Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Misi Pertama


__ADS_3

Pagutan antara Tom dan Reny pun menutut ke hal yang lebih. Tom segera melepaskan ciumannya, "Bagaimana jika kita kembali ke hotel?" tanya uncle Tom yang sudah tidak dapat menahan hasratnya.


"Untuk apa melakukannya di Hotel, jika kita dapat menuntaskannya di sini." jawab Reny sambil menarik tangan Tom dan memesan Club Room di sana.


Sesampainya di ruangan khusus, Tom langsung melepaskan dress milik Reny dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


"Sayang, berjanjilah padaku untuk menjadi CEO GA Corporation." pinta Reny saat Tom mulai mencumbunya.


"Tentu saja sayang, bahkan jika Zella tidak memberikannya, aku siap untuk menghabisinya." jawab Tom membuat Reny tersenyum lebar.


Usahanya untuk menghancurkan Zella sudah ada di depan mata. Malam ini Reny benar-benar menyerahkan tubuhnya dinikmati oleh Tom, lelaki setengah tua yang sebenarnya bukanlah tipe Reny sama sekali.


Tapi permainan bibir dan lidah Tom di dada Reny membuatnya mabuk kepayang. Reny justru meminta Tom untuk tetap bermain di area sensitifnya dengan meremas rambut milik Tom dan menekan kepalanya di dadanya. Tidak hanya itu Reny juga membusungkan dadanya membuat Tom makin ganas melahapnya.


Di lain sisi, Levi dan Roy yang mendengarkan permainan panas mereka juga ikut panas dingin.


"Roy, sepertinya aku teramat lelah hari ini. Aku harus segera beristirahat." ucap Levi melepaskan headsetnya dan memberikan pada Roy.


"Eh, baik Tuan." ucap Roy yang sudah tidak karuan sejak mendengarkan lenguhan dan erangan Reny.

__ADS_1


"Segeralah menikah, agar fikiranmu tidak kemana-mana." ucap Levi menepuk bahu Roy.


Roy hanya mengangguk dan terus mendengarkan pergulatan panas dua orang itu. Sedangkan Levi langsung tancap gas kembali ke hotel untuk segera menemui Zella.


Saat mobil Levi berhenti di lampu merah, ia melihat seorang wanita yang dikejar oleh dua orang lelaki. Wanita tersebut berlari ke arah mobil Levi dan mengetuk kaca mobilnya untuk meminta tolong.


"Dokter Steffy," pekik Levi terkejut dan membuka kunci pintu mobilnya. Steffy langsung masuk ke dalam mobil Levi dan Levi segera menjalankan mobilnya.


"Terima kasih Theo, kau sudah menolongku." ucap Dokter Steffy lega.


"Aku bukan Theo." jawab Levi tegas. "Kau mau pulang kemana?"


Levi menghela nafasnya kasar. Saat ini dia sedang membutuhkan Zella, tapi ia tidak mungkin membawa Steffy bersama dengannya. Levi menoleh ke arah Steffy, dilihatnya Steffy sudah tertidur pulas.


Akhirnya Levi membawa Dokter Steffy ke Mansion milik Geoffrey dan meminta satpam untuk mengangkat Steffy ke kamar tamu.


"Tuan, Dokter Steffy demam." ucap satpam tersebut saat memegang kening Dokter Steffy.


Levi mengusap wajahnya kasar. "Tolong kau jaga Dokter Steffy, aku titip padamu." Levi mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyerahkan kepada satpam tersebut.

__ADS_1


"Kau cari obat demam dan kompres saja dia. Kabari aku jika ada apa-apa." ucap Levi meninggalkan satpam mansion Geoffrey.


Kini Levi sudah dalam perjalanan menuju Hotel. Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera menuju kamar yang sudah dipesannya. Ia memencet tombol lantai dimana kamar Zella berada.


Pintu lift pun tertutup, tapi kemudian langsung terbuka. Terlihat Renata berdiri tegak di hadapan Levi.


"Levi." pekik Renata dalam hati. "Leviku masih hidup?" tanyanya lagi dalam hati dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift dan berdiri tepat di samping Levi.


Renata menyipitkan matanya saat melihat tombol angka yang dituju Levi sama persis dengannya.


"Levi," panggil Renata. "Apa kabar?"


Levi menoleh ke arah Renata dan mengernyitkan dahinya. "Apa kita saling kenal?" tanya Levi datar.


Saat pintu lift terbuka, Levi langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sedangkan Renata langsung menarik bibirnya dan tersenyum.


"Hemmm, sepertinya Cinta Lama Belum Selesai. Aku akan segera mendapatkanmu, Levi. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." ucap Renata senang.


Setelah ia meninggalkan Tom yang kelelahan menggempurnya di HotClub, ia pastikan hari esok akan dapat menaklukkan Levi, pujaan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2