Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Meet Doctor


__ADS_3

Pagi harinya Renata membuka matanya tepat saat sinar matahari masuk melewati celah jendela kamarnya. Matanya membulat sempurna saat ia melihat Tom sudah siap dengan pakaian kerjanya.


"Sayang, hari ini kau bekerja?" tanya Renata. "Bukankah kita sedang berbulan madu?"


"Aku harus bekerja hari ini." jawab Tom terdengar ketus di telinga Renata. "Zella memberikan tiket satu malam di sini. Segera lah mandi, aku akan memesankan taksi untuk membawamu pulang nanti." jelas Tom sambil berlalu meninggalkan Renata.


Renata langsung mengernyitkan dahinya heran, "Baru kali ini lelaki itu terlihat mengacuhkanku." gumam Renata.


"Apa Tom masih marah dengan ucapanku kemarin ya?"


"Atau jangan jangan dia kesal denganku karena aku melewatkan malam pertama kita?"


Renata bertanya tanya dengan dirinya sendiri sambil menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Tom langsung mengemudikan mobilnya menuju Mansion Utama. Kali ini ingin menemui Levi, Zella dan juga Azel. Tepat saat Tom tiba di Mansion Utama, Zella dan Levi baru menyelesaikan sarapan mereka.


"Guten Morgen, Uncle. Apa yang membawamu kemari sepagi ini? Dimana istrimu?" sapa Zella yang tidak melihat Renata bersama dengan uncle Tom.


"Dia masih ada di Hotel. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan pada Kalian." ucap Tom.


"Tapi aku sudah ada janji dengan Zella untuk membawanya ke dokter kandungan." jawab Levi.


"Benar, Uncle. Bagaimana jika kita bertemu saat makan malam nanti? Aku juga akan menghadiri pernikahan kolega bisnis kami siang ini." tukas Zella yang sebenarnya sudah mengetahui alasan kedatangan pamannya.


"Baiklah, aku akan datang lagi nanti malam sekalian menyerahkan kunci rumah. Mobilnya akan aku kembalikan besok jika kau tidak keberatan Zella." ucap Uncle Tom.


"Okey, Uncle." jawab Zella singkat.


"Kalau begitu aku permisi dulu." Tom berbalik dan segera meninggalkan Mansion Utama.


Melihat kepergian Uncle Tom, Zella sedikit merasa iba. "Aku tahu, Uncle Tom pasti dikecewakan lagi oleh seorang wanita. Tapi aku akan pastikan bahwa Renata tidak akan mengecewakan dia." ucap Zella pada Levi.


"Hemmm, istriku ini sepertinya makin hari makin menakjubkan ya. Banyak hal sangat mencengangkan, but I always proud of you, baby."


Cup! Kecupan mesra Levi mendarat di bibir Zella. "Kita harus segera ke dokter untuk mengecek kandunganmu. Aku benar-benar tidak sabar untuk melihat perkembangan Levi junior."

__ADS_1


Levi membukakan pintu mobil untuk Zella dan Zella langsung masuk ke dalam mobil.


"Bagaimana jika yang ada di perutku ini bukan Levi Junior, melainkan Zella junior?" tanya Zella saat Levi mulai mengemudikan mobilnya.


"Itu sangat menyenangkan bagiku sayang. Kau tahu kenapa?" tanya Levi dan Zella langsung menggelengkan kepalanya.


"Karena aku akan makin bersemangat untuk membuat bayi denganmu, sampai kita punya Levi junior. Tapi jangan khawatir sayang, apapun anak kita nanti, aku akan tetap menyayanginya seperti aku menyayangimu." jelas Levi sambil mengusap kepala istrinya.


Keduanya kini sudah sampai di salah satu rumah sakit ibu dan anak. Zella dan Levi langsung menuju ke ruang praktik Dokter Brianna, spesialis kandungan. Dokter Brianna adalah kakak dari Dokter Brian, dokter pribadi Zella yang juga merupakan teman dekat Zella.


"Good Morning, My Lovely Grizelle. Nice to meet you today." sapa Dokter Brianna sambil memeluk Zella.


"Nice to meet you, doctor. Kenalkan ini Levi, suamiku." ucap Zella memperkenalkan Levi pada Dokter Brianna.


"Hai Levi, aku Dokter Brianna. Mantan calon kakak ipar Zella." gurau Dokter Brianna sambil menjabat tangan Levi.


Levi membalas jabatan tangan Dokter Brianna sambil tersenyum. "Levi."


"Aku dulu sangat menginginkan Zella menjadi adik iparku dan bersanding dengan Brian. Sayangnya Zella begitu setia menantikanmu, Levi." ucap Dokter Brianna sambil mulai mengecek tekanan darah Zella.


"Awas saja jika kau nanti menyakiti Zella, maka aku sendiri yang akan merebut Zella dari tanganmu dan menikahkannya dengan adikku." ancam Dokter Brianna.


"Oke, aku pegang janjimu." balas Dokter Brianna. "Zella tekanan darahmu bagus, sekarang berbaringlah. Kau pasti sudah penasaran bukan dengan calon baby." tukas Dokter Brianna dan Zella langsung naik ke atas ranjang.


Dokter Brianna segera memberikan gel di perut Zella dan mulai melihat ke arah komputer untuk melihat hasil USGnya.


"Woooow, congratulations Zella. You have twin fetus." ucap Dokter Brianna membuat Zella dan Levi merasa sangat bahagia.


Bukan cuma mereka berdua, Dokter Brianna pun turut bahagia dengan kehamilan Zella. "Aku akan memberi kabar pada Brian tentang kehamilanmu." ucap Dokter Brianna sambil membantu Zella duduk.


"Thanks a lot Dokter. Sampaikan salamku pada Dokter Brian. Berkunjunglah ke Mansion, aku merindukan Sabrinna, putri kecilmu." ucap Zella.


"Aku akan membawanya nanti ke Mansionmu, dia juga merindukanmu Zella. Oh iya, apa kau merasa mual di pagi hari?" tanya Dokter Brianna sambil menuliskan resep untuk Zella.


"Tidak, aku merasa baik-baik saja meskipun sedang hamil." jawab Zella.

__ADS_1


"Baby Twin sepertinya akan menjadi baby yang tangguh sepertimu, Zella." puji Dokter Brianna. "Baiklah, ini resep vitamin untukmu. Jaga kesehatan dan langsung mengabariku jika ada apa-apa. Levi, jaga Zellaku baik-baik. Pastikan dia makan tepat pada waktunya."


"Oke, Dokter Brianna. Terima kasih banyak." ucap Levi.


"Oh iya, satu lagi yang harus kalian ingat. Jangan sering melakukan hubungan suami istri di trimester pertama kehamilan Zella. Karena dinding rahimnya belum terlalu kuat. Kalian bisa membaca ini untuk membantu kalian memahami bagaimana cara berhubungan dengan baik." jelas Dokter Brianna sambil memberikan buku kecil untuk Levi dan Zella.


"Hemmm, ini pesan yang cukup berat." celetuk Levi membuat Zella langsung memukul lengan suaminya.


"Kak Levi ngaco ih." Zella menerima buku panduan dari Dokter Brianna dan menyimpannya di dalam tas. "Sekali lagi terima kasih banyak dokter. Kalau begitu kami pamit."


Kini Levi dan Zella undur diri dari ruangan Dokter Brianna.


Levi langsung memeluk Zella dengan sangat posesif hingga Zella merasa tidak enak dengan pandangan orang-orang di koridor rumah sakit.


"Sayang, bisa kau longgarkan sedikit pelukanmu?" pinta Zella.


"Kenapa memangnya? Kau malu?" tanya Levi dan Zella mengangguk.


Bukan melonggarkan pelukannya, Levi justru menggendong tubuh Zella ala Bridal Style. Zella langsung menyembunyikan wajahnya ke dada Levi.


"Kau membuatku semakin malu, sayang." rengek Zella yang tidak dipedulikan oleh Levi.


Sesampainya di mobil, Zella langsung mencubit pinggang suaminya.


"Awh, sayang. Sakiiit." pekik Levi.


"Kak Levi duluan yang nakal." balas Zella dengan wajah cemberut.


Melihat istrinya yang cemberut membuat Levi menarik dagu Zella dan mengecup bibir Zella. "Aku suka gaya cemberutmu, sayang. Kau semakin terlihat cantik." puji Levi.


Zella yang mendapat kecupan singkat dari Levi justru mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan membalas ciuman Levi. Kini pagutan mereka saling berbalas hingga Zella hampir kehabisan nafas.


"Aku akan membawamu ke suatu tempat." ucap Levi setelah melepaskan pagutannya. Levi segera mengendarai mobilnya keluar dari gerbang rumah sakit.


"Kemana?" tanya Zella.

__ADS_1


"Emmmh, tempat khusus untuk menerkam istriku." bisik Levi membuat Zella meremang.


Zella langsung membuang mukanya sambil mengulum senyumnya. Entah kenapa di kehamilannya saat ini, ia sangat ingin terus berada di dekat Levi dan menginginkan cumbuan suaminya.


__ADS_2