
Pagi Hari di München
Seperti biasanya setelah bangun pagi, Zella menyempatkan dirinya untuk lari pagi. Beberapa hari di Berlin, Zella tidak pernah melakukan rutinitas lari paginya karena pekerjaan di Perusahaan Hilton benar-benar menguras tenaga dan fikirannya. Terlebih Zella harus fokus mengejar Levi agar ingatannya cepat kembali dan ia dapat membawanya pulang ke Indonesia.
Zella tidak sempat mengecek ponselnya sama sekali karena ia sudah tidak sabar ingin menghirup udara pagi. Sampai di teras Mansion, dilihatnya Granpa yang sedang menghirup udara segar di halaman ditemani oleh Granny.
"Guten Morgen, Granpa. Bagaimana keadaanmu pagi ini?" tanya Zella sambil melakukan pemanasan sebelum berlari.
"Sudah jauh lebih baik dari pada kemarin Zella." jawab Granpa yang memang terlihat lebih segar pagi ini.
"Woooow, it's amazing. Aku rasa memang kembali ke Indonesia adalah obat untuk Granpa. Aku yakin Kak Azel akan memesankan tiketnya segera." ucap Zella sambil bersiap-siap untuk lari.
"Aku pergi dulu yaaa." Zella melambaikan tangannya ke arah Granpa dan Granny.
__ADS_1
......***......
Sekitar hampir dua jam Zella meninggalkan Mansion, kini Zella sudah kembali tepat saat Azel selesai memesankan tiket penerbangan untuk kembali ke Indonesia.
"Zella, tidak apa-apa bukan jika kita kembali ke Indonesia tanpa membawa Levimu?" tanya Azel mengingat Zella hanya ingin kembali ke Indonesia bersama suaminya.
"It's okay, Kak. Lagipula Tuan Geoffrey sudah mengizinkan Kak Levi kembali padaku besok lusa." jawab Zella.
"Oh Iya, bukan lusa melainkan besok dan aku sudah tidak ada disini." ucap Zella sambil menepuk dahinya. "Aku harus segera menghubungi Tuan Geoffrey untuk menunda keberangkatan Theo ke München, besok pagi." gumam Zella yang masih terdengar oleh Azel.
Zella pun kembali ke bawah dan menelfon Perusahaan Hilton menggunakan telefon di Mansion. Saat panggilannya tersambung, suara Vanya yang terdengar menerima panggilan dari Zella.
..."Hallo, dengan Perusahaan Hilton. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Vanya dengan suaranya yang khas. ...
__ADS_1
..."Hallo Vanya, apa kau tiba tepat waktu?" tanya Zella yang langsung mengenali suara sekretarisnya....
......"Tentu saja, Direktur Zella. Apa anda ada keperluan dengan Tuan Geoffrey?" tanya Vanya.......
......"Tepat sekali, tolong hubungkan panggilanku ke ruangannya." perintah Zella dan Vanya segera menghubungkan ke ruangan Tuan Geoffrey.......
......"Hallo Nona Zella. Apa ada yang nisa aku bantu?" tanya Geoffrey.......
..."Hari ini aku akan kembali ke Indonesia bersama Granpa dan Granny. Jadi tunda saja keberangkatan Theo ke München besok pagi. Nanti aku akan mengabari anda kapan aku kembali." jelas Zella....
Mendengar Zella hendak kembali ke Indonesia, membuat Geoffrey tidak memberi tahu Zella bahwa Theo mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit. Geoffrey tidak ingin membuat Zella khawatir dan menunda keberangkatannya ke Indonesia.
..."Baik Nona Zella. Semoga perjalanan anda lancar. Segera beri kabar kapan anda kembali ke Jerman." ucap Geoffrey dan Zella kemudian mengakhiri panggilannya....
__ADS_1
Setelah panggilan terputus, Zella segera menuju ke kamarnya dan mempersiapkan apa saja yang akan ia bawa. Setelah semuanya sudah siap dikemas, lagi lagi Zella belum mengecek ponselnya karena Azel mengajaknya untuk membeli oleh oleh untuk mereka bawa.
"Zella, ayo kita harus segera pergi. Waktu kita sangat berharga hari ini." ajak Azel dan Zella segera mengambil tasnya dan langsung mengikuti langkah Azel tanpa membawa ponselnya.