Mengejar Pelangi

Mengejar Pelangi
Double Date


__ADS_3

Zella dan Levi langsung mencari tempat yang sudah dipesan oleh Geoffrey. Dari kejauhan Geoffrey dan Vanya juga tampak sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Apa kabar Tuan Pahlevi Ainsley." ucap Geoffrey yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya pada Levi.


Levi membalas uluran tangan Geoffrey, "Sangat baik, Tuan." jawab Levi sambil tersenyum. "Panggil saja Levi, bukankah aku mantan asisten anda, Tuan?"


"Oh, baiklah. Hai Nona Zella. Kami turut berduka cita atas meninggalnya Granpa dan Granny." ucap Geoffrey.


"Terima kasih, Tuan. Emmmh, sepertinya aku akan mendengar kabar gembira hari ini." jawab Zella sambil melirik ke arah Vanya yang tampak sedikit kikuk berada di tengah pemilik perusahaan besar.


Zella duduk tepat di hadapan Vanya. "Bagaimana kabarmu, Vanya?" tanya Zella.


"Baik Nona," jawab Vanya yang terdengar sangat canggung.

__ADS_1


"Ayolah Vanya, disini kita adalah teman. Jangan canggung seperti ini." ucap Zella sambil mengusap bahu Vanya. "Bukankah kau juga akan menjadi Nyonya Geo sebentar lagi?" tanya Zella to the point membuat rona wajah Vanya langsung memerah menahan malu.


"Waaaah, ternyata selain pandai mengurus perusahaan, Nyonya Ainsley juga sangat tepat dalam menebak rencana masa depan kami." ucap Geoffrey sambil memegang tangan Vanya.


Akhirnya makan siang mereka kali ini memang untuk mengundang Levi dan Zella untuk menghadiri acara pernikahan Geoffrey dan Vanya. Bukan main senangnya hati Zella mendengar kabar tersebut. Vanya juga secara resmi mengundurkan dirinya dari perusahaan Zella dan tentu saja Zella menerima dengan senang hati.


"Maafkan saya Nona Zella, harus mengundurkan diri dari perusahaan anda." ucap Vanya.


"It's okey, Vanya. Terima kasih banyak sudah banyak membantuku selama ini." jawab Zella. "Sudahlah, tidak perlu canggung lagi. Bukankah sekarang kita rekan bisnis dan teman dekat?" Zella mengulurkan kelingkingnya yang langsung bertaut dengan kelingking Zella.


"Call me just -Zella-." ucap Zella yang sudah tidak ingin dipanggil Nona oleh Vanya.


Meski kelu lidah Vanya karena belum terbiasa, tapi ia mencoba memanggil mantan bosnya tanpa embel embel Nona lagi. "Baiklah Zella." jawab Vanya.

__ADS_1


"Good answer." ucap Zella.


Selesai makan siang, Zella dan Levi langsung kembali ke Kantor. Tepat saat keluar dari Restoran, Levi melihat punggung Uncle Tom yang sedang berpegangan tangan dengan seorang wanita. Levi langsung memberi kode pada Zella untuk melihat ke arah Uncle Tom.


"Baru kali ini aku melihat Uncle Tom bersama seorang wanita. Biasanya dia selalu dingin dan sama sekali tidak memikirkan tentang wanita." ucap Zella yang sangat mengenal adik angkat dari papa Green.


Tom Gilbert adalah adik angkat Papa Green yang ditemukan oleh Granpa karena tabrak lari saat sedang menyebrang jalan. Tom ternyata hidup sebatang kara setelah ditinggalkan istrinya karena tidak memiliki apa-apa. Saat ini usianya baru menginjak 45 tahun, setelah ditinggalkan istrinya ia tidak pernah sedikit pun terlihat bersama seorang wanita.


Tom menjadi kepercayaan Zella sejak lima tahun yang lalu saat Zella mulai merintis perusahaannya sendiri setelah berhasil memegang perusahaan pertambangan suaminya meski dengan jarak yang jauh.


"Nama wanita itu Reny. Sesuai dengan informasi yang dikatakan resepsionis hotel." jelas Levi.


"Baiklah, aku akan memesan kamar terlebih dahulu sebelum kita kembali ke Kantor." ucap Zella yang langsung ke Meja Resepsionis Hotel.

__ADS_1


Setelah itu Zella dan Levi kembali ke kantor.


__ADS_2