluk Levi dengan mata berkaca-kaca. Mereka benar-benar tidak menyangka keajaiban hadir di tengah keluarga mereka.


Granpa juga tampak sangat bahagia memeluk Levi dengan sangat erat. "Kau pasti lapar, cucu menantu. Makanlah." ucap Granpa dan mengamit lengan Levi tanpa menghiraukan anggota keluarga yang lain yang juga sangat ingin bercengkrama dengan Levi.


"Dimana Zella?" tanya Granpa yang tidak melihat Zella keluar dari kamarnya.


"Aku ingin membawakan makanan untuk Zella ke atas, Granpa." jawab Levi membuat Prisilla langsung mendekati kakaknya dan protes.


"Apa Kak Levi sudah tidak merindukan aku dan yang lainnya?" protes Silla kesal. Sebagai adik perempuan, Silla juga sangat merindukan kakaknya. Tetapi kakaknya justru hanya merindukan Zella.


Levi langsung berbalik dan mencubit hidung adik perempuannya. "Siapa yang dulu selalu mengambil alih Zella hingga sekarang aku kalah langkah dengan kalian semua?" tanya Levi sambil mengingatkan Prisilla yang dulu sering mengacaukan kebersamaan Levi dan Zella untuk segera memiliki baby.


Prisilla hanya tersenyum, dan kali ini ia harus mengalah karena memang yang saat ini paling dibutuhkan kakaknya adalah Zella.

__ADS_1


Maid di Mansion Papa Green langsung menyiapkan makanan untuk Levi dan Zella dan membawanya ke kamar. Melihat Levi kembali ke kamar Zella membuat semua anggota keluarganya yang tadinya berkumpul di ruang tamu jadi bubar dan masuk ke kamar masing-masing.


"Nay sayang, sepertinya Collin sudah mengantuk. Bagaimana jika kita tidurkan di kamar sambil menyiapkan adek untuk Collin?" ucap Om Bayu sambil merengkuh pinggang istrinya.


"Idiiiiih, kayaknya ada yang gak mau kalah nie ama pengantin baru. Kejat target teruuus, Om." ledek Leon dan Om Bayu hanya melambaikan tangannya sambil mengajak istri dan anaknya ke kamar.


Sedangkan kak Azel langsung membuntuti kak Lily yang menggendong Tristan menuju ke kamarnya.


"Laaaah, Bang Azel mau ikutan jugaaaa?" tanya Leon dan Azel hanya tersenyum.


"Diiiiih, alesaaaan." gerutu Leon. "Bryan ngantuk gak sayang?" tanya Leon pada anaknya dan Bryan langsung menggelengkan kepalanya.


"Biyan gak ngantuk papa, tapi Biyan mau beyenang." jawab Bryan sambil menarik tangan Leon menuju ke kolam renang.


"Aduuuuh, bobok aja yuuuk. Tuuuh, Collin ama Tristan juga udah pada bobok looooh." rayu Leon yang juga ingin seperti yang lain.

__ADS_1


"Udah, temenin aja Bryan berenang. Biar bobo nyenyak habis berenang." ucap Silla sambil mengganti pakaian Bryan dengan baju renang.


Melihat istrinya tidak mendukung rayuan Leon pada Bryan, membuat Leon menatap kesal pada Silla.


"Emang Silla gak pingin bikin adik buat Bryan?" tanya Leon sambil menaik turunkan alisnya mencoba merayu istrinya.


Belum sempat Silla menjawab, Granpa dan Granny sudah bergandengan tangan dan berjalan melewati mereka menuju ke kamarnya.


Leon langsung mengerutkan dahinya dan menatap ke arah Silla.


"Yaaaaah, masa kita kalah sih ama Granpa dan Granny, sayang." gerutu Leon yang tangannya sudah ditarik oleh Bryan.


"Udaaah deeh. Kita temenin Bryan berenang dulu." jawab Silla sambil berjalan ke kolam renang.


Mama Karen hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah menantu dan putrinya. Akhirnya Leon harus mengalah demi keinginan putranya. Mama Karen pun ke pantry untuk membuat menu makanan khusus untuk putranya dan juga yang lain.

__ADS_1


Sedangkan Papa Green kembali ke ruang kerjanya untuk mengecek beberapa pekerjaan di kantor secara online.


__ADS_2